8 Kesalahan Finansial Ini Tidak Dilakukan Oleh Si Sukses

Orang-orang yang sukses secara finansial tentunya memiliki cara sendiri dalam mengatur keuangannya. Ada banyak resiko yang harus dihindari agar penghasilan yang dikumpulkan dengan penuh perjuangan tidak hilang tanpa arah. Lalu, 5 kesalahan finansial apa sajakah yang harus dihindari agar sukses menjaga pundi-pundi penghasilanmu? Simak ulasannya berikut ini ya!

Mengelola keuangan dibutuhkan keterampilan dan strategi tersendiri untuk mencapai keberhasilan. Banyak orang sukses yang menghindari kesalahan-kesalahan dalam mengatur keuangan mereka, agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan. 

Orang yang sudah sukses secara finansial pastinya juga sering melakukan kesalahan dalam mengatur keuangannya. Agar kamu mengetahui kesalahan-kesalahan finansial apa saja yang harus dihindari dan tidak dilakukan oleh orang sukses? TunaiKita punya ulasannya buat kamu berikut ini, simak yuk!

5 Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari

1. Tidak Memeriksa Kondisi Keuangan secara Berkala

Jika Anda Merasakan Tanda-tanda Ini, Berarti Memiliki Manajemen Keuangan yang Buruk (uprint.id)

Sobat tahu nggak? Orang yang sudah sukses secara finansial tidak pernah ketinggalan untuk memantau kondisi keuangan mereka baik saat ini maupun di masa depan. Nah, agar bisa mengawasi aset-aset yang mereka punya tentunya mereka harus paham cara menjaga agar aset-aset itu tetap bertahan. 

Nah, langkah pertama yang bisa kamu lakukan yaitu mengetahui keadaan keuanganmu dengan mengetahui informasi rekening bankmu. Dengan begitu, kamu bisa melihat berapa banyak uang yang kamu habiskan dalam sebulan. Apakah pengeluaran yang kamu habiskan lebih besar dari pendapatan, atau sebaliknya. Untuk itu, memeriksa kondisi keuangan secara berkala sangat penting agar tidak melakukan kesalahan finansial nantinya. 

Baca juga: 7 Film Motivasi Yang Cocok Untuk Kamu Para Entrepreneur

2. Tidak Memiliki Tujuan Finansial

Menurut perencana keuangan Ligwina Hananto, keuangan itu tentang mengenal diri sendiri, artinya kita harus tahu benar apa yang kita inginkan dalam hidup. Misalnya, jika kamu mempunyai tujuan untuk memiliki rumah di usia sebelum 30 tahun, kalau itu benar-benar menjadi tujuanmu kondisi keuanganmu otomatis akan mengikuti. Kamu bisa memulai untuk menabung secara bertahap dan jangan boros. 

3. Menghabiskan Uang untuk Hal yang Tidak Penting

Banyak yang berpikir orang sukses pasti dengan mudah menghabiskan uang untuk hal apapun bahkan untuk hal yang tidak penting sekalipun. Pemikiran ini sering salah diartikan sehingga banyak yang melakukan kesalahan finansial yang satu ini.

Padahal, walaupun sudah sukses mereka tidak akan menghamburkan uangnya begitu saja. Justru sangat menghindari hal ini. Mereka hidup dengan sederhana dan tidak akan menghabiskan uangnya untuk barang atau mengikuti gaya hidup yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Untuk itu, agar tidak terjadi kesalahan finansial hindari menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting ya, Sobat!

4. Terlalu Nyaman dengan Gaji Bulanan Ala Kadarnya

Kapan Saat yang Menguntungkan Untuk Meninggalkan Investasi Reksadana? (diskartes.com)

Besarnya penghasilan yang kamu dapat setiap bulannya tergantung dari pekerjaan yang dikerjakan sehari-hari. Semakin tinggi jabatan di perusahaan, semakin tinggi pula pemasukan yang akan kamu dapat setiap bulannya. 

Akan tetapi kamu jangan hanya mengharapkan gaji yang kamu dapatkan saja. Setidaknya kamu perlu mencari pemasukan tambahan agar bisa kamu gunakan untuk membiayai keperluan lainnya yang sifatnya tidak terduga, serta agar kondisi keuanganmu tetap stabil. 

Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan seperti menjadi penulis, menjual aneka kue, atau bisnis online. Jangan salah, mempunyai pekerjaan sampingan juga dilakukan orang sukses untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

5. Menghabiskan Uang untuk Bayar Denda

Orang sukses mempunyai pola hidup yang disiplin, apalagi untuk masalah keuangan. Mereka pasti akan menghindari pengeluaran yang sifatnya menghambur-hamburkan uang seperti membayar denda kartu kredit yang sudah jatuh tempo. 

Mereka selalu mengingat pengeluaran segala detail, apalagi jika pengeluaran disebabkan oleh gaya hidup mereka sendiri. Mereka tidak pernah keberatan jika waktunya habis untuk mengamati arus keuangan. Karena mereka sadar jika keadaan finansial yang sehat dapat terwujud apabila disertai dengan pengorbanan untuk mengelola finansial itu sendiri. 

Baca juga: Ide Bisnis Modal 5 Juta Untuk Kamu Fresh Graduate

6. Mengorbankan Nilai dan Kualitas Demi Barang yang Lebih Murah Harganya

Terkadang, label harga murah bisa begitu sangat menggiurkan. Misalnya kamu lebih memilih membeli tas dengan harga Rp50 ribu daripada yang seharga Rp500 ribu. Padahal sepatu dengan label harga Rp50 ribu belum tentu dijamin kualitas dan ketahanannya. Jika kamu pernah mendengar pepatah ‘Ada harga, ada kualitas’ itu memang benar adanya. 

Orang sukses akan cukup cerdas untuk tidak tertipu dengan label harga murah, walaupun mereka akan selalu menekan pengeluaran. Barang dengan label paling murah bukan berarti yang paling berkualitas. Orang sukses mampu mempertimbangkan apakah barang murah tersebut justru membuatnya mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan dengan membeli barang dengan harga yang sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya sudah terjamin. 

Nah Sobat, jika kamu berniat untuk mencari barang atau jasa, carilah “best value” bukan “best price”. Dengan begitu aset yang kamu punya akan lebih terpelihara dan tidak boros menghamburkan uang untuk hal yang tidak pasti. 

7. Tidak Membagi Investasi

Konsultasi Perencanaan Keuangan? (www.finansialku.com)

Orang sukses itu sudah pasti sukses dalam meniti karir, dan tentunya memiliki keadaan finansial yang sehat serta aktif berinvestasi untuk simpanan mereka. Selain saham, orang-orang sukses ini tidak lupa menginvestasikan sebagian asetnya dalam bentuk properti, perusahaan rekanan, ataupun emas. 

Dalam buku finansial Rich Habits, Tom Corley, jika kamu membagi-bagi atau mendeversifikasi investasi ke berbagai sektor, kamu tentu akan memiliki cadangan. Contohnya ketika pasar saham sedang mengalami tahun yang buruk, maka investasimu akan tertutup dari investasi di berbagai sektor, baik itu properti ataupun yang lainnya, begitupun sebaliknya. 

Faktor lain yang menarik investor untuk menaruh uang di sektor properti adalah sektor tersebut memungkinkan untuk memberikan tambahan ekstra. Seperti contohnya jika menyewakan properti tersebut, kamu bisa mendapatkan pendapatan tetap setiap bulannya atau setiap tahunnya. Sehingga tidak perlu khawatir tidak ada pemasukan atau kehilangan uang.

8. Memilih Teman yang Salah

How to Get The Courage to Go Out With Your Friends When Anxiety is Soaring (psycheguide.com)

Saat kecil kita dinasehati untuk tidak pilih-pilih teman. Namun ketika dewasa, hal ini tidak relevan lagi. Kamu mau punya teman yang cuma bisa diajak hura-hura atau bikin dompet cekak terus? Pasalnya, kita harus semakin menyadari waktu dan energi yang kita punya amatlah berharga. Orang sukses tidak akan memilih teman yang hanya memberikan dampak yang tidak baik bagi dirinya. 

Oleh sebab itu, pastikan menghabiskan hal tersebut bersama orang-orang yang tepat. Orang-orang yang tepat ialah mereka yang bisa membuat kita berkembang lebih baik. Hal inilah yang disadari oleh orang sukses. Mereka berusaha menjalin relasi dengan orang-orang yang memberikan dampak positif, baik untuk ‘mencuri’ ilmu atau dijadikan sebagai motivator

Baca juga: Bisakah Usaha Modal 1 Juta Untuk Buka Bisnis Kue Kering Lebaran? Coba Kita Cek!

Jangan Salah Melangkah

Jika kamu ingin meraih kesuksesan hindari 8 kesalahan finansial seperti yang sudah TimiKimi bahas di atas. Menjaga kesehatan dan stabilitas keuangan pribadi sudah menjadi kewajiban untuk setiap orang agar terhindar dari hal-hal yang merugikan di masa depan. Mulai biasakan untuk menjaga arus keuanganmu sedari sekarang. Bedakan kebutuhan dan keinginan, tetapkan tujuan utama, dan tetap konsisten di tengah-tengah prosesnya. Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?