Sebagai manusia, kita tidak selalu dihadapi oleh situasi yang selalu baik. Ada masanya dimana kita akan menghadapi situasi dan kondisi sulit seperti jatuh sakit, kecelakaan, musibah dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa menimpa siapa saja. Termasuk rekan-rekan terdekat kita.

 

Sudah menjadi hal yang wajar bagi kita untuk memberi bantuan keuangan pada teman dekat atau kerabat apabila mereka terjebak di dalam kondisi yang seperti ini. Akan tetapi, tidak sedikit dari kita yang kadang merasa enggan untuk membantu apalagi meminjamkan uang.

 

Sebenarnya tidak ada salahnya lho Sobat memberikan bantuan finansial sebagai bentuk dukungan untuk orang-orang tersayang. Akan tetapi, sebisa mungkin kamu menghindari hal-hal di bawah ini.

 

Buat Perjanjian yang Jelas

Ketika meminjamkan uang kepada teman atau saudara, penting untuk kamu membuat perjanjian yang jelas untuk memastikan bahwa uangmu dikembalikan. Sebaiknya kamu membuat perjanjian tertulis yang mencatat besaran utang, persyaratan pembayaran, batas waktu pembayaran, dan adanya bunga. Dengan adanya perjanjian ini, kamu memiliki senjata dan bukti nyata jika saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kamu juga bisa mengambil langkah ekstra dan meminta pengacara atau notaris menandatangani dan mensahkan perjanjian tersebut. Ini mungkin terasa aneh untuk kamu dan kerabatmu, tetapi perjanjian formal seperti ini akan menguntungkan kedua belah pihak lho Sobat. Jadi, tidak ada salahnya.

 

Selalu Informasikan Kepada Pasangan

Jika kamu sudah berkeluarga, hal ini harus kamu perhatikan Sobat. Informasikan kepada pasangan kamu jika kamu harus meminjamkan uang kepada teman dekat, kerabat dan keluarga terdekat. Keuangan merupakan tanggung jawab berdua ketika kamu sudah memiliki suami atau istri. Selain finansial merupakan hal yang sangat sensitif di dalam rumah tangga, pasanganmu juga berhak tahu berapa jumlah nominal yang akan kamu pinjamkan, kepada siapa uang itu akan kamu pinjamkan dan untuk tujuan apa. Rundingkan bersama lalu putuskan bersama-sama pula apakah keuangan keluargamu memungkinkan atau tidak.

Jika pasanganmu tidak setuju atau menolak keputusanmu dengan alasan yang masuk akal, maka kamu harus menolak untuk meminjamkan uang. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa membantu mereka mencari jalan lain untuk mendapatkan bantuan keuangan. Mungkin kamu bisa membantu mencarikan orang atau lembaga keuangan yang mungkin bisa memberikan solusi.

 

Cari Tahu Tujuan Penggunaan Uang

Hal ini memang termasuk ke dalam kategori privasi yang tidak jarang membuat kita merasa sungkan untuk mencari tahunya. Tapi apa yang akan terjadi jika ternyata uang yang dipinjam digunakan untuk hal-hal yang kurang tepat? Misalnya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang dirasa tidak terlalu perlu, atau lebih parahnya untuk membeli barang atau hal yang menyalahi aturan hukum. Selain berbahaya untuk si peminjam, hal ini juga akan membahayakan kamu Sobat. Jadi, tidak ada salahnya mencari tahu.

 

Gali Lubang Tutup Lubang

Ini juga akan membahayakanmu Sobat. Jika ternyata uang yang dipinjam untuk menutupi hutang yang lain, maka besar kemungkinannya uangmu tidak akan kembali. Pun kembali, akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

 

Beri Pinjaman Dalam Bentuk Dana Tunai

Jangan pernah membiarkan orang lain menggunakan kreditmu baik anggota keluarga atau saudara untuk tujuan apapun. Kartu kreditmu adalah tanggung jawabmu sendiri. Maka, jika kamu ingin meminjamkan sejumlah dana kepada kerabat atau keluarga, ada baiknya kamu memberikan secara tunai atau dalam bentuk cek yang bisa dicairkan.

 

Bersikap Tegas

           

Saat kamu memutuskan untuk meminjamkan uang kepada seseorang, kamu harus membarengi niat baikmu dengan sikap tegas. Tegas maksudnya adalah, kamu harus bisa membuat mereka mengikuti persetujuan yang sudah disepakati kedua belah pihak sebelumnya. Jangan sampai, mereka menganggapmu sebagai teman atau saudara, mereka malah menyepelekan uangmu dan selalu mengundur untuk mengembalikannya.

 

Nah Sobat, itu dia hal-hal yang harus kamu lakukan untuk menghindari konsekuensi fatal saat meminjamkan uang kepada teman atau kerabat. Membantu sesama merupakan kewajiban, tapi ingat, jangan sampai merugikan diri sendiri.

 

Semoga membantu!

 

Penulis: Indah Sari