Alasan Kenapa Take Over KPR Bisa Jadi Pilihan Tepat untuk Kredit Rumah

Ingin membeli rumah dengan cara kredit? Coba pertimbangkan untuk mengambil takeover KPR. Apa alasannya? Simak penjelasannya di bawah ini beserta dengan cara pengajuan dan bank pilihannya!

Hunian rumah memang terasa mustahil untuk diwujudkan bagi orang yang memiliki penghasilan pas-pasan. Tapi dengan adanya KPR (Kredit Pemilikan Rumah), siapa saja bisa mewujudkan impian untuk dapat memiliki rumah idaman. KPR memang sengaja diciptakan supaya kita bisa membeli rumah dengan cara mencicil setiap bulannya hingga lunas. Produk KPR ini dikeluarkan oleh bank, baik itu bank pemerintah maupun swasta. Dalam KPR ada yang namanya take over KPR. Bagi kamu yang belum mengenal apa itu take over KPR, TunaiKita akan memberikan penjelasannya kepadamu.

Take over KPR adalah pengalihan cicilan kredit rumah dari satu pihak ke pihak lain. Ada tiga jenis take over KPR yang perlu kamu ketahui. Pertama ada take over KPR antar bank yang mengalihkan cicilan KPR dari satu bank ke bank yang lain. Tapi untuk jenis take over KPR ini, tentunya kamu sudah harus mengambil cicilan KPR terlebih dahulu. Kedua ada take over jual rumah KPR yang banyak diminati karena kamu bisa membeli atau melanjutkan KPR milik orang lain. Tentu saja proses take over ini harus dilakukan di bank tempat pemilik pertama KPR mengajukan pinjaman kredit rumah. Ketiga ada take over KPR bawah tangan yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan take over jual rumah, hanya saja prosesnya dilakukan di bawah tangan alias tanpa sepengetahuan pihak bank. Jadi nantinya KPR masih atas nama pemilik KPR pertama. Jenis yang ketiga ini sebenarnya tidak direkomendasikan karena sangat tinggi resikonya. Ditambah lagi, ada banyak biaya yang harus kamu keluarkan.

Alasan Harus Mengambil Take Over KPR

Kamu pasti bertanya-tanya kenapa kita harus memilih take over KPR dibanding KPR biasa? Ternyata ada beberapa alasan dibaliknya, yaitu:

1. Rumah Bisa Siap Huni

Rumah Langsung Siap Dihuni (www.aussie.com.au)

Alasan pertama kenapa kamu disarankan untuk mengambil take over KPR adalah karena rumah bisa langsung dihuni. Sebagian besar take over KPR, rumahnya memang sudah dalam bentuk jadi sehingga bisa langsung dihuni olehmu. Berbeda dengan KPR biasa yang rata-rata masih setengah jadi atau bahkan masih ada yang belum dibuat. Dengan begitu, kamu bisa langsung pindah ke rumah baru. Tapi ingat, cek terlebih dahulu kelayakan rumah yang akan kamu take over karena kita tidak tahu rumah riwayat rumah tersebut sejak awal. Jadi cek dengan detail saluran pembuangan, air, bangunan, dan juga ventilasi udaranya.

2. Cicilan Bisa Lebih Ringan

Cicilan (kompas.com)

Tujuan utama orang melakukan take over KPR adalah karena cicilannya bisa jadi lebih ringan. Kenapa bisa demikian? Karena pada saat kamu melakukan take over KPR, kamu bisa memilih bank penyedia KPR yang menawarkan bunga terbaik. Perlu kamu ketahui kalau dalam cicilan KPR, bunga pada tahun 1-3 biasanya bersifat tetap atau menggunakan perhitungan flat rate. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya, sistem perhitungan bunga akan berubah menjadi floating rate atau bunga mengambang yang besarannya mengikuti bunga di pasaran. Suku bunga pasaran selalu tidak pasti jumlahnya dan terkadang naik sehingga cicilan bulanan jadi lebih besar.

Dengan menggunakan take over KPR, maka kamu bisa berpindah bank dan mengambil bunga yang lebih rendah sehingga cicilan per bulannya juga bisa menjadi lebih ringan. Kamu juga bisa menikmati penawaran bunga flat selama 1-3 tahun lagi.

3. Masa Tenor Bisa Lebih Panjang

Masa Tenor (www.wanista.com)

Dengan take over KPR, maka kamu juga bisa memperpanjang masa tenor cicilan. Kenapa bisa demikian? Karena ketika kamu mengambil take over KPR, cicilan akan dihitung sejak awal, kecuali untuk take over KPR bawah tangan. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan masa tenor yang lebih panjang. Sebenarnya masa tenor yang akan ditawarkan take over KPR tidak berbeda dengan KPR biasa. Rata-rata akan mematok maksimum masa tenor 15 tahun hingga 20 tahun. Semakin panjang kamu mengambil masa tenor, maka cicilan akan semakin ringan, tapi secara keseluruhan total beban hutang jadi lebih besar. Jadi pilihlah masa tenor dengan tepat.

Baca juga: Ingin Beli Rumah? Pelajari Dulu Cara Simulasi KPR BTN Yang Mudah Ini

Cara Pengajuan Take Over KPR

Setelah mantap ingin mengajukan take over KPR, lantas bagaimana cara mengajukannya? Cara mengajukan take over KPR ini berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Oleh karena itu, TunaiKita akan menjelaskan cara pengajuan take over KPR sesuai dengan jenisnya, yaitu:

1. Take Over KPR Antar Bank

Take Over Antar Bank (semperhomeloans.com)

Untuk take over KPR antar bank, kamu harus mempersiapkan terlebih dahulu KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), KK (Kartu Keluarga), slip gaji asli, rekening koran, dan juga sertifikat rumah atau surat jual beli rumah yang akan ditake over. Setelah semua persyaratan dokumen kamu penuhi, maka kamu tinggal datang ke bank tujuan untuk mengajukan take over KPR. Lantas bagaimana kalau belum ada sertifikat rumah? Kamu harus menunggu sertifikat rumah keluar terlebih dahulu. Biasanya sertifikat rumah baru akan keluar setelah 1 tahun kamu membayar cicilan.

2. Jual Rumah Take Over KPR

Sementara untuk jenis jual rumah take over KPR, persyaratan yang harus dipenuhi tidaklah jauh berbeda dengan take over antar bank. Perbedaannya adalah jika take over antar bank hanya melibatkan dirimu dan pihak bank tujuan saja, jual rumah take over akan melibatkan empat pihak yakni dirimu sendiri, pemilik KPR yang akan ditake over, bank take over KPR, dan notaris untuk mengurus semua dokumen pengalihan KPR seperti balik nama sertifikat dan lain sebagainya.

3. Take Over KPR Bawah Tangan

Take Over KPR (www.shriramproperties.com)

Sedangkan untuk take over KPR bawah tangan, prosesnya memang tidak serumit dua jenis take over KPR lainnya karena kamu tidak melibatkan pihak bank melainkan hanya melibatkan dirimu, pemilik KPR dan notaris yang tidak hanya akan mengurus take over KPR tapi juga akan menjadi saksi serah terima KPR dari pemilik lama kepada pemilik baru. Berhubung resiko dari take over KPR bawah tangan ini sangat besar, kamu disarankan untuk mengambil take over bawah tangan dari orang yang sudah kamu kenal seperti keluarga, teman, atau rekan kerja.

Pilihan Bank Penyedia Take Over KPR

Meski ada banyak bank yang menyediakan produk KPR, tapi tidak semuanya menerima take over KPR. Hanya beberapa bank saja yang bisa memiliki produk take over KPR. Ini beberapa bank yang direkomendasikan untuk take over KPR, yaitu:

  • Bank Mandiri

Bank Mandiri (karirglobal.id)

Bank Mandiri menawarkan take over KPR dengan maksimum limit pinjaman sebesar sisa pinjaman terakhir di bank asal atau bank awal KPR atau maksimum hingga 70% dari harga rumah. Jadi dalam arti kata lain, untuk mengajukan take over KPR di Bank Mandiri, kamu harus memberikan uang muka setidaknya 30%. Untuk masa tenor yang diberikan maksimum 15 tahun.

  • BNI

Untuk produk take over KPR BNI, kamu bisa mendapatkan maksimum kredit pinjaman hingga mencapai Rp5 miliar. Masa tenor yang ditawarkan oleh take over KPR BNI ini terbilang cukup lama karena bisa mencapai 20 tahun sehingga kamu punya waktu lebih banyak untuk melunasi cicilan. Kelebihan dari take over BNI adalah kamu tidak dikenakan biaya provisi dan biaya administrasi.

  • BRI

Lalu ada take over BRI yang memang sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat umum. Take over BRI ini akan memberikan pinjaman dengan limit hingga mencapai Rp500 juta. Masa tenor yang akan diberikan kepadamu adalah maksimal 20 tahun. Kelebihan dari take over KPR BRI adalah uang muka yang disyaratkan hanya 10%.

  • BTN

Bank BTN (Sumber: www.btn.co.id)

Terakhir ada take over KPR dari Bank BTN yang dinamakan KPR BTN Platinum. Jenis take over KPR BTN ini memiliki kelebihan plafon pinjaman yang tanpa batas alias tidak ada batasan limit kredit pinjaman. Selain itu masa tenor yang ditawarkan termasuk sangat lama karena maksimum bisa mencapai 25 tahun lamanya. Kamu juga akan mendapatkan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

Setelah membaca penjelasan di atas mengenai take over KPR, apakah saat ini kamu tertarik mengajukannya?