Buku-buku JK Rowling telah menghasilkan miliaran poundsterling, dan film-filmnya menghasilkan lebih banyak uang lagi. Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald, sekuel dari Fantastic Beasts and Where to Find Them ini, baru saja rilis dan sudah tayang di seluruh bioskop di Indonesia. Disebut-sebut juga sebagai prekuel dari seri Harry Potter, film J.K Rowling yang satu ini penuh dengan imajinasi yang berbau sihir.

 

Dari seluruh film Harry Potter yang telah diterbitkan oleh Warner Bros Pictures, TimiKimi akan membahas deretan filmnya mulai dari pendapatan terbesar. Simak ulasannya di bawah yuk

 

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II (2011)

Pendapatan paling besar jatuh kepada Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II yang rilis pada tahun 2011 silam. Film ini menjadi film Harry Potter dengan pendapatan paling besar dan menyentuh angka Rp 17,6 triliun.

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II merupakan film adaptasi dari buku J.K Rowling berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows. Seri ini dibuat ke dalam dua film terpisah.

 

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001)

Film kedua dengan pendapatan fantastis ditempati oleh Harry Potter and the Sorcerer’s Stone yang rilis pada tahun 2001 lalu. Film serial Harry Potter dengan pendapatan kedua terbesar adalah film yang diadaptasi dari buku pertama JK Rowling ini memiliki jumlah pendapatan sebesar Rp 12,7 triliun.

Film ini menceritakan awal mula Harry Potter yang diperankan oleh Daniel Radcliffe, menyadari bahwa ia adalah penyihir yang akhirnya memulai mempelajari sihir di sekolah sihir Hogwarts. Film ini mendapat tiga nominasi di Oscars 2002 untuk kategori Best Costume Design, Achievement in Art Direction, dan Best Original Score.

 

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I (2010)

Film adaptasi buku terakhir bagian pertama ini menempati urutan ketiga dari delapan film Harry Potter dengan pendapatan terbesar yaitu dengan pendapatan sebesar Rp 12,6 triliun. Film ini merupakan film ke-7 dari serial laris Harry Potter dan menjadi film pertama yang dibuat ke dalam dua bagian. Selain berpendapatan besar, film ini juga berhasil masuk nominasi Oscars 2011 untuk kategori Best Art Direction dan Best Visual Effects.

 

Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)

Film kelima dari serial Harry Potter yang berjudul Harry Potter and the Order of the Phoenix berada di urutan ke-empat dengan pendapatan mencapai Rp 12,4 triliun. Berlatang belakang Inggris dan Skotlandia dengan latar interior yang diambil di sebuah studio film di Watford, Inggris, bernama Leavesden Film Studios. Film ke-5 ini merupakan film pertama dari serial Harry Potter yang dirilis di IMAX 3D.

 

Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009)

Pendapatan mencapai Rp 12,3 triliun, film ke-6 Harry Potter and the Half-Blood Prince ini menempati urutan kelima dari daftar delapan film Harry Potter dengan pendapatan terbesar. Mengikuti film sebelumnya, film ini tidak hanya dirilis di bioskop reguler, tetapi juga di IMAX 3D. Film ini mendapat tiga nominasi di dua ajang bergengsi, yaitu Best Cinematography di Oscars 2010, Best Production Design, dan Best Special Visual Effects di BAFTA Awards ke-63.

 

Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)

Urutan ke-6 dari delapan film Harry Potter dengan pendapatan terbesar ditempati oleh film ke-4 dari serial ini yang berjudul Harry Potter and the Goblet of Fire yang rilis 13 tahun silam dengan jumlah pendapatan sebesar RP 11,7 triliun. Film ini merupakan salah satu dari delapan film dalam seri Harry Potter yang mendapat kritik terbaik dan dipuji karena tingkat kematangan yang lebih tinggi, alur cerita, kecanggihan para karakter, sekaligus performa mereka dalam film.

 

Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002)

Urutan selanjutnya ditempati oleh Harry Potter and the Chamber of Secrets dengan pendapatan sebesar Rp11,5 triliun. Film kedua dari seri Harry Potter ini mulai dikerjakan tepat tiga hari setelah rilisnya Harry Potter and the Sorcerer’s Stone dan dirilis satu tahun kemudian. Film ini mendapatkan tiga nominasi di BAFTA Awards ke-56 untuk kategori Best Production Design, Sound, dan Achievement in Visual Effects.

 

Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)

Rilis pada tahun 2004, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban menduduki peringkat terakhir dalam urutan film Harry Potter dengan pendapatan terbesar dengan jumlah pendapatan sebesar Rp10,4 triliun. Film ini merupakan film pertama serial Harry Potter yang dirilis dengan teknologi IMAX dan juga dibuat ke dalam Video Home System atau VHS. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban ini juga merupakan film yang paling banyak diambil di lokasi nyata setelah dua film sebelumnya lebih banyak diambil di dalam studio.

 

Nah Sobat, itu dia deretan film J.K Rowling yang memiliki penghasilan fantastis. Bagaimana Sobat? Sudah nonton Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald di bioskop? Bisa dijadikan agenda untuk akhir pekan ini setelah gajian!

 

Penulis: Indah Sari

 

Picture source: Google