Kuliah kedokteran selalu menjadi primadona di setiap universitas negeri maupun swasta di Indonesia. Para calon mahasiswa berbondong-bondong mendaftarkan dirinya ke jurusan kedokteran. Nah, untuk kamu yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa kedokteran, simak fakta-fakta berikut ini yuk!

Kedokteran adalah salah satu jurusan yang diminati saat melanjutkan pendidikan. Jurusan yang satu ini terkenal keren, tapi juga terkenal susah masuknya dan mahal biayanya. Nah, tidak heran mahasiswa kedokteran sering dikagumi banyak orang.

Kuliah kedokteran sudah pasti menjadi kebanggan tersendiri. Ada beragam alasan yang menjadi motif para calon mahasiswa untuk mendaftar ke fakultas kedokteran, tapi sayangnya masih banyak yang memilih untuk kuliah di jurusan ini tanpa memikirkan tentang proses-proses yang akan dihadapi selama menuntut ilmu. Nah, sebelum mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa kedokteran, intip fakta-fakta berikut ini yuk, Sobat!

Fakta-Fakta tentang Mahasiswa Kedokteran

1. Susah

Ujian Ujian di Fakultas Kedokteran! (tarian-jemarii.blogspot.com)

Fakta pertama sebagai mahasiswa kedokteran yaitu bahwa kuliah kedokteran itu susah. Memang kuliah kedokteran itu tidak  banyak hitungannya. Namun, walaupun begitu kita masih harus menghafal nama latin anatomi/struktur tubuh yang banyak sekali. Selain itu, kita juga masih harus mengerti dengan gambaran abstrak histologi (jaringan) tubuh di mikroskop yang tak berbentuk. 

Sebagai mahasiswa kedokteran, kamu tidak hanya mempelajari apa yang terlihat dari luar seperti mata, kulit, telinga tetapi kamu juga akan mempelajari yang tidak terlihat seperti jantung, usus, rahim dan banyak lagi dari mulai anatomi, histologi dan fisiologinya. Bahkan, kamu juga harus mempelajari tentang sel, yang merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. Bukan hanya tentang sel tapi bagaimana cara sel itu berkomunikasi sampai tingkat gen dan DNA yang lebih kecil dan pastinya sulit sekali. 

Selain itu, kamu dituntut tidak hanya harus jago pada teori tapi di praktik/skill. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik, melakukan pemeriksaan dengan benar, bersikap ramah dan penolong. Detail sangat penting di kedokteran. Walaupun susah, kalau kamu serius mempelajarinya, kita pasti bisa kok!

Baca juga: Hari Anti Narkoba Sedunia 2019: Millennials, Yuk Jauhi Narkoba!

2. Sibuk

Daftar Mata Kuliah Jurusan Kedokteran (biofar.id)

Sebagai mahasiswa kedokteran kamu pasti akan sangat sibuk sekali dengan kehidupan akademik yang tidak ada habisnya. Mulai dari pretes, postes, responsi (ujiannya praktikum), turun ke puskesmas, Ujian Blok, Ujian Skill atau OSCE. 

Jika kamu tipe mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) dengan kehidupan akademik yang seperti itu saja sudah sibuk sekali apalagi jika kamu tipe mahasiswa yang aktif di kegiatan organisasi. Punya waktu santai bersama keluarga saja sangat langka, apalagi untuk kumpul-kumpul bertemu teman-teman. Mereka pasti susah untuk diajak janjian bertemu. 

Tapi tenang, Sobat! Perlahan kamu akan terbiasa dan mulai bisa mengatur jadwalmu seiring bertambah dewasanya kamu. Kuncinya adalah pengaturan jadwal dan perencanaan.

3. Mahal

Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Bisa Kamu Pilih (ceramahmotivasi.com)

Ya, kuliah kedokteran memang mahal Sobat. Uang Kuliah Tunggal (UKT) fakultas kedokteran biasanya paling mahal dibanding fakultas lain. Ada yang belasan juta bahkan puluhan juta. Belum lagi kalau di kampus swasta. Kalau uang kuliah selama di kedokteran dijumlahkan pasti bisa untuk beli 1 unit mobil keren, lho!

Tapi tidak semua mahal kok. Apalagi sekarang ada penggolongan UKT. Selain itu, bagi yang masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga ada program bantuan beasiswa BIDIK MISI dari pemerintah yang justru malah bisa dapat uang saku setiap bulan. 

Baca juga: Mengalami 7 Hal Ini? Tandanya Kamu Butuh Cari Pekerjaan Baru

4. Lama

Apa Saja Tugas Dokter yang Tidak Boleh Dikerjakan Perawat? (www.klikdokter.com)

Jenjang kuliah di kedokteran itu tidak hanya teori atau kuliah sekitar 4 tahun kemudian lulus. Tidak semudah itu, Sobat! Masih ada kuliah preklinik alias teori alias kuliah biasa pada umumnya itu sekitar 3,5 atau 4 tahun mungkin juga ada yang lebih. 

Preklinik selesai, kamu masih baru berstatus S.Ked (Sarjana Kedokteran). Untuk mendapatkan gelar sebagai dr. (dokter), kamu masih perlu koas atau praktik di rumah sakit selama 1,5 atau 2 tahun, mengaplikasikan teori selama preklinik yang kamu pelajari. Setelah koas selesai, kamu akan disumpah dan diberi gelar dokter.

Tidak hanya itu, untuk bisa praktik di rumah sakit masih ada lagi yang wajib kamu lakukan yaitu Internship. Jadi untuk jadi dokter umum saja, butuh waktu sekitar 6 tahun. Belum lagi kalau mau ambil spesialis, masih perlu sekolah lagi bertahun-tahun tergantung spesialisasi apa yang diambil. Spesialis  tulang misalnya sekolahnya 5 tahun, spesialis anak 4 tahun, radiologi 2 tahun dan lain-lain tergantung universitasnya.

5. Seru

Kemenkes: Program Distribusi Dokter Spesialis Masih Tunggu Perpres (tirto.id)

Walaupun susah, menguras waktu, tenaga dan materi tapi kamu patut berbangga kuliah di kedokteran. Kuliah di kedokteran itu seru sekali. Berbeda dengan fakultas-fakultas lain yang pada umumnya sama saja antar fakultas.

Dari mulai sistemnya sks saja sudah berbeda. Misal saja beberapa universitas sistem pembelajarannya itu Blok. Jadi bukan per mata kuliah atau per sks. Blok terdiri dari beberapa mata kuliah dan praktikum. 1 blok lamanya bisa 3 minggu atau 4 minggu. Blok ini berdasarkan sistem organ tertentu atau spesialisasi tertentu. Misal Blok Jantung, Blok Mata, Blok Sistem Genitalia, Blok Endokrin, Blok Psikiatri dan lain-lain. Ujiannya pun sesuai dengan Blok, ujian praktikum alias responsi (beserta pretes dan postesnya), ujian Skill dan beberapa tambahan lainnya.

Selain itu, di kedokteran itu kita mempelajari tentang diri kita sendiri. Betapa luar biasanya tubuh kita. Di anatomi misalnya hampir semua struktur tubuh dari mulai cekungan, tonjolan, lubang itu ada nama latinnya. Di anatomi kita juga belajar dari Cadaver alias mayat. Para mayat adalah guru kita. Dari jasad mereka kita bisa melihat bentuk otot-otot, bisa menggenggam jantung yang besarnya hanya sekepalan tangan saja padahal fungsinya vital bahkan memegang rahim yang kecil sekali padahal kita sebelum lahir ke dunia pernah tumbuh dan berkembang disana. Rasanya ketika melihat itu tidak menyangka itu semua mungkin terjadi.

Belum lagi kita akan belajar mikrobiologi, belajar tentang mikroorganisme bahwa ternyata jumlah mereka ada ribuan bahkan di telapak tangan kita. Belajar di Fisiologi juga sangat seru. Kamu akan mengetahui mengapa kita semangat di pagi hari dan kurang bersemangat di malam hari, mengapa kalau di malam hari penglihatan seperti tidak terlalu jelas dan masih banyak lagi.

Keseruan lain yang luar biasa akan kamu rasakan yaitu ketika orang yang sakit berhasil kamu sembuhkan. Rasanya perjuangan kuliah yang sangat luar biasa pun hilang melihat satu kebahagiaan itu. Maka nikmatilah kuliah di kedokteran. Nikmatilah proses panjang dan lelahnya. Semua akan terbayar dengan indah. 

Baca juga: Ini Lho Akibatnya Kalau Kamu Nggak Perhatian Sama Asupan Makanan

Berusaha dan Semangat!

Semangat calon mahasiswa kedokteran! Jika memang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter kejar dan berusahalah! Jangan khawatirkan tugas, ujian dan apapun rintangannya, semua pasti akan mampu kamu lewati! 

Semoga informasi yang TimiKimi sampaikan dapat menginspirasi dan memberikan sedikit gambaran mengenai kuliah kedokteran, khususnya untuk Sobat calon mahasiswa kedokteran.