Kamu Baru Bisa Ajukan Pinjaman Online Pribadi Jika Sudah Lakukan 6 Hal Ini!

Pinjaman Online Pribadi

Pinjaman online pribadi sering menjadi solusi saat sedang butuh dana mendesak. Tapi sebelum mengajukannya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Kamu pastinya sudah sering mendengar pinjaman online pribadi yang sedang ramai diperbincangankan saat ini. Hal ini dikarenakan pinjaman online pribadi bisa dijadikan sebagai solusi atau penolong di saat kita sedang dalam keadaan butuh dana yang sifatnya segera. Misalkan saja saat harus membayar biaya rawat inap di rumah sakit, biaya uang masuk sekolah anak, biaya renovasi rumah akibat bencana alam, hingga memperbaiki kendaraan yang rusak akibat kecelakaan.

Meski termasuk dalam situasi ekonomi yang berkecukupan, tapi pada kenyataannya rata-rata masyarakat Indonesia cenderung tidak memiliki tabungan, dana cadangan, atau asuransi yang bisa menolong saat terkena resiko dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah begini, maka pinjaman online pribadi akan menjadi solusinya.

Mengenal Pinjaman Online Pribadi

Ambil Pinjaman Online (www.telegraph.co.uk)

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pinjaman online pribadi, kamu harus terlebih dulu mengenai apa itu pinjaman online pribadi. Pinjaman online pribadi merupakan salah satu jenis pinjaman yang memberikan dana kepada per orang secara online sehingga bisa kamu lakukan kapan saja dan di mana saja tanpa perlu datang langsung ke kantor penyedia pinjaman. Untuk penyedia pinjaman online pribadi bisa berupa bank atau perusahaan fintech.

Keduanya memiliki ketentuan masing-masing yang berbeda, mulai dari jumlah pinjaman, jangka waktu peminjaman, bunga, dan juga syarat serta dokumen pengajuan yang diminta. Jika dilihat secara umum, rata-rata untuk jumlah pinjaman uang online yang diberikan oleh bank lebih besar dibanding perusahaan fintech karena jumlahnya bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran.

Tapi tentu saja untuk mendapatkan pinjaman online pribadi dari bank membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding perusahaan fintech yang bisa mencairkan dana pinjamanmu dalam waktu 1-7 hari kerja saja. Ditambah lagi, persyaratan yang diberikan oleh perusahaan fintech tidaklah sebanyak dan serumit persyaratan yang diberikan oleh bank. Inilah alasan kenapa masyarakat Indonesia saat ini lebih tertarik untuk mengajukan pinjaman online pribadi melalui situs fintech.

6 Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Mengajukan Pinjaman Online Pribadi

Meski menawarkan banyak kemudahan, lantas bukan berarti kamu bisa mengajukannya begitu saja tanpa adanya persiapan yang matang. Tak jarang ada orang yang pengajuannya ditolak atau merasa menyesal telah mengajukan pinjaman online pribadi di satu tempat karena merasa ada tempat yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, kamu baru bisa melakukan pinjaman online pribadi jika telah melakukan keenam hal yang ada di bawah ini:

1. Mencari Penyedia Pinjaman yang Aman dan Terpercaya

Memilih Penyedia Pinjaman (Sumber: www.usatoday.com)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyedia pinjaman tepat yakni yang aman dan terpercaya. Ada banyak penyedia pinjaman online pribadi yang saat ini ada di pasaran, tapi tidak semuanya aman. Kamu pasti sudah sering mendengar kasus maraknya terjadi penipuan online yang mengatasnamakan pinjaman online pribadi. Lantas bagaimana cara memilihnya?

Pastikan terlebih dahulu kalau penyedia pinjamanmu sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Penyedia pinjaman online pribadi yang sudah terdaftar di OJK bisa dipastikan aman karena diawasi dan beroperasi sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu contoh penyedia pinjaman online pribadi yang sudah terdaftar di OJK adalah TunaiKita.

2. Pilih yang Memberikan Bunga yang Bersahabat

Bunga yang Dikenakan (Sumber: www.nu.or.id)

Jika sudah mencari penyedia pinjaman online pribadi yang aman dan terpercaya. Kini saatnya kamu mencari penyedia pinjaman online pribadi yang bisa memberikan bunga bersahabat alias bunga yang rendah. Untuk itulah kamu perlu membandingkan lebih dari satu penyedia pinjaman online pribadi. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan penawaran bunga yang terbaik. Ingat, ada beberapa penyedia yang membedakan bunga berdasarkan nominal pinjaman. Semakin besar nominal pinjaman, biasanya semakin ringan bunga yang diberikan. Jadi kamu harus jeli memperhatikannya.

3. Memilih Masa Tenor yang Tepat

Masa Tenor (www.wanista.com)

Selanjutnya adalah memilih masa tenor atau jangka waktu peminjaman yang tepat. Kenapa masa tenor harus diperhatikan? Bukan bunga saja yang bisa mempengaruhi nominal cicilan per bulan, tapi juga masa tenor yang dipilih. Jika kamu tidak memilih masa tenor yang tepat, bisa jadi nantinya kamu akan kesulitan dalam melakukan pembayaran cicilan karena jumlahnya tidak bisa kamu penuhi.

