35 Caleg Disabilitas Turut Meramaikan Kursi Parlemen pada Pemilu 2019, Lho!

Pemilu 2019 telah berlangsung, dimana hari ini seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon presiden dan anggota legislatif yang akan meramaikan kursi parlemen, untuk Indonesia yang lebih baik. Sobat, tahu nggak? Ternyata ada 35 caleg disabilitas yang ikut meramaikan pemilu 2019 ini, lho!

Partai politik di Indonesia berperan sebagai saluran untuk menjadi calon legislatif atau caleg. Saat ini, penyandang disabilitas juga dipandang sebagai calon yang memiliki kualitas dan kemampuan untuk duduk sebagai anggota DPR maupun DPRD.

Sejumlah caleg disabilitas yang ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, turut menciptakan suasana baru dalam penyelenggaraan pemilu serentak pertama di Indonesia. Karena sebagian besar caleg disabilitas diambil dari penyandang disabilitas fisik, termasuk pengguna kursi roda dan caleg disabilitas netra. Nah, simak ulasan TimiKimi berikut ini yuk!

35  Penyandang Disabilitas Terdaftar Menjadi Caleg Pemilu 2019

Source: Google

Ada 35 penyandang disabiitas yang terdaftar sebagai calon legislatif dalam pemilu 2019. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan berbagai latar belakang pendidikan tinggi dan profesi. Anggota Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Disabilitas, Aprilsyah mengatakan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, ada 35 disabilitas mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Angka ini stagnan dengan angka pencalonan disabilitas dibanding Pileg 2014, baik di DPR maupun DPD. April mengatakan, jumlah caleg disabilitas pada Pemilu 2019 mencapai angka 50. Namun, berdasarkan data PPUA Disabilitas kepada Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan yang diterima rumahpemilu.org, hanya terdapat 35 caleg disabilitas yang tersebar di 15 partai peserta pemilu.

Baca juga: Manfaatkan Hak Pilih Kamu! Anak Muda Wajib Berpartisipasi Dalam Pilpres

Aturan Bagi Penyandang Disabilitas dalam Berpartisipasi pada Pemilu 2019

Pencalonan disabilitas sebagai caleg sudah ada aturannya, lho. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang DIsabilitas dan Undang-Undang  Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, telah mengatur kesamaan hak dan kesempatan bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pemilu, termasuk penyandang disabilitas.

Pasal UU Pemilu menyatakan, penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mem[punyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, sebagai calon anggota DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon presiden/wakil presiden, sebagai calon DPRD, dan sebagai calon penyelenggara pemilu.

Penyandang Disabilitas Memiliki Kesempatan yang Sama dalam Menyalurkan Suaranya

Source: Google

Hingga kini masih ada kekhawatiran terkait syarat-syarat dan prosedur yang diartikan berbeda. Hal ini mengakibatkan adanya batasan bahkan menghilangkan warga penyandang disabilitas untuk menjadi calon atau kandidat, baik untuk calon anggota DPR, DPRD, DPD, ataupun sebagai calon presiden/wakil presiden.

Menanggapi hal ini, anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan penyandang disabilitas harus diberi kemudahan dalam mewujudkan haknya, untuk memilih dan dipilih dalam pelaksanaan pemilu. Menurut April, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. Untuk itu, Bawasu akan terus membantu apapun yang menjadi kesulitan para penyandang disabilitas dalam hal ini menyalurkan hak memilih dan dipilihnya.

Baca juga: Yakin Masih Mau Golput? Cek Promo Menarik Di Hari Pemilu Yuk!

Anggisari, Penyandang Kondroplasia Ikut Memperebutkan Kursi di Parlemen

Source: Google

Anggiasari Puji Aryartie merupakan penyandang difabel turut memperebutkan kursi parlemen. Anggi adalah penyandang kondroplasia. Dia memiliki tinggi badan 105 sentimeter, jauh di bawah rata-rata orang Indonesia. Dia merupakan lulusan Sastra Perancis di UGM dan Sastra Inggris di STBA LIA. Kemudian, ia melanjutkan kejuruan Filsafat Teologi di Universitas Kristen Duta Wacana. Dan aktif memperjuangkan hak-hak difabel di Indonesia. Anggi kini maju sebagai caleg dari Partai Nasdem untuk DPR RI di daerah Pemilihan DIY, dengan nomor urut 6. Meski difabel, Anggi berprinsip bahwa ia akan berjuang bagi siapa pun.

Caleg Disabilitas Sebagai Alternatif Pilihan Masyarakat

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mendukung langkah yang ditempuh kelompok disabilitas dalam memanfaatkan kesempatan pemilu untuk kehidupan yang lebih baik. Titi mengimbau kepada pemilih untuk memilih caleg disabilitas sebagai alternatif pilihan. Caleg disabilitas, seperti halnya caleg dari kelompok perempuan dan masyarakat adat, hadir membawa agenda politik untuk kesetaraan politik.

Ketika kelompok disabilitas hadir sebagai caleg, menurut Titi, ini merupakan alternatif pilihan. “Ketika mereka hadir, mereka membawa agenda perbaikan. Kalau tidak memilih, pemilih memberatkan perjuangan teman-teman yang membutuhkan ruang untuk membuktikan kalau mereka mampu bersuara,” ujar Titi.

Baca juga: Cari Tahu Rekam Jejak Pemimpin RI, Sebelum Pemilu Besok Yuk!

Penyandang Disabilitas Memberi Suasana Baru

Kekurangan yang dimiliki penyandang disabilitas bukan berarti memperlakukan mereka secara berbeda. Dengan adanya aturan yang sudah ditetapkan para penyandang disabilitas pun dapat memberikan suasana baru dalam pemilu 2019 ini. Nah Sobat, saat ini kita hanya tinggal menunggu hasil perhitungan surat suara pemilu 2019. Siapapun yang terpilih, semoga dapat menjadikan Indonesia semakin lebih baik kedepannya. Semoga informasi yang TimiKimi berikan dapat menginspirasi ya!