Jika bukan kita, siapa lagi yang bisa menjaga kelestarian lingkungan?

 

Pohon merupakan bagian dari bumi yang memiliki andil besar dalam mencegah terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir. Sebagaimana yang kita ketahui, pohon memiliki akar yang besar dan memungkinkan untuk menyerap air dalam jumlah yang besar juga.

 

Selain itu, dengan menjaga hijaunya alam, kita sudah berpartisipasi dalam menjaga kelestarian keturunan dari hayati dunia agar tidak punah.

 

Menanam Pohon = Menghindari Bencana Alam

Mengingat tingkat bencana alam seperti banjir dan longsor belakangan ini seringkali melanda Ibu Kota dan kota-kota lainnya di Indonesia. Langkah pemerintah untuk menyelenggarakan konservasi sebenarnya sudah benar dan tepat. Akan tetapi, ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang senang menabang pohon untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

Harus kita pahami, dengan kembali menanam pohon dan kembali menghijaukan alam, kita akan terhindar dari bencana alam, terutama banjir. Hal ini dikarenakan pohon mampu menyerap air dalam jumlah yang besar. Coba bayangkan jika jumlah pohon semakin berkurang, tidak akan ada lagi yang bisa menampung dan menyerap air yang ujung-ujungnya akan terjadi banjir dan memberikan dampak luar biasa kepada kita semua.

 

Manfaat Menanam Pohon

Pohon memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, masih banyak dari kita yang kurang bahkan tidak peduli akan manfaat dari keberadaan pohon. Di artikel kali ini, TimiKimi akan membahas tentang manfaat yang akan kita peroleh jika kita ikut berpartisipasi dalam menanam pohon dan kembali menghijaukan alam.

 

  1. Pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya perlindungan dari terik sinar matahari, angin kencang, dan sebagai peredam suara.
  2. Pohon dapat menghasilkan Oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan dapat menyerap Karbondioksida yaitu udara hasil pembuangan sisa pembakaran. Oleh karena itu, pohon sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan manusia.
  3. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan
  4. Pohon dapat menurunkan suhu setempat sehingga udara sekitarnya akan terasa sejuk.
  5. Sebagai tempat hidup binatang. Di lingkungan yang banyak pohonnya, satwa akan hidup dengan tenang.
  6. Pohon atau tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Oleh karena itu, dengan adanya banyak pohon pada suatu tempat akan menjadikannya sebagai daerah resapan atau tempat persediaan air tanah.
  7. Pohon dapat menciptakan keindahan dan suasana yang nyaman. Suatu bangunan tanpa diimbangi dengan pohon akan terlihat gersang, sebaliknya jika ditanami pohon akan terlihat hijau, indah, dan asri.
  8. Akar pohon dan tanah merupakan suatu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.

 

Hari Menanam Pohon Indonesia

Pada tanggal 28 November 2008 silam, Presiden RI mencanangkan Hari menanam Pohon Indonesia tanggal 28 November dan Bulan menanam nasional, bertempat di areal Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Cibinong. Pada kesempatan tersebut presiden menanam Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) dan Ibu Negara menanam Sukun (Artocarpus Communis), sebagai tanda dimulainya penanaman serentak 100 juta pohon untuk tahun 2008 di seluruh Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin membuat tradisi menanam pohon bagi masyarakat Indonesia. Selain menjadikan 28 November sebagai hari menanam, SBY juga menjadikan Desember sebagai bulan menanam Nasional. Penetapannya dituangkan dalam Keputusan Presiden Indonesia No.24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan strategi bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan,serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan.

 

Penanaman secara simbolis oleh Presiden dan para undangan ditanam 217 bibit/pohon dengan jenis: nyamplung, buni, sukun, rambutan, kluwek, nyawai, kokoleceran, mahoni, asam jawa, pulai, suren, salam, durian, pala, ki hujan, kenari, kemiri dan kemang.

 

Penulis: Indah Sari

 

Picture Source: Google