Semakin lama masa tenor, semakin sedikit jumlah angsuran per bulan yang harus dibayar. Tapi total keseluruhan hutang sudah pasti akan menjadi lebih besar. Kebalikannya jika kamu memilih masa tenor singkat yang angsurannya lebih besar tapi jumlah total keseluruhan hutang jadi lebih sedikit karena bunga yang harus dibayarkan juga lebih sedikit.

Baca juga: Perlu Tahu! Kelebihan Dan Kekurangan Pinjaman Tanpa Agunan Online

4. Menyiapkan Syarat Dokumen

Mengecek Dokumen (Sumber: www.jpost.com)

Pinjaman online pribadi memiliki proses pengajuan yang mudah karena syaratnya tidaklah ribet. Tapi bukan berarti kamu bisa mengajukannya tanpa perlu persiapan terlebih dahulu. Ada banyak kasus penolakan pinjaman online pribadi yang terjadi hanya karena syarat dokumen tidak lengkap. Jadi persiapkan syarat dokumen dengan baik.

Biasanya pinjaman online pribadi hanya mensyaratkan lima hal utama, yakni KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji, rekening koran, dan rekening bank milik pribadi. Tapi jika kamu mengajukan pinjaman online pribadi melalui TunaiKita, maka syarat yang harus disiapkan hanya tiga, yakni KTP, NPWP, dan nomor rekening bank lokal seperti BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Mega, Bank Danamon, dan Bank Permata.

5. Melakukan Simulasi Perhitungan

Lakukan Perhitungan Bunga (www.thebalance.com)

Hal berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah melakukan simulasi perhitungan terlebih dahulu. Ada dua simulasi perhitungan yang perlu kamu lakukan, yakni perhitungan rasio hutang pribadi untuk mengetahui berapa dana yang bisa kamu sisihkan per bulannya dan satu lagi adalah perhitungan hutang pinjaman online pribadi untuk mengetahui berapa nominal pinjaman per bulan yang harus kamu bayarkan.

TimiKimi akan memberitahu cara mudah menghitungnya:

  • Perhitungan Rasio Hutang Pribadi

Untuk rasio hutang pribadi yang aman tidak boleh melebihi 30% dari jumlah penghasilan bulanan. Hutang yang dimaksud di sini adalah semua jenis hutang, baik itu hutang kartu kredit, cicilan hp, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), dan lain sebagainya.

Jadi misalkan saja penghasilan bulananmu Rp10 juta, maka rasio hutangmu tidak boleh melebihi angka Rp10 juta x 30% = Rp3 juta. Jika kamu per bulannya sudah mengeluarkan dana untuk membayar cicilan hutang hingga Rp3 juta, maka lebih baik selesaikan atau lunasi terlebih dahulu hutang-hutang tersebut sebelum mengajukan pinjaman online pribadi.

  • Perhitungan Hutang Pinjaman Online Pribadi

Menghitung Pinjaman Online Langsung Cair (Sumber: www.creditcardscanada.ca)

Simulasi perhitungan kedua yang perlu dilakukan adalah perhitungan hutang pinjaman online pribadi untuk menentukan berapa cicilan per bulan yang harus kamu bayarkan berdasarkan masa tenor yang dipilih. Misalkan saja kamu akan mengambil pinjaman online pribadi sebesar Rp10 juta dengan bunga per bulan 2% dan masa tenor yang diambil 6 bulan. Maka perhitungannya menjadi seperti ini:

Baca juga: Pinjaman Online Langsung Cair Tanpa Ribet Cukup Dengan Tiga Syarat

Cicilan Pokok: Rp10 juta : 6 bulan = Rp1,7 juta

Bunga Per bulan: Rp10 juta x 3% = Rp300 ribu

Maka jumlah angsuran yang perlu dibayar adalah Rp1,7 juta + Rp300 ribu = Rp2 juta

Tapi jika kamu mengambil masa tenor yang lebih pendek. Misalkan saja 4 bulan, tentu perhitungannya akan berbeda.

Cicilan Pokok: Rp10 juta : 4 bulan = Rp2,5 juta

Bunga Per bulan: Rp10 juta x 3% = Rp300 ribu

Maka jumlah angsuran per bulan menjadi Rp2,5 juta + Rp300 ribu = Rp2,8 juta

Terlihat bukan perbedaannya jika kamu mengambil masa tenor yang berbeda?

6. Pastikan Koneksi Internet Stabil

Bijak Mengajukan Pinjaman Online (Sumber: www.shape.com.sg)

Berhubung semua proses pengajuan dilakukan secara online, maka sudah pasti kamu harus memastikan kalau jaringab internet yang kamu miliki stabil. Jangan sampai hanya karena internet lemot, proses pengisian data dan upload dokumen bisa terganggu karena jika sampai terjadi hal seperti itu, maka mau tak mau kamu harus mengulanginya dari awal kembali.

Setelah melakukan dan mempersiapkan keenam hal di atas, kini saatnya kamu bisa mulai mengajukan pinjaman online pribadi. Semoga pengajuan pinjamanmu diterima ya Sobat!