Tak semua orang suka membeli motor baru. Ada beberapa yang lebih memilih membeli motor second karena harganya murah. Tapi tentunya kamu harus mengurus biaya balik nama motor nantinya. Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan? Cek langsung saja di sini!

Memiliki kendaraan pribadi sudah menjadi hal yang wajib dimiliki bagi orang-orang dengan mobilitas yang tinggi, baik itu di kota besar hingga daerah. Dibanding kendaraan roda empat, kendaraan roda dua alias motor lebih banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya ketika mengalami kemacetan, motor bisa melaju lebih cepat dibanding mobil. Ditambah lagi ada banyak daerah-daerah Indonesia yang hanya bisa dilalui motor seperti gang-gang kecil. Tak heran kalau penjualan motor jauh lebih tinggi dibanding mobil. Baik itu penjualan motor baru maupun bekas.

Meski setiap bulannya selalu ada motor keluaran terbaru, tapi ternyata tidak sedikit orang yang lebih suka untuk membeli motor bekas atau second. Faktor terbesar yang menyebabkan orang lebih memilih untuk membeli motor second adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding motor baru. Selisih harganya bisa lebih murah hingga setengah harga dari harga motor baru. Tentu saja hal ini bisa sangat menguntungkanmu.

Sayangnya, membeli motor second ini ada kendala utamanya yakni harus balik nama terlebih dahulu karena STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) masih atas nama pemilik motor pertama. Proses balik nama motor ini akan mengalihkan kepemilikan motor dari atas nama pemilik yang lama kepada pemilik yang baru. Proses ini mau tak mau harus kamu lakukan agar nantinya ketika mengurus perpanjang STNK dan BPKB, maka kamu tidak perlu repot menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) milik pemilik asli motor.

Cara Mengurus dan Biaya Balik Nama Motor

Lalu bagaimana caranya jika ingin mengurus biaya balik nama motor? Perlu kamu ketahui kalau mengurus biaya balik motor ini akan terbagi menjadi dua karena untuk mengurus STNK dan BPKB harus dilakukan di dua tempat yang berbeda yakni di kantor SAMSAT (Sistem Manunggal Satu Atap) dan Polda. Supaya kamu lebih mudah memahaminya, TunaiKita akan memberikan urutan prosesnya, yaitu:

  • Kantor SAMSAT

Kantor SAMSAT (Sumber: flickr.com)

Proses pertama adalah kamu harus datang ke kantor SAMSAT terlebih dahulu. Bagi kamu yang berdomisili di Jakarta, kamu bisa mengecek alamat-alamat kantor SAMSAT pada alamat url ini http://bprd.jakarta.go.id. Ketika datang ke kantor SAMSAT, kamu sudah harus membawa berkas-berkas yang dibutuhkan agar nantinya tidak bolak-balik lagi. Bawalah KTP (Kartu Tanda Penduduk), STNK, BPKB, dan kwitansi pembelian. Jangan lupa untuk memfotokopi semuanya rangkap dua. Pisahkan berkas yang asli dengan fotokopi dan letakkan dalam map yang terpisah.

  • Tes Fisik Kendaraan

Selanjutnya kamu akan melakukan tes fisik kendaraan. Tes ini dilakukan oleh petugas SAMSAT. Setelah petugas SAMSAT selesai melakukan pemeriksaan tes fisik kendaraan, nantinya kamu akan diberikan hasil tes fisik berupa Nomor Rangka dan Nomor Mesin Kendaraan. Selanjutnya berikan hasil tes tersebut bersama dengan berkas yang kamu bawa kepada petugas loket tes fisik kendaraan. Di sini kamu akan mengeluarkan biaya Rp30 ribu. Tunggu petugas loket melakukan verifikasi. Kalau sudah berhasil diverifikasi, petugas akan menyerahkan kembali berkas dan hasil tes fisik. Untuk hasil tes fisik, kamu harus memfotokopinya terlebih dahulu sebelum lanjut ke proses selanjutnya.

  • Pendaftaran Balik Nama STNK

STNK (Sumber: birojasa-stnk-bpkb-jakarta.blogspot.com)

Setelah tes fisik berhasil dilakukan dilakukan, kamu harus mendatangi loket pendaftaran balik nama. Berikan semua berkas kepada petugas loket balik nama, baik itu fotokopi KTP, BPKB, STNK, kwitansi pembelian, dan hasil tes fisik kendaraan. Setelah petugas loket balik nama memeriksa semua berkasmu, nantinya kamu akan diberikan tanda terima kalau pengajuan STNK milikmu sedang diproses. Petugas juga akan mengembalikan semua berkas kecuali STNK asli dan fotokopi. Pada proses ini, kamu diharuskan untuk membayar biaya sebesar Rp30 ribu dan akan diminta utuk datang kembali pada hari yang telah ditentukan untuk mengambil STNK yang baru atas namamu.

  • Datang ke kantor SAMSAT

Setelah menunggu beberapa hari, kamu bisa datang pada waktu yang telah ditentukan. Langsung datangi loket balik nama dan berikan tanda terima yang kemarin diberikan kepadamu beserta KTP asli, BPKB asli, kwitansi pembelian, dan hasil tes fisik kendaraan. Di sini kamu diharuskan membayar sejumlah dana agar bisa mendapatkan STNK yang baru.

Ada biaya PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sebesar Rp300 ribu, BBN KB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) Rp200 ribu, biaya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) Rp35 ribu, biaya administrasi STNK Rp25 ribu, biaya administrasi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan bermotor) Rp60 ribu. Jika ditotal secara keseluruhan maka jumlah dana yang harus dibayarkan kepada petugas yakni sekitar Rp620 ribu. Nominal ini belum termasuk denda jika ada keterlambatan pembayaran sebelumnya. Jadi pastikan untuk membawa uang lebih.

  • Datang ke Polda

Polda (Sumber: amazonaws.com)

Setelah melakukan pembayaran, maka kamu akan langsung diberikan STNK yang baru. Tapi proses ini belum selesai karena masih ada BPKB yang juga harus diurus. Untuk mengurus BPKB ini, kamu tidak bisa mengurusnya di kantor SAMSAT, tetapi harus datang ke Polda. Bagi yang berdomisili di daerah DKI Jakarta, kamu bisa datang ke Gedung Biru Ditlantas Polda Metro Jaya yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 217, Senayan, Kebayoran Baru. Jangan lupa untuk membawa fotokopi KTP, fotokopi STNK yang baru, fotokopi hasil tes fisik kendaraan, fotokopi kwitansi pembelian motor, BPKB asli dan fotokopinya.

  • Membayar Biaya Balik Nama BPKB dan Serahkan Berkas

Datangi loket balik nama BPKB yang ada di Polda dan kamu akan diberikan nomor antrian dan formulir Bea Balik Nama BPKB. Kamu harus mengisi formulir tersebut dengan teliti dan jangan sampai ada yang terlewat. Jadi lakukan cek dua kali ya! Setelah selesai mengisi formulir, kamu harus melakukan pembayaran sebesar Rp80 ribu di loket pembayaran BRI yang sudah tersedia di sana.

Kalau sudah melakukan pembayaran, fotokopi terlebih dahulu bukti pembayaran dan tempelkan pada formulir pendaftaran dan berikan kepada petugas loket balik nama BPKB bersama dengan semua berkas yang telah kamu siapkan sebelumnya. Petugas loket balik nama BPKB nanti akan memberikan tanda terima yang di dalamnya terdapat tanggal pengambilan BPKB yang baru. Simpan baik-baik tanda terima tersebut dan juga bukti pembayaran yang asli karena akan digunakan sebagai syarat untuk mengambil BPKB baru.

  • Ambil BPKB yang Baru

Di tanggal yang sudah ditentukan, kamu bisa datang lagi ke Polda untuk mengambil BPKB yang baru. Ambil nomor antrian terlebih dahulu dan tunggu nomormu dipanggil. Serahkan tanda terima bersama dengan bukti pembayaran, dan fotokopi KTP kepada petugas loket. Setelah proses ini selesai, maka kamu akan diberikan BPKB baru yang sudah jadi.

Sediakan Biaya Balik Nama Motor dan Sisihkan Waktu Luang

Biaya Balik Nama Motor (Sumber: beritagar.id)

Setelah membaca rincian proses di atas, kamu jadi tahu kalau harus menyediakan biaya setidaknya Rp620 ribu yang ditambah dengan biaya pengecekan fisik kendaraan Rp30 ribu, biaya balik nama STNK Rp30 ribu, dan biaya balik nama BPKB Rp80 ribu. Jika ditotal maka jumlahnya adalah Rp760 ribu. Bawalah uang lebih untuk berjaga-jaga kalau ternyata ada kenaikan biaya atau ada biaya tambahan lainnya. Jangan lupa juga untuk menyisihkan waktu luang karena proses serta prosedur biaya balik nama motor ini dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kamu harus selalu bersabar.

Semoga dengan adanya informasi di atas, kamu bisa mengurus biaya balik nama motor dengan lancar.