Ketahui 7 Risiko Berikut Sebelum Mulai Berinvestasi

Investasi menjadi pilihan banyak orang yang ingin mencapai berbagai tujuan di dalam keuangan mereka. Investasi bisa memberikan keuntungan yang diharapkan dapat membuat kondisi keuangan menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Namun, sebelum memulai berinvestasi ada baiknya kita mengetahui resiko-resiko yang akan dihadapi berikut ini!

Investasi sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Banyak pilihan investasi yang tentunya mempunyai resiko berbeda-beda. Pilihan orang-orang untuk berinvestasi umumnya dikarenakan menyesuaikan modal yang tersedia dan ingin meningkatkan nilai uang tersebut. Investasi juga dianggap bisa mengamankan keuangan di masa yang akan datang, terutama jika aktivitas keuangan ini dilakukan dengan langkah yang tepat.

Risiko sendiri bisa diartikan sebagai kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Setiap jenis investasi, pastinya memiliki risiko termasuk juga jika kamu memilih bunga deposito sebagai investasi. Meskipun ada istilah high risk, high return atau semakin tinggi risiko, berarti semakin tinggi yang bisa didapatkan.

Namun, yang perlu dipahami adalah ada risiko dalam investasi yang tidak bisa dipisahkan. Nah, sebelum memulai berinvestasi kamu harus mengetahui resiko-resiko yang akan dihadapi nantinya. Apa saja? Simak ulasan Tunaikita berikut ini ya!

Jenis-Jenis Investasi

Benarkah Investasi Lebih Baik dari Menabung? (money.kompas.com)

1. Properti

Investasi properti dapat dilakukan dalam bentuk tanah, toko, rumah, ataupun apartemen. Investasi ini relatif aman dan memiliki risiko yang rendah. Hal ini dikarenakan harga jual (atau sewa) yang lebih stabil dan merangkak naik dari tahun ke tahun. Kelemahan dari investasi properti yaitu modal awal yang dibutuhkan cukup besar.

2. Logam Mulia (Emas)

Hampir serupa dengan properti, investasi emas nilainya relatif stabil dan merangkak naik dari tahun ke tahun. Modal awal berinvestasi emas pun tidak terlalu besar. Dengan Rp600 ribu rupiah, kamu sudah dapat memiliki emas batangan 1 gram (harga per Oktober 2017). Investasi ini pun bersifat likuid alias mudah diuangkan kembali.

3. Deposito

Pada umumnya nilai keuntungan investasi tidak ada yang bisa menjaminnya, kecuali deposito. Ya, deposito merupakan instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Hasil investasi pun sudah bisa diprediksi dengan nilai yang pasti. Kelemahan dari investasi ini adalah keuntungan yang relatif kecil jika dibandingkan instrumen investasi yang lain.

4. Obligasi

Obligasi juga cukup aman terlebih yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk ORI (Obligasi Ritel Indonesia). Tingkat pengembalian investasinya pun lebih tinggi daripada deposito.

5. Reksa Dana

Investasi reksadana mempunyai keuntungan investasi yang lebih tinggi daripada deposito dan obligasi tetapi likuid seperti emas. Ini termasuk instrumen investasi yang aman dan menguntungkan jika kamu tahu bagaimana cara menempatkannya.

Baca juga: Deposito Atau Saham? Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Risiko-Risiko Investasi yang Akan Kamu Hadapi

1. Risiko Suka Bunga

Ketahui 7 Risiko Berikut Sebelum Mulai Berinvestasi (www.portalinvestasi.com)

Risiko investasi pertama yang harus kamu ketahui yaitu risiko suku bunga. Perubahan suku bunga dapat kemungkinan mempengaruhi harga saham dan obligasi secara terbalik, ini berarti jika suku bunga naik, maka harga saham dan obligasi akan turun dan sebaliknya pun apabila suku bunga turun, maka harga saham dan obligasi akan naik.

Misalnya, suku bunga obligasi adalah 8-10% pada umumnya, namun kemudian pemerintah mengeluarkan Sukuk Ritel yang memiliki suku bunga hingga 12%. Dengan begitu, pastinya investor lebih suka dengan Sukuk Ritel ini.

2. Risiko Pasar

Risiko investasi ini bisa terjadi di banyak instrumen investasi. Mulai dari deposito, obligasi, saham, hingga reksa dana. Untuk itu, risiko tersebut harus kamu ketahui dan pahami agar tidak rugi besar nantinya. Ada beberapa risiko yang digolongkan sebagai risiko pasar, yaitu:

  • Risiko ekuitas, risiko ini biasanya terjadi pada saham dan juga reksa dana. Risiko ini timbul karena adanya penurunan harga pasar saham.
  • Risiko tingkat bunga, risiko ini umumnya terjadi pada surat utang atau obligasi. Risiko ini muncul karena perubahan suku bunga. Misalnya aja suku bunga acuan naik, nilai pasar obligasi menjadi turun.
  • Risiko mata uang, risiko ini bisa terjadi karena kamu berinvestasi dengan mata uang dalam negeri atau luar negeri. Pergerakan mata uang yang menguat ataupun melemah mempengaruhi nilai investasi yang kamu lakukan.

3. Risiko Inflasi

Dasar – Dasar Dan Aneka Jenis Investasi (www.seputarforex.com)

Risiko investasi yang berikutnya yaitu risiko inflasi. Risiko inflasi ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi.

Contoh, laju inflasi yang sudah diprediksi tidak sehat bisa berpotensi lebih besar lagi ketika pemerintah memberlakukan kebijakan yang tidak tepat seperti menaikkan harga BBM. Jika BBM dinaikkan Rp1.000 per liter saja, maka laju inflasi yang sedang tidak sehat bisa tambah memburuk atau meningkat.

4. Risiko Likuiditas

Risiko investasi jenis ini memiliki kaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah pasar sekunder. Maka, semakin cepat laju dari sekuritas diperdagangkan, maka akan semakin likuid pula sekuritas tersebut. Hal ini bisa dikatakan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya di dalam jangka pendek atau juga jatuh tempo dengan cara menggunakan aset yang telah ada.

Baca juga: Intip Harga Emas Putih Per Gram Buat Yang Ingin Investasi Emas

Risiko likuiditas merupakan suatu risiko keuangan karena adanya ketidakpastian likuiditas. Suatu lembaga dapat berkurang likuiditasnya jika peringkat kreditnya turun, mengalami pengeluaran kas yang tak terduga, atau peristiwa lain yang menyebabkan pihak lain menghindari transaksi atau memberikan pinjaman ke lembaga tersebut. Suatu perusahaan juga dapat terpapar terhadap risiko likuiditas jika pasar yang diikutinya mengalami penurunan likuiditas.

5. Risiko Vasa atau Nilai Tukar Mata Uang

Risiko macam ini berhubungan dengan sebuah fluktuasi poin tukar rupiah kepada mata uang negara lain. Umumnya, risiko macam ini juga disebut sebagai currency risk atau dengan exchange rate risk.

Contohnya, pemodal berharap menanamkan investasi yang mewajibkannya memakai mata uang US Dollar. Pada saat yang sama kurs rupiah kepada US Dollar lemah, sehingga pemodal harus mengeluarkan rupiah dengan jumlah yang sangat banyak dari pada saat poin rupiah menguat. Itu sebabnya, menguatnya dolar kepada rupiah dapat memberikan kerugian.

6. Risiko Negara

Risiko ini disebut dengan risiko politik. Hal ini didasarkan pada kondisi perpolitikan negara. Dari risiko ini juga masih ada kaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang membuat pendapatan menurun.

Bahkan tidak mungkin jika investasi yang sudah ditanam akhirnya hilang begitu saja atau merugi. Oleh sebab itu, jika ada investor yang akan menanamkan modal di luar negeri, memang lebih baik untuk melihat kondisi politik negara tersebut. Jika kondisi politik baik, maka akan berdampak positif juga bagi dunia investasi.

7. Risiko Reinvesment

Yuk Kenali Jenis-jenis Investasi Reksa Dana dan Perbedaannya (ajaib.co.id)

Dalam lingkungan suku bunga menurun, pemegang obligasi yang akan mengalami tenggat atau penarikan akan menghadapi masalah yang sulit untuk berinvestasi di obligasi dengan tingkat suku bunga yang sama atau lebih besar dari obligasi yang ditebus.

Akibatnya, mereka seringkali terpaksa untuk membeli surat berharga yang tidak memberikan tingkat pendapatan yang sama, kecuali jika mereka mengambil lebih banyak kredit atau risiko pasar dan membeli obligasi dengan peringkat kredit yang lebih rendah. Situasi ini dikenal sebagai risiko berinvestasi kembali yaitu risiko bahwa jatuhnya suku bunga akan menyebabkan penurunan arus kas dari investasi ketika pembayaran pokok dan bunga diinvestasikan kembali pada tingkat yang lebih rendah.

Baca juga: 7 Hal Yang Wajib Dipahami Jika Ingin Berinvestasi

Kenali dan Pahami Sebelum Mulai Berinvestasi

Nah, Sobat lebih baik kenali dan pahami terlebih dahulu risiko-risiko sebelum memulai investasi. Berbagai macam risiko lainnya juga harus kamu perhatikan dengan baik termasuk ketika berhubungan dengan bunga deposito atau jenis investasi lainnya. Setiap investasi memiliki risiko baik risiko itu besar atau kecil.

Semoga informasi yang TimiKimi berikan dapat membantu dan bermanfaat untuk kamu yang ingin berinvestasi. Selamat mencoba!