Cari Tahu Fakta Tentang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Hari Guru Nasional Ini Yuk!

Tahukah Sobat? Hari ini 25 November diperingati Hari Guru Nasional, lho. Meski buka merupakan hari libur nasional, hari Guru Nasional tidak boleh kita lewatkan. Termasuk melihat sejarah awal mula tercetusnya hari Guru Nasional. Seperti apa sejarah awal Hari Guru Nasional? Simak tentang fakta Hari Guru berikut ini ya.

Hari Guru Nasional merupakan sebuah momen penghargaan atas jasa para guru yang telah ikut mencerdaskan anak bangsa. Penetapan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994. Selain ditetapkan menjadi Hari Guru Nasional, tanggal 25 November juga dijadikan sebagai hari lahir organisasai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ada banyak cara memperingati momen spesial ini.

Nah, dalam rangka memperingati Hari Gurus Nasional, TimiKimi akan mengulas tentang sejarah awal mula tercetusnya dan fakta Hari Guru Nasional. Simak rangkuman fakta-faktanya berikut ini ya, Sobat.

Fakta Hari Guru Nasional: Awal Mula Sejarahnya

1. Awal Perjuangan Guru Zaman Hindia Belanda

Perserikatan Guru Hindia Belanda (PGHB) Sebagai Wadah Organisasi Guru Bumi Putera Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda (1911-1933) (sejarah.upi.edu)

Tahukah Sobat? Awal mula tercetusnya Hari Guru Nasional yang pertama yaitu berawal dari perjuangan para guru di zaman Hindia Belanda. Semangat kebangsaan tidak hanya dimiliki oleh para pejuang yang memegang senjata ketika masa penjajahan. Kaum guru pun punya rasa cinta tanah air agar Indonesia terbebas dari belenggu penjajah. Atas dasar itulah organisasi perjuangan para guru dibentuk. Saat itu nama organisasi tersebut masih Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Sesuai namanya persatuan guru ini dibentuk ketika masa penjajahan Belanda tepatnya pada 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang tidak membedakan status, gelar golongan bahkan gender. Anggotanya pun terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala serta Penilik Sekolah.

Baca juga: Sejarah Hari Sumpah Pemuda Yang Tidak Boleh Kita Lupa

2. Vakum Di Masa Pendudukan Jepang

Setelah berhasil memperjuangkan kesetaraan hak dan posisi dengan pihak Belanda dengan keberhasilan guru Indonesia menjadi kepala sekolah di HIS, perjuangan guru pun semakin berkobar. Puncaknya pada 1932, nama PGHB pun berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini sontak menimbulkan kekagetan dari pihak Belanda. Belanda merasa penggunaan kata “Indonesia” mencerminkan semangat kebangsaan.

Kondisi semacam ini tentu tidak disukai oleh Belanda sebagai penjajah. Sebaliknya, bagi para guru kata “Indonesia” menggambarkan gelora perjuangan mereka membuka jalan ke arah kemerdekaan. Namun, cerita itu sedikit ternoda. Saat penjajahan Jepang segala aktivitas organisasi dilarang. Setali tiga uang, sekolah pun ditutup pada masa itu. Praktis, kegiatan PGI pun berhenti.

3. Mengadakan Kongres Pertama Kali Setelah Proklamasi

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Artinya (www.tribunnews.com)

Fakta hari guru yang berikutnya yaitu setelah vakum tanpa adanya aktivitas di masa penjajahan Jepang, Persatuan Guru Indonesia pun mendapat secercah harapan untuk kembali hidup pasca proklamasi kemerdekaan. Pada 24-25 November 2018, PGI melakukan Kongres Guru Indonesia di Surakarta. Dalam kongres tersebut ada beberapa hal yang disepakati.

Organisasi atau kelompok guru yang masih didasarkan pada aspek perbedaan golongan, tamatan, lingkungan daerah bahkan ras dihapus. Mereka nantinya tergabung dalam satu organisasi yang sama tanpa memperhatikan aspek yang membedakan satu sama lain. Untuk itulah, tepat pada tanggal 25 November 1945 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) resmi berdiri.

Berdirinya PGRI ini bertepatan dengan seratus hari pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ini juga sekaligus menjadi cikal bakal awal mula hari Guru Nasional.

Baca juga: Atlet Indonesia Ini Berhasil Harumkan Nama Bangsa Hingga Tingkat Internasional

4. Dirayakan Setelah Ditetapkan Berdasarkan Keputusan Presiden

Pengabdian guru yang sangat luar biasa kepada masyarakat mendapatkan apresiasi oleh pemerintah Indonesia. Jasa guru dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa inilah yang membuat pemerintah Indonesia menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai hari Guru Nasional. Penetapan hari Guru Nasional ini berdasar pada Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994.

5. Lagu Hymne Guru Diciptakan oleh Seorang Guru dari Siulan

Pencipta lagu Hymne Guru Dapat Penghargaan (www.beritasatu.com)

“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku”. Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan lagu yang satu ini. Lagu berjudul Hymne Guru ini ternyata diciptakan oleh seorang guru dari sebuah siulan.

Sartono, guru kelahiran Madiun menciptakan lagu Hymne Guru dalam keterbatasan alat musik. Meski begitu, lagu ciptaannya berhasil memenangkan lomba cipta lagu pada Hari Pendidikan Nasional tahun 1980. Selain mendapatkan hadiah uang, Sartono mendapat kesempatan untuk studi banding ke Jepang berkat lagu Hymne Guru.

Sartono menghembuskan nafas terakhir pada 1 November 2015 lalu karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

Baca juga: Selamat Hari Bank Indonesia! Sudahkah Kamu Mengenal Seluk Beluk Bank Indonesia? Cari Tahu Yuk!

Selamat Hari Guru Nasional, Jasa-Jasamu Akan Selalu Dikenang Selalu

Peran guru telah nyata memberikan dampak pada kita semua. Tanpa sentuhan dan didikan mereka mungkin kita tidak dapat menjadi seperti saat ini. Selamat Hari Guru untuk semua guru di Indonesia. Jangan pernah lelah menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, jasa-jasamu akan kami kenang selalu.