Dalam rangka hari Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019, dimana rakyat Indonesia bersama-sama memberikan hak suara untuk memilih presiden dan wakil presiden Indonesia, serta pemilihan legislatif. Untuk itu, kita kilas balik yuk melihat rekam jejak pemimpin Indonesia terdahulu hingga sekarang. 

73 tahun perjalanan Indonesia menjadi sebuah negera merdeka dan diakui eksistensinya oleh negara-negara lain, tak lepas dari para pemimpin yang merupakan anak bangsa yang memiliki komitmen luar biasa untuk memajukan negeri tercinta Indonesia. Presiden Repiblik Indonesia merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia yang juga berfungsi sebagai kepala negara.

Sejak Indonesia berhasil merdeka, presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Setelah itu dimulai pada Pemilu tahun 2004, presiden dipilih secara langsung oleh rakyat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Indonesia saat ini merupakan hasil dari berbagai keputusan, kebijakan, dan pencapaian para pemimpin sejak presiden pertama hingga presiden yang saat ini menjabat. Nah, TimiKimi punya ulasan mengenai rekam jejak pencapaian pemimpin Republik Indonesia. Simak yuk!

Rekam Jejak dan Pencapaian Pemimpin Indonesia

1. Soekarno

Source: Google

Rekam jejak pemimpin Indonesia yang pertama adalah Presiden Soekarno yang sering disebut sebagai bapak proklamator kemerdekaan Indonesia, beliau juga akrab dengan panggilan Bung Karno. Presiden Soekarno merupakan putra bangsa kelahiran Jawa Timur, tepatnya di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901. Beliau menempuh pendidikan di ITB Bandung dan berhasil meyelesaikan pendidikannya dengan memegang gelar Insinyur. Sejak berada di bangku kuliah beliau juga sudah sangat aktif berjuang melawan penjajah Belanda dan diangkat menjadi presiden Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.

Pada tahun 1955, Soekarno mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Selain itu, Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) beliau mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.

Baca juga: Manfaatkan Hak Pilih Kamu! Anak Muda Wajib Berpartisipasi Dalam Pilpres

2. Soeharto

Source: Google

Dikenal sebagai Bapak Pembangunan Nasional, Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Argomulyo, Yogyakarta. Beliau lulusan dari sekolah Bintara di Gombong, Jawa Tengah. Karir militer Soeharto sangat menonjol dalam peperangan melawan Belanda terutama pada serangan umum Yogyakarta dan pada saat pembebasan Irian Barat (1962-1963). Soeharto diangkat menjadi presiden pada tahun 1967 melalui sidang MPRS.

Soeharto mementingkan stabilitas politik dan keamanan untuk pembangunan ekonomi, hasilnya kepemimpinannya dikenal sebagai zaman keemasan Indonesia, karena harga-harga kebutuhan pokok yang murah dimasa itu yang berbanding terbalik pada masa sekarang ini. Pada tahun 1984, Indonesia memegang swasembada besar. Prosuksi besar pada tahun itu mencapai 25,8 juta ton. Padahal, data 1969 beras yang dihasilkan Indonesia hanya 12,2 juta ton. Hasil itu memaksa Indonesia mengimpor beras minimal 2 juta ton.

Presiden Soeharto juga berhasil menegakkan harkat bangsa Indonesia di latar ekonomi Asia. Di ASEAN, beliau dianggap ikut berjasa mengembangkan organisasi regional ini sehingga diperhitungkan di dunia. Soeharto juga merupakan presiden Indonesia yang memegang kekuasaan paling lama.

3. BJ Habibie

Source: Google

Presiden BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Bandung, dan dilanjutkan ke Jerman di Technische Hochehule, Achen, Jerman. Dan lulus dengan predikat cumlaude untuk jurusan konstruksi pesawat terbang. BJ Habibie merupakan wakil presiden Indonesia bersama Presiden Soeharto. Beliau kemudian diangkat menjadi presiden pada 21 Mei 1998, menggantikan Presiden Soeharto yang melepaskan jabatannya sebagai Presiden RI serta menjadi akhir dari tirani Orde Baru.

Pada era pemerintahannya yang singkat, beliau berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, dengan dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU Otonomi Daerah. Selain itu, juga memberikan kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik.

Baca juga: Yakin Masih Mau Golput? Cek Promo Menarik Di Hari Pemilu Yuk!

4. KH. Abdurrohman Wahid

Source: Google

Presiden yang akrab disapa Gus Dur, lahir di kota Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 14 Agustus 1940. Beliau merupakan tokoh dari organisasi Isam NU (Nahdlatul Ulama) dan juga seorang budayawan. Gus Dur dilantik oleh MPR menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1999 bersama wakilnya Megawati Soekarno Putri.

Pada masa ia menjabat sebagai presiden, Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina atau Imlek menjadi hari libur opsional. Hal ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. Selain itu, beliau juga membubarkan Departemen Penerangan, senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media. Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang melakukan korupsi.

5. Megawati Soekarno Putri

Source: Google

Presiden yang bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarno Putri, lahir pada tanggal 23 Januari 1946 di kota Yogyakarta. Megawati Soekarno Putri terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 23 Juli 2001 menggantikan KH. Abdurrahman Wahid yang ditarik kepemimpinannya oleh MPR pada sidang istimewa MPR 2001.

Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia berhasil keluar dari IMF pada tahun 2003 yang menandakan Indonesia sudah keluar dari krisis 1998 dan Indonesia yang lebih mandiri. Selain itu, menstabilkan fundamental ekonomi makro yang porak poranda sejak 1998, meliputi inflasi, BI rate, Kurs Rupiah, Angka kemiskinan, dan Pertumbuhan Ekonomi.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

Source: Google

Susilo Bambang Yudhoyono atau sering dipanggil dengan inisial SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada tanggal 9 September 1949. SBY berhasil meyelesaikan AKABRI pada tahun 1973 dengan pangkat letnan dua. Karir politik SBY di mulai dengan menjadi anggota DPR, Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) tahun 2000-2004. Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden RI periode 2004-2009 yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia.

Pada masa jabatannya SBY menjadikan pemberantasan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) sebagai prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga mencatat sejumlah prestasi. Angka kemiskinan dan pengangguran berhasil ditekan, walaupun tetap rawan dengan gejolak perekonomian Indonesia.

7. Joko Widodo

Source: Google

Presiden Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jokowi, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 21 Juni 1961. Beliau merupakan presiden terpilih Indonesia tahun 2014. Jabaan Jokowi sebelumnya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Surakarta (Solo) dari tahun 2005 sampai 2012.

Selama menjabat menjadi presiden hingga sekarang ini, Jokowi sudah berhasil meberikan pencapaian untuk Indonesia yaitu membenahi infrastruktur yang membuat Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Selama 4 tahun menjabat, ia telah mengucurkan lebih dari Rp187 triliun yang dialokasikan khusus dana desa, diantaranya membangun 158 ribu KM jalan, 6.900 pasar desa, 1 juta 20 ribu meter jembatan desa, 39 ribu unit irigasi, dan 3 ribu embung yang dibangun.

Baca juga: MRT Jakarta Sudah Beroperasi, Yuk Ikuti Peraturannya Agar Bisa Jaga Aset Negara!

Gunakan Hak Pilihmu, Untuk Indonesia yang Lebih Baik Lagi

Nah Sobat, gunakan hak suaramu untuk berpartisipasi dalam pemilu yang diselenggarakan besok. Satu suara pilihanmu, dapat menentukan masa depan negara Indonesia. Jangan golput ya, Sobat!