Paspor online atau E-Paspor mulai diberlakukan penggunaannya oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2013 hingga saat ini. Jika kamu seorang traveller sejati maka sudah saatnya kamu mengetahui tentang seluk belum E-Paspor. 

Untuk kamu yang ingin ke luar negeri tapi tidak mau ribet? Kamu bisa langsung pindah dari paspor lamamu ke paspor elektronik atau yang biasa disebut E-Paspor. Ya, sejak 2013 lalu, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia sudah memberlakukan fasilitas E-Paspor. Dengan tujuan, agar mempermudah warga Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri.

E-Paspor atau elektronik paspor, sering juga disebut paspor biometri, ini merupakan jenis paspor yang memiliki data biometri sebagai salah satu unsur pengaman paspor. Data biometri tersebut disimpan dalam bentuk chip yang tertanam pada paspor, yang berada dibagian depan paspor. Berdasarkan standard yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organisation (ICAO), chip ini berfungsi untuk menyimpan berbagai data biometri dari si pemilik paspor, mulai dari data biometri wajah, biometri sidik jari, dan berbagai data pendukung lainnya. Sehingga paspor elektronik ini lebih aman dibandingkan paspor biasa.

Mengenai fungsinya, E-Paspor dan paspor biasa (paspor konvensional) memiliki kegunaan dan fungsi yang sama yaitu untuk menerangkan identitas pemiliknya apabila melakukan perjalanan antar negara. Jadi, jika kamu sering travelling ke luar negeri, sangat dianjurkan untuk memiliki E-Paspor.

Paspor Online: Perbedaannya dengan Paspor Biasa

Source: Google

Dilihat dari secara fisik, tidak ada perbedaan yang signifikan antara E-Paspor dengan paspor biasa non elektronik. Begitu juga dengan syarat dan proses pembuatan E-Paspor tidak berbeda dengan paspor biasa. Jika kamu baru akan membuat paspor, kamu cukup membawa dolumen asli, seperti KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah Terakhir dan Akta Nikah bagi yang sudah menikah. Kemudian masing-masing dokumen tersebut difotokopi di kertas berukuran A4 (jangan dipotong) dan bawa ke kantor imigrasi terdekat.

Setelah pemerikasaan berkas, wawancara, dan foto, kamu tinggal melakukan pembayaran biaya pengurusan di bank yang sudah ditunjuk, yaitu Bank BNI. Setelah itu, kembali lagi ke kantor imigrasi setelah 5 hari kerja untuk mengambil E-Paspor yang sudah jadi.

Meski terlihat sama, namun terdapat tiga perbedaan antara paspor online dengan paspor biasa yang non elektronik, yaitu:

  • Adanya chip dibagian depan E-Paspor, yang berfungsi menyimpan data biometri pemilik paspor.
  • Jika dilihat dari segi harga pembuatannya, E-Paspor lebih maha dibandingkan paspor biasa non elektronik. Biaya pembuatan E-Paspor Rp600 ribu untuk paspor setebal 48 halaman. Sedangkan biaya pembuatan paspor biasa non elektronik Rp100 ribu untuk paspor 24 halaman, untuk paspor 48 halaman Rp300 ribu. Biaya tersebut belum termasuk biaya jasa penggunaan teknologi sistem informasi keimigrasian sebesar Rp55 ribu.
  • Paspor biasa non elektronik dapat diurus di semua kantor imigrasi Indonesia, sedangkan utnuk paspor online hanya dapat diurus di beberapa kantor imigrasi tertentu saja, antara lain:
  1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan
  2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat
  3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta
  4. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat
  5. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara
  6. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
  7. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
  8. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam

Baca juga: Cara Mendapatkan Tiket Murah Walau Sedang Tidak Promo

Keuntungan Memiliki Paspor Online

Source: Google

Dibadingkan paspor biasa, E-Paspor memiliki banyak sekali keunggulan. Mulai dari kemudahan mengurus hingga akses leluasa ke beberapa negara yang mungkin tidak bisa kamu dapatkan jika kamu hanya memegang paspor biasa. Nah, apa saja kah keuntungan memiliki E-Paspor? Berikut ulasannya untuk kamu!

1. Data Biometrik

Seperti yang sudah TimiKimi bahas di atas mengenai data biometrik. Nah, ini menjadi kelebihan utama keuntungan memiliki E-Paspor, lho! Dalam E-Paspor, kamu akan memiliki data pribadi yang jauh lebih lengkap dan sangat akurat. Data yang dimaksud mulai dari informasi pribadi, sidik jari hingga bentuk wajah sang pemiliki paspor yang dikeluarkan langsung oleh Organisasi Penerbangan Sipi Internasional (ICAO).

2. Ada Chip Canggih

Untuk menyimpan data-data tersebut, E-Paspor dilengkapi dengan chip khusus. Chip ini hanya bisa dibaca oleh petugas bandara sehingga sangat aman. Saking canggihnya, chip pada E-Paspor sangat sulit untuk dipalsukan. Sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi data-datamu sudah pasti aman, Sobat!

3. Jalur Khusus

Jika kamu biasanya harus mengantri di pintu pemeriksaan imigrasi yang panjang, maka dengan E-Paspor ada kemudahan. Untuk kamu yang asli warga Jakarta dan Bali, kamu hanya perlu menuju autogate untuk melakukan pemindaian E-Paspor sebelum masuk ke boarding gate. Pemindaian sendiri hanya memakan waktu sekitar 20-30 detik saja kok, Sobat.

4. Visa Gratis ke Jepang

Pemagang E-Paspor memiliki keuntungan jalan-jalan tanpa visa ke Jepang, lho! Ya, sejak menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, Jeoang mempersilahkan warga Indonesia untuk travelling tanpa visa selama 15 hari, Tentu penawaran ini sangat menarik dan tidak bikin ribet kan, Sobat?

5. Visa Kunjungan Lebih Mudah

Jika kamu bisa kena tolak visa kunjungan karena paspor biasa, maka kini kamu tidak perlu khawatir lagi. Dengan kelengkapan data yang dimiliki E-Paspor, setiap pemegang memiliki kesempatan lebih mudah mendapatkan persetujuan visa kunjungan dari kedutaan negara yang ingin disinggahi.

Baca juga: Seluk Beluk Bea Cukai: Pengertian, Fungsi Dan Kebijakan Yang Harus Dipahami

Cara Mudah Mebuat E-Paspor

Source: Google

Untuk kamu yang belum tahu cara membuat E-Paspor dan ingin membuatnya, berikut tips cara membuat E-Paspor untuk Sobat TimiKimi. Simak ya!

  1. Siapkan semua fotokopi dokumen yang menjadi persyaratan pembuatan paspor, antara lain KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah, Akta Pernikahan bagi kamu yang sudah menikah dan paspor lama kalau kamu pernah memiliki paspor biasa non elektronik.
  2. Kamu bisa melakukan pendaftaran secara manual ataupun secara online. Jika melakukan pendaftaran secara manual, kamu bisa datang langsung ke kantor imigrasi yang membuka pelayanan mulai pukul 8 pagi, tetapi untuk pengambilan nomor antrian sudah dapat diambil mulai pukul 7 pagi. Jika kamu tidak sempat datang ke kantor imigrasi, kamu bisa melakukan pendaftaran secara online dengan membuka situs resminya di https://ipass.imigrasi.go.id/ dan mengikuti petunjuk yang sudah tersedia untuk mendaftar E-Paspor. Setelah kamu mengikuti petunjuk yang ada, kamu akan mendapatkan email beserta tagihan dari kantor imigrasi, dengan alamat email: spri@imigrasi.go,id untuk bukti melakukan pembayaran di Bank BNI.
  3. Setelah melakukan pembayaran melalui Bank BNI, simpanlah bukti pembayaran untuk melanjutkan proses aplikasi E-Paspor. Kemudian kamu bisa membuka email yang sudah didapatkan, dan mengklik link di email tersebut untuk melajutkan proses aplikasi antrian paspor online atau E-Paspor. Kemudian kamu akan mendapatkan email surat undahangan dari kantor imigrasi, selajutnya kamu bisa mendatangi kantor imigrasi yang sudah ditunjuk pada hari dan tanggal sesuai denga jadwal yang sudah ditentukan.
  4. Ketika datang ke kantor imigrasi, jangan menggunakan pakaian putih. Agar warna fotonya tidak sama dengan background paspor. Proses wawancara dan foto, mempunyai antrian paspor online yang cukup lama.
  5. Setelah proses wawancara dan foto, maka E-Paspor dapat diambil dalam jangka waktu 5 hari kerja dari proses pembuatan.

Baca juga: Perpanjