Dalam sebuah bisnis, mengalami kebangkrutan merupakan hal yang pasti semua orang akan mengalaminya. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita bangkit dari kegagalan tersebut. Nah, kali ini TunaiKita akan membahas cara mengatasi bisnis nyaris bangkrut. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini ya!

Dalam dunia bisnis, ada saat sebuah bisnis mengalami masa kejayaannya, tetapi karena perubahan zaman atau goncangan ekonomi, memaksakan suatu keadaan dimana bisnis yang pernah mapan tersebut, akhirnya semakin hari semakin merosot dan akhirnya menghadapi situasi dimana bisnis tersebut sangat dekat dengan kebangkrutan.

Sebagai seorang pengusaha, kamu tentu telah memperhitungkan risiko bisnis bangkrut. Pemasukan lebih sedikit ketimbang pengeluaran, bukannya untung malah buntung. Seperti itulah bisnis, kadang di atas kadang di bawah. Tagihan hutang yang membludak di awal-awal perusahaan berdiri, hingga ketidakpastian dana dari investor yang bisa bikin sakit kepala para pengusaha dan berujung kebangkrutan dalam bisnisnya.

Jika semuanya tidak sesuai ekspektasi, opsi terburuknya ya bangkrut alias gulung tikar. Tenaga yang telah dikerahkan untuk membangun perusahaan, menjadi sia-sia. Lalu, bagaimana cara mengatis bisnis nyaris bangkrut? Apa yang harus dilakukan? Berikut ulasannya.

Baca juga: Punya Brand Dan Bingung Cari Logo? Ini Alasan Kenapa Pembuatan Logo Itu Mahal

Bisnis Nyaris Bangkrut? Begini Cara Mengatasinya

Tips Bangkit Ketika Bisnis Bangkrut (www.suara.com)

Sebelum kamu mencari tahu bagaimana cara mengatasi bisnis yang akan bangkrut. Kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan bisnis tersebut mengalami kebangkrutan. Berikut faktor-faktor yang bisa menyebabkan bisnis mengalami kebangkrutan:

  • Kurangnya kapitalisasi dana. Kurangnya dana dapat menyebabkan bisnis gulung tikar. Beroperasi di luar kemampuan bukanlah cara menjalankan bisnis dengan benar. Operasi bisnis dapat terhenti tanpa dana yang memadai.
  • Kurangnya inovasi. Pengusaha diharapkan untuk menciptakan produk atau layanan yang membantu membuat hidup konsumen lebih mudah. Di saat-saat ketika segala sesuatu berjalan dinamis, bisnis yang gagal mengikuti tren dan permintaan pasar yang berubah-ubah bisa menyebabkan kebangkrutan.
  • Menempatkan kepercayaan pada orang yang salah. Mempekerjakan orang yang tepat untuk bisnismu dapat membuat kemajuan yang signifikan. Tentunya, karyawan dapat membantu membuat bisnis berkembang. Jadi, pekerjakan orang yang dapat menambah nilai bagi perusahaan. Jika kamu menaruh kepercayaan pada orang yang salah, mereka hanya akan menyeret bisnis milikmu kepada kebangkrutan.
  • Pengelolaan dana yang salah. Beberapa bisnis menghabiskan lebih banyak pengeluaran daripada yang mereka hasilkan. Pengeluaran yang tidak direncanakan dan salah urus dana dapat menyebabkan bisnismu tenggelam.
  • Terlalu banyak berhutang. Meminjam dana dari kreditur seperti bank dan lembaga pemberi pinjaman adalah hal biasa. Namun, meminjam terlalu banyak dana dan lupa menilai apakah kamu dapat membayar kembali atau tidak adalah kesalahan besar. Kamu mungkin menggunakan pinjaman bisnismu untuk mendanai kegiatan operasional bisnismu. Tetapi, tanpa proyeksi penjualan yang tepat, kamu mungkin tidak dapat membayar hutang tepat waktu.

Selain itu, bisnis bangkrut bisa diminimalisir dengan beberapa langkah. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari bisnis dari kebangkrutan, di antaranya:

1. Coret Pengeluaran yang Tidak Penting

Tips Cara Gampang Kelola Arus Kas Perusahaan (entrepreneursquad.id)

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan bisnis bangkrut yaitu dengan memangkas pengeluaran. Saat pemasukan sedang seret-seretnya, tidak pas rasanya kalau bisnismu malah terus menggenjot pengeluaran.

Usahakan untuk memangkas pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan. Contohnya, bisa memotong acara makan-makan rutin bulanan sekantor, memotong fasilitas gym yang diberikan perusahaan untuk karyawan atau sekadar memotong langganan TV streaming untuk perusahaan. Pangkas semaksimal mungkin pengeluaran-pengeluaran yang kira-kira tidak memiliki dampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Pisahkan Tabungan Pribadi Dan Bisnis

2. Jual Aset yang Tidak Dibutuhkan Lagi

Tips Bisnis: 4 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Bikin Usahamu Jatuh Bangkrut (bisnisukm.com)

Semua bisnis tentu memiliki aset penunjang. Bentuknya pun bermacam-macam, bisa berupa, kendaraan, alat elektronik, sampai properti. Demi mengurangi beban operasional dan menambah dana segar untuk bisnismu, kamu bisa menjual aset yang sudah tidak lagi digunakan. Misal kendaraan operasional kantor yang jarang sekali digunakan.

5 Alasan Kenapa Melunasi Utang Menjadi Sangat Sulit (magazine.job-like.com)

Untuk memperlambat kebangkrutan terjadi, kamu bisa utamakan pengeluaran untuk membayar hutang-hutang bisnis dahulu. Prioritaskan membayar hutang yang memiliki bunga tertinggi. Tapi, bukan berarti kamu harus mengesampingkan kreditor dengan bunga rendah ya, Sobat.

4. Lihat Rencana Beberapa Tahun Sebelumnya

Kenali 4 Langkah Jitu dalam Membuat Perencanaan Bisnis (www.dbs.com)

Bisnis bangkrut adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh pengusaha manapun. Tapi salah satu penyebabnya bisa terjadi karena tidak konsistennya kegiatan bisnis terhadap rencana yang telah disusun sejak awal.

Sikap tidak konsisten ini bisa membuat pengeluaran tiba-tiba membludak, karena proses bisnis yang berubah-ubah. Alhasil, harusnya cuma keluar sekian ratus juta, jadi sekian miliar. Cobalah untuk melihat rencana bisnis beberapa tahun belakangan. Cocokkan kembali antara rencana tersebut dengan apa yang perusahaanmu lakukan saat ini. Apabila ada yang tidak cocok, segera hentikan, dan kembali fokus terhadap rencana awal.

5. Terapkan Prinsip Pareto Sesuai dengan Tingkat Kedaruratannya

Pinterest

Prinsip Pareto (juga dikenal dengan aturan 80-20) menyatakan bahwa untuk banyak kejadian, sekitar 80 persen daripada efeknya disebabkan oleh 20 persen dari penyebabnya. Contohnya:

  • 80 persen dari keluhan pelanggan muncul dari 20 persen dari produk atau jasa.
  • 80 persen dari keterlambatan jadwal timbul dari 20 persen dari kemungkinan penyebab penundaan.
  • 20 persen dari produk atau jasa mencapai 80 persen dari keuntungan.
  • 20 persen dari tenaga penjualan memproduksi 80 persen dari pendapatan perusahaan.
  • 20 persen dari cacat sistem menyebabkan 80 persen masalah.

Dengan menggunakan prinsip ini maka usaha atau bisnis yang kamu miliki dapat memusatkan perhatian pada yang terpenting, sehingga setiap keputusan-keputusan yang dibuat menjadi efektif dan efisien.

6. Belajar dari Kegagalan

Bisa Menerima Kegagalan Penting dalam Kesuksesan Bisnis Startup (dailysocial.id)

Mengalami kegagalan adalah hal yang terberat dalam hidup. Akan tetapi ingatlah tanpa kegagalan mungkin kita tidak akan pernah belajar. Dengan sebuah kegagalan, itu sebuah tanda yang diberikan Tuhan kepada kita agar terus belajar untuk menjadi orang yang lebih besar dari sekarang.

Baca juga: Ingin Menjadi Pengusaha Sukses? Hindari Memikirkan Hal Ini

Jangan Menyerah dan Terus Berusaha

Ketika masalah muncul dalam bisnismu, menutup mata dan berharap masalah tersebut entah bagaimana akan hilang dengan sendirinya tampak seperti pilihan yang mudah. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mengabaikan masalah sangat jarang menghasilkan hasil yang baik. Sebaliknya, itu cenderung membuat segalanya menjadi lebih buruk. Jika jalan di depan tiba-tiba tampak berbatu dan tidak mulus, tetap hadapi dan atasi masalahnya. Coba bersikap terbuka dan jujur ​​dengan tim. Diskusikan dan buat rencana untuk mencari solusi atas permasalahn bisnismu. Selamat mencoba!