Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Pasca Lebaran Agar Kantong Tak Kebobolan

Hari raya lebaran telah lewat. Setelah lebaran, biasanya isi dompet menjadi sangat menipis. Untuk mengatasinya, cek dulu cara mengatur keuangan rumah tangga pasca lebaran supaya nantinya keuanganmu tidak terjadi defisit. 

Lebaran merupakan hari raya besar bagi umat muslim setelah melakukan ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Oleh karena itu selalu disambut dengan sangat meriah. Tak heran kalau saat lebaran, orang cenderung akan bersifat boros sehingga keuangan tidak bisa dikontrol dengan baik. Ada banyak sekali pengeluaran saat lebaran, mulai dari membeli baju baru, peralatan ibadah, membeli bahan makanan dan kue kering, hingga pengeluaran untuk mudik lebaran ke kampung halaman. Semua itu pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Meskipun sudah mendaoatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya), tetap saja tak sedikit orang yang mengalami defisit setelah merayakan lebaran.

Nah, supaya nantinya isi tabunganmu tidak terkuras habis, coba simak terlebih dahulu cara mengatur keuangan rumah tangga pasca lebaran, yaitu:

1. Membuat Alokasi Dana Pengeluaran

Melakukan Perhitungan (www.thoughtco.com)

Cara mengatur keuangan rumah tangga pasca lebaran yang pertama adalah buatlah alokasi dana pengeluaran. Ke mana saja dana dari hasil penghasilanmu ini mengalir? Kamu bisa mencoba untuk melakukan perhitungan dengan sistem 50:30:20 untuk membuat alokasi dana pengeluaran. Perhitungan alokasi pengeluaran ini dilakukan dengan cara 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk dana tabungan dan investasi, dan 20% untuk kebutuhan lifestyle seperti berbelanja pakaian hingga berlibur.

Misalkan saja penghasilan bulananmu mencapai angka Rp8 juta, maka kamu bisa menyisihkan Rp4 juta untuk kebutuhan primer, Rp2,4 juta untuk tabungan dan investasi, dan Rp1,6 juta untuk kebutuhan lifestyle. Dengan adanya alokasi pengeluaran, kamu sudah memiliki anggaran tetap yang tidak bisa diganggu gugat sehingga semua kebutuhan sudah ada alokasi dananya masing-masing.

Baca juga: Intip Rahasia Kelola Keuangan Ala Orang Paling Kaya Di Indonesia

2. Membuat Rincian Belanja bulanan

Jika sudah membuat alokasi pengeluaran, selanjutnya kamu harus membuat rincian belanja bulanan karena sebagian besar penghasilan biasanya digunakan untuk kebutuhan belanja bulanan. Jadi jangan sampai ketika kamu berbelanja tanpa adanya perencanaan yang matang, tiba-tiba budget untuk pengeluaran belanja bulanan membengkak alias over limit. Buatlah daftar kebutuhan belanja bulanan secara rinci dan detail mulai dari jumlah hingga harga. Dengan begitu, ketika berbelanja kamu akan terhindar dari lapar mata dan membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak diperlukan karena kamu harus berbelanja sesuai dengan daftar rincian belanja yang sudah kamu buat. Bandingkan harga di beberapa tempat atau supermarket atau cari supermarket yang sedang memberikan diskon atau promo yang menguntungkan.

3. Prioritaskan Tagihan dan Cicilan Hutang

Membayar Hutang (Sumber: americhoice.org)

Perlu kamu ketahui kalau kebutuhan pokok tidak hanya seputar kebutuhan belanja harian saja, tapi juga tagihan dan cicilan hutang yang kerap kali terlupakan. Kenapa tagihan dan cicilan hutang dikatakan kebutuhan pokok? Karena memang keduanya ini adalah hal wajib yang harus kamu bayar. Cek terlebih dahulu tagihan dan hutang cicilan apa saja yang perlu kamu lunasi bulan ini, mulai dari tagihan listrik, PAM, telepon, kartu kredit, cicilan hutang KPR (Kredit Pemilikan Rumah), dan lain sebagainya. Jadi saat mengalokasikan dana pengeluaran, pos tagihan dan cicilan hutang ini harus masuk dalam status prioritas.

Baca juga: Psst! Ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Supaya Tak Terlilit Hutang

4. Targetkan Pengeluaran Harian

Cara mengatur keuangan rumah tangga yang satu ini tergolong cukup ampuh untuk dilakukan supaya tidak terjadi pengeluaran yang melebihi budget. Coba saja kamu targetkan berapa pengeluaran harianmu. Misalkan saja per harinya kamu bisa menghabiskan dana Rp50 ribu untuk keperluan dana transportasi ke kantor dan makan siang. Maka bawalah uang Rp50 ribu setiap hari. Jika ingin membawa dana darurat atau dana jaga-jaga, maka siapkan setengah dari target pengeluaran harian yakni Rp25 ribu saja. Kalau ternyata anggaran pengeluaran harian berlebih alias masih ada sisa, maka langsung masukkan ke dalam celengan kecil yang bisa kamu buka ketika akhir bulan. Nantinya kamu pasti akan terkejut menemukan berapa dana yang bisa kamu kumpulkan dari sisa pengeluaran harian ini.

5. Menyisihkan Penghasilan untuk Tabungan dan Investasi

Tabungan dan Investasi (Sumber: afrozaar.com)

Menyisihkan dana penghasilan bulanan untuk tabungan dan investasi sangat penting dilakukan. Tujuannya adalah kelak di kemudian hari, kita bisa mencapai kemerdekaan finansial. Kemerdekaan finansial ini adalah masa di mana kita yang sudah berada dalam usia yang tidak produktif lagi. Pilih jenis investasi yang cocok untukmu. Jika kamu tergolong orang yang suka mengambil resiko, kamu bisa ambil investasi jenis saham, obligasi, hingga reksadana. Tapi jika kamu tidak suka mengambil resiko, maka ambillah investasi deposito dan emas yang lebih mudah dilakukan. Ingat, jangan menaruh seluruh dana ke dalam satu jenis investasi yang sama. Ambil setidaknya 2-3 jenis investasi. Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta ini dilakukan untuk membagi resiko sehingga ketika terjadi resiko yang tidak diinginkan, maka kamu tidak akan merugi karena masih ada jenis investasi lainnya.

6. Rasio Hutang Tak Boleh Lebih dari 30%

Sebenarnya cara mengatur keuangan rumah tangga supaya tidak terlilit hutang adalah rasio hutang tak boleh lebih dari 30% dari penghasilan bulanan. Misalkan saja penghasilan bulananmu Rp15 juta, maka jangan sampai total cicilan hutang melebihi angka Rp4,5 juta. Jika melebihi angka tersebut, maka keuanganmu tidak bisa terkontrol akibat terlalu banyak menanggung hutang. Jadi kalau sekarang kamu ingin mengajukan pinjaman online, hitung dulu semua cicilan hutang per bulan yang kamu miliki. Jika rasionya melebihi 30%, maka lunasi terlebih dahulu hutang-hutang tersebut dan ketika sudah lunas, barulah kamu bisa mengajukan pinjaman online. 

7. Diskusikan Selalu Kondisi Keuangan dengan Keluarga

Keuangan (themoneycouple.com)

Dalam cara mengatur keuangan rumah tangga, selalu diskusikan kondisi keuangan dengan pasangan. Jangan sampai kamu mengambil langkah dan memutuskan sendiri, baik itu dalam mengalokasikan dana, membuat rincian belanjaan, hingga mengajukan pinjaman hutang. Dengan mendiskusikan kondisi keuangan dengan pasangan, maka kamu bisa mendapatkan masukan dan dapat berdiskusi mana pilihan terbaik yang bisa diambil untuk keluarga tercintamu.

Baca juga: Tips Mengatur Pengeluaran Bulanan Agar Tidak Bokek Pas Akhir Bulan

Pinjaman yang Bisa Diandalkan Saat Tak Ada Dana Setelah lebaran

Pinjaman Dana (Sumber: www.tunaikita.com)

Jika dana yang ada di tabungan benar-benar sudah tidak ada lagi, maka mau tak mau kamu harus mengajukan pinjaman supaya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu penyedia pinjaman yang bisa kamu andalkan adalah TunaiKita. TunaiKita merupakan salah aplikasi pinjaman online bisa memberikan pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp20 juta. Untuk masa tenornya hingga 180 hari (6 bulan).

Syarat yang harus kamu penuhi hanyalah tiga, yakni KTP, NPWP, dan rekening bank lokal seperti Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Mega, Bank Danamon, BCA, BRI, dan BNI. Meskipun termasuk dalam kategori pinjaman online, tapi kamu tak perlu khawatir akan kemanan dari pinjaman ini karena TunaiKita sudah terdaftar di OJK. Dengan begitu semua prosesnya sudah diawasi oleh OJK mulai dari proses pengajuan, pencairan, hingga penagihannya sehingga aman dan kamu bisa terhindar dari resiko penipuan.

Untuk cara mengajukannya cukup ikuti langkah di bawah ini!

  • Download aplikasi TunaiKita di PlayStore atau AppStore
  • Lakukan registrasi dan lengkapi data
  • Setelah berhasil registrasi, lakukan login
  • Isi nominal pinjaman yang diinginkan dan masa tenor yang disanggupi
  • Klik mulai ajukan

Sekarang kamu hanya perlu menunggu pinjamanmu diproses oleh pihak TunaiKita. Jika data diri yang diberikan dan dokumen sudah lengkap, maka dana bisa cair dalam hitungan hari saja. Dana yang cair akan langsung ditransfer melalui rekening bank lokal milikmu yang nomornya sudah kamu berikan sebelumnya. Tidaklah sulit bukan? Tapi ingat, saat mengajukan pinjaman, jangan lupa untuk melakukan perhitungan dengan matang agar nantinya cicilan hutang bisa dibayarkan hingga lunas.