9 Cara Cerdas Agar Tidak Terlilit Hutang Pinjaman Uang Cepat

Pinjaman Uang Cepat

Pinjaman uang cepat terkadang menjadi solusi tepat saat mendesak butuh dana karena mudah dan cepat pencairannya. Tapi di balik itu, kita seringkali dibuat terlena sehingga tanpa disadari lilitan hutang sudah menjerat. Bagaimana cara mengatasinya? Simak cara cerdas dari TimiKimi di bawah ini!

Saat ini ketika orang sedang butuh dana mendesak, masyarakat cenderung memilih pinjaman uang cepat dibanding pinjaman ke bank. Hal ini dikarenakan jenis pinjaman uang cepat menawarkan kemudahan dan beragam keuntungan yang didapat. Kamu tidak perlu repot keluar rumah dan mengantri di bank selama berjam-jam untuk dapat mengajukan pinjaman dana karena melalui pinjaman uang cepat, kamu bisa mengajukannya secara online dari mana saja dan kapan saja. Ditambah lagi, pinjaman uang cepat ini prosesnya juga sangat cepat. Beberapa penyedia pinjaman uang cepat bahkan ada yang menawarkan proses pencairan hanya dalam satu hari.

Pinjaman uang cepat atau yang sering disebut dengan nama pinjaman online diberikan oleh perusahaan fintech berjenis peer to peer lending (P2P lending). Biasanya dana yang bisa diberikan berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp20 juta atau Rp30 juta. Untuk syarat pengajuannya juga tidak ribet, rata-rata kamu cukup menyediakan KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji, hingga nomor rekening bank pribadi.

Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan, tak heran kalau banyak orang tertarik untuk mengajukan pinjaman uang cepat. Sayangnya, kemudahan ini tidak dibarengi dengan kecerdasan masyarakat dalam mengelola keuangan sehingga tak jarang orang mengajukan pinjaman uang cepat justru terlilit hutang pinjaman uang cepat karena tidak bisa membayar cicilan tepat waktu.

Ikuti Cara Ini Jika Tak Ingin Terjerat Hutang Pinjaman Uang Cepat

Pinjaman Uang Cepat (www.christianfamilynashville.com)

Supaya nantinya kamu tidak terjerat hutang pinjaman uang cepat, TimiKimi punya beberapa cara yang bisa kamu terapkan, yaitu:

1. Jadikan Hutang Sebagai Prioritas dalam Keuangan

Cara yang pertama adalah menjadikan hutang pinjaman sebagai prioritas dalam keuangan setelah kebutuhan pokok. Kita kerap kali menganggap remeh cicilan pinjaman yang harus dibayar setiap bulannya sehingga pada saat menerima gaji, membayar cicilan menjadi hal terakhir yang dilakukan. Mulai sekarang, jadikan hutang sebagai prioritas setelah kamu menerima gaji. Sisihkan dana untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu, baru kemudian sisihkan untuk membayar hutang cicilan. Jangan kamu pergunakan dulu untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja baju dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Memilih Jangka Waktu Pinjaman Tunai Online Yang Tepat Agar Tak Terlilit Hutang

2. Lakukan Simulasi Perhitungan  Hutang

Selalu lakukan simulasi perhitungan hutang supaya keuangan bisa terus terkontrol dengan baik. Simulasi perhitungan hutang ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah hutang yang kamu miliki saat ini masih sehat atau tidak. Hutang sehat yang dibolehkan adalah hanya berkisar 30% dari jumlah total penghasilan bulanan. Jadi misalkan saja penghasilan bulananmu Rp5 juta, maka hutang sehat yang bisa kamu miliki adalah Rp5 juta x 30% = Rp1,5 juta. Jadi kalau saat ini hutang cicilanmu masih di bawah Rp1,5 juta maka masih dikatakan aman. Tapi kalau sudah pas berasa di angka Rp1,5 juta, maka jangan coba-coba mengambil pinjaman lain sebelum cicilan pinjaman yang sekarang lunas.

3. Bayar Cicilan Maksimum

Pinjam Uang 20 Juta Tanpa Jaminan (kabarone.com)

Penyedia pinjaman uang cepat pasti selalu menawarkanmu untuk membayar cicilan minimum. Kita kerap kali tergoda untuk mengambil cicilan minimum karena jumlahnya yang sedikit sehingga terasa ringan. Tapi tahukah kamu kalau semakin sedikit jumlah cicilan yang kamu bayar, maka semakin lama jangka waktu yang diambil dan semakin besar bunga yang harus ditanggung. Oleh karena itu, jika rasio hutangmu belum mencapai 30%, maka ambillah cicilan maksimum agar hutang cepat terlunasi. Dengan begitu, kamu beban hutang jadi lebih berkurang.

4. Jangan Pernah Menunggak Pembayaran

Siapa di antara kamu yang pernah menunggak pembayaran? Kita kerap kali lupa membayar hutang cicilan pinjaman online sehingga berujung pada penunggakan pembayaran. Dalam pinjaman uang cepat, jika kamu menunggak pembayaran, pastinya akan ada denda yang dikenakan dan denda tersebut biasanya dihitung berdasarkan hari. Belum lagi adanya bunga berbunga yang harus dibayarkan. Jadi kalau kamu telat membayar cicilan dalam jangka waktu satu minggu alias tujuh hari, maka kamu tak harus membayar denda plus bunganya juga. Jadi selalu usahakan membayar cicilan pinjaman tepat waktu.

5. Hindari Pinjaman Uang Cepat untuk Keperluan Konsumtif

Belanja (Sumber: nexstardigitalmedia.com)

Pinjaman uang cepat sifatnya sangat fleksibel sehingga bisa dipergunakan untuk kebutuhan apa saja. Tapi bukan berarti kamu bisa menggunakannya untuk keperluan konsumtif. Jika kamu menggunakan pinjaman untuk keperluan konsumtif maka tidak akan ada habisnya sehingga berujung pada penumpukan hutang di sana-sini. Pergunakanlah pinjaman untuk keperluan darurat atau kebutuhan yang sifatnya penting seperti untuk membayar uang sekolah anak, biaya rumah sakit, memperbaiki kendaraan, modal usaha, hingga renovasi rumah.

6. Cari Penyedia Pinjaman Uang Cepat dengan Bunga Rendah

Salah satu penyebab seseorang terlilit hutang yang menumpuk adalah karena mereka salah memilih penyedia pinjaman. Beberapa pinjaman uang cepat ada yang menerapkan bunga tinggi dengan sistem perhitungan bunga berbunga sehingga hutang terasa tidak kunjung usai terbayar. Pilih penyedia pinjaman yang berbunga rendah dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) seperti TunaiKita sehingga aman digunakan. Penyedia pinjaman yang sudah terdaftar di OJK, semua kegiatannya akan diawasi, mulai dari proses pengajuan, pencairan, pembayaran, hingga penagihan.

7. Belajar Hidup Lebih Hemat

Makan Tiga Kali Sehari (worldwithinher.com)

Cara lain supaya tidak terlilit hutang pinjaman adalah dengan belajar hidup hemat. Hidup hemat tidak akan membuat kamu tersiksa karena dengan hidup hemat, kamu tak hanya lepas dari lilitan hutang, tapi kamu juga bisa mengalokasikan sebagian penghasilan bulanan untuk berinvestasi. Bagaimana caranya kita mulai belajar hidup hemat? Kamu bisa memulai dengan memangkas anggaran untuk lifestyle seperti nongkrong di kafe, makan di restoran, hingga membeli baju atau keperluan fashion lainnya. Pengeluaran untuk lifestyle amannya hanya berkisar antara 5% hingga maksimum 10% saja dari total penghasilan. Jadi kalau sudah melebih angka tersebut, maka kamu termasuk orang yang boros.

Baca juga: Caritahu Kode Promo Tokopedia 2019 Yang Bikin Belanjamu Jadi Lebih Hemat

8. Selalu Catat Pengeluaran

Mencatat setiap pengeluaran yang dikeluarkan dari kantong pribadi itu sangat penting. Kita terkadang menganggap remeh catatan pengeluaran keuangan ini. Padahal catatan pengeluaran keuangan dimaksudkan supaya kamu bisa mengingat dan mengetahui apa saja pengeluaran yang telah kamu keluarkan. Dengan adanya catatan pengeluaran, kamu juga bisa mengambil pelajaran supaya jika pengeluaran bulan ini membengkak, maka kamu bisa mengetahui pos apa saja yang mengeluarkan banyak dana dan pada bulan depan kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Jadi jangan malu untuk selalu mencatat pengeluaran. Jika tidak sempat, kamu bisa memfoto struk pembayaran atau barang yang telah kamu beli dan menyimpannya di folder khusus yang ada di ponsel.

9. Sisihkan Dana untuk Menabung

Menabung (partners4change.co.uk)

Cara yang terakhir adalah dengan menyisihkan dana untuk menabung. Kita selalu diajarkan oleh orang tua sejak kecil untuk selalu rajin menabung setiap bulan sehingga jika ada kebutuhan yang sifatnya mendesak dan butuh dana dadakan, ada tabungan yang bisa menjadi penyelamat atau solusinya. Bukan berarti ketika kita menabung dalam jumlah banyak pada bulan ini, lantas di bulan depan kamu tidak menabung sama sekali. Tujuan dari menabung adalah melatih kedisiplinan. Jadi meskipun kamu hanya menabung Rp100 ribu hingga Rp200 ribu setiap bulannya, tapi kalau hal ini rutin kamu lakukan, maka akan menjadi kebiasaan baik yang bermanfaat untukmu. Siapa tahu nantinya kamu akan menambah nominal dana yang akan ditabung nantinya.

Sekarang kamu sudah tahu khan cara-cara supaya bisa terlepas dari lilitan hutang pinjaman uang cepat. Semoga informasi di atas bisa berguna untukmu dan bisa menjadikan keuanganmu jadi lebih sehat ya Sobat!