6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menjadi Vegetarian

Saat ini banyak orang yang sudah peduli dengan kesehatan tubuh dan memilih untuk menjalani gaya hidup sehat. Nah, salah satunya dengan menjadi vegetarian. Kini menjadi seorang vegetarian sudah bukan hal yang tidak lazim lagi. Restoran-restoran pun telah banyak yang menyediakan menu khusus bagi para pengikut gaya hidup ini. Bagi kamu yang ingin memutuskan menjadi seorang vegetarian, perhatikan dahulu beberapa hal berikut ini yuk!

Saat memutuskan untuk memulai gaya hidup sebagai seorang vegetarian, itu artinya kamu telah mengambil keputusan untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan dan menghindari berbagai bentuk makanan dari daging. Untuk kamu yang baru memulai menjadi seorang vegetarian, pengalaman sehari-hari memang akan terasa menantang. Apalagi jika kamu seorang yang gemar mengkonsumsi makanan berbahan dasar daging.

Vegetarian sendiri adalah mereka yang menjalani pola makan dengan hanya mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti gandum, kacang polong, biji-bijian, kacang-kacangan, jamur, ragi, buah-buahan, dan sayuran. 

Berdasarkan Himpunan Vegetarian, diet vegetarian biasanya merupakan diet yang menghindari makanan yang berasal dari hewan (daging sapi, unggas, ikan, dan kerang). Akan tetapi, pola makan vegetarian sendiri masih dibagi jadi beberapa jenis. Maka, ketentuan dan pantangannya pun berbeda-beda tergantung pada jenisnya.

Namun, menjadi seorang vegetarian tidaklah sesulit yang dibayangkan. Nah, untuk kamu yang sedang memulai gaya hidup vegetarian, berikut hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan menjadi seorang vegetarian.

Ingin Jadi Vegetarian? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

We asked five experts: Is vegetarianism healthier? (www.bodyandsoul.com.au)

Pola makan vegetarian tidak akan menghalangi tubuhmu memperoleh asupan nutrisi seimbang, jika kamu sudah memiliki pemahaman dan perencanaan yang baik. Vegetarian dapat memperoleh beragam zat gizi yang diperlukan tubuh, meski tidak menyertakan produk hewani.

Nah, berikut ini adalah nutrisi yang perlu kamu perhatikan untuk menjadi seorang vegetarian, diantaranya:

1. Protein

High-protein vegan foods (www.medicalnewstoday.com)

Protein adalah makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar. Protein terdiri dari sejumlah asam amino yang diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik. Asam amino dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yakni asam amino esensial dan asam amino nonesensial. 

Protein akan membantu kulit, tulang, otot, dan organ tubuh lain untuk tetap sehat. Susu dan produk olahan merupakan sumber protein. Terkait pola makan vegan, sumber protein dapat diperoleh dari produk kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Penting untuk mengkonsumsi beragam jenis sumber protein tersebut untuk memenuhi kebutuhan tubuhmu setiap harinya.

Baca juga: Ini Lho Akibatnya Kalau Kamu Nggak Perhatian Sama Asupan Makanan

3. Kalsium

Sobat mungkin berpikir kalsium hanya untuk tulang saja, namun sebenarnya kalsium dapat bermanfaat bagi tubuh dalam banyak cara. Kalsium penting untuk gigi, pembekuan darah, mengatur kontraksi otot dan detak jantung. Kalsium adalah sesuatu yang sangat kamu butuhkan dari lahir hingga mencapai usia tua. 

Biasanya kalsium diperoleh dari produk-produk susu dan olahan, termasuk yoghurt dan keju. Bagi mereka yang menerapkan pola makan vegetarian, terutama vegan, sumber kalsium dapat diperoleh dari produk  kedelai seperti tahu dan tempe, beras atau oat yang telah melalui proses fortifikasi atau diberikan zat-zat tambahan, tahu, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, dan buah-buahan kering seperti kismis.

3. Vitamin D

Vitamin D for toddlers
(www.aptaclub.co.uk)

Nah, untuk menyerap kalsium, kamu membutuhkan vitamin D untuk diserap tubuh. Bagi seorang vegetarian, selain produksi vitamin D oleh tubuh sendiri dengan bantuan sinar matahari, zat ini dapat diperoleh dari sereal dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, kamu juga bisa mengkonsumsi suplemen vitamin D sebagai alternatif lain. Jangan lupa untuk membaca label produk sebelum membeli untuk memastikan tidak ada kandungan produk-produk hewani ya. 

4. Yodium

Yodium dibutuhkan tubuh dalam pembuatan tiroksin, hormon kelenjar gondok yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Tubuh yang kekurangan yodium dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid, gondok, atau hipotiroidisme

Yodium salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh. Yodium sangat berpengaruh dalam pembuatan hormon tiroid, yang digunakan untuk  mengatur metabolisme. Saat tubuh kekurangan yodium, dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid, gondok, atau hipotiroidisme. 

Sumber utama yodium ada pada makanan yang berasal dari laut, susu, dan telur. Untuk vegan, kalian bisa mencoba mengkonsumsi garam beryodium, roti yang terbuat dengan garam yodium, susu kedelai, hingga rumput laut. 

Baca juga: Kebiasaan Bangun Siang Bisa Sebabkan Kanker Hati?

5. Vitamin B12

Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk menjaga sistem saraf dan darah tetap sehat. Sayangnya, zat gizi ini ditemukan secara alami dari produk-produk hewani. Bagi penganut pola makan vegetarian, produk-produk yang dapat menjadi sumber vitamin B12 sangat terbatas. Beberapa produk seperti sereal atau minuman susu kedelai yang sudah dilengkapi dengan fortifikasi vitamin B12 dapat menjadi pilihan. Namun ada baiknya mempertimbangkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh ya, Sobat!

6. Zat Besi

7 Makanan Vegan yang Punya Kandungan Zat Besi Lebih Banyak dari Daging (lifestyle.okezone.com)

Zat besi sangat diperlukan oleh tubuh karena produksi sel darah merah di dalam tubuh membutuhkan zat ini. Beberapa jenis makanan yang dapat dipilih sebagai sumber zat besi adalah biji-bijian, tepung dan roti yang terbuat dari gandum utuh, sereal yang diperkaya dengan zat besi, serta sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, serta buah yang dikeringkan.

Jenis-Jenis Vegetarian

Sebelum memutuskan untuk menjalani hidup sebagai vegetarian, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis vegetarian. Seperti yang sudah TimiKimi bahas di atas bahwa vegetarian memiliki ketentuan dan pantangan yang berbeda-beda tergantung pada jenisnya. 

Sebenarnya ada banyak jenis vegetarian, tapi ada 4 jenis yang paling banyak ditemukan, yaitu:

  • Semivegetarian atau flexitarian
    Pola makan vegetarian ini mengonsumsi makanan dari tumbuhan, namun sesekali masih mengonsumsi daging, produk susu, telur, unggas dan ikan, atau dalam jumlah yang sedikit.
  • Lacto vegetarian
    Pola makan vegetarian ini tidak memasukkan daging, ikan, unggas dan telur di dalam menu makanannya, tapi masih mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan mentega.
  • Ovo-vegetarian
    Kebalikan dari lacto vegetarian, pola makan kelompok vegetarian ini tidak mengkonsumsi daging, ikan, unggas dan produk susu, namun masih memperbolehkan konsumsi telur.
  • Lacto-ovo vegetarian.
    Pola makan vegetarian ini tidak menyertakan semua jenis daging, tapi tetap mengkonsumsi telur dan susu.Merupakan pola makan vegetarian yang paling ketat dengan meniadakan konsumsi daging, ikan, unggas, telur, susu, serta produk olahan susu ke dalam pola makan.

Baca juga: 7 Buah Ini Miliki Manfaat Luar Biasa Untuk Kesehatan Tubuh

Perhatikan Asupan Gizi yang Tepat

Menjadi vegetarian juga berarti kamu harus memahami nilai-nilai gizi dalam makanan yang dikonsumsi. Seimbangkan pilihan makanan untuk mendapatkan asupan gizi yang tepat agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Khususnya pada anak-anak dengan pola makan vegetarian, sangat penting untuk memperhatikan dan menyesuaikan kebutuhan nutrisi demi mendukung proses tumbuh kembang mereka. 

Semoga informasi yang TimiKimi sampaikan dapat membantu dan menginspirasi Sobat yang ingin memulai hidup sebagai vegetarian. Selamat mencoba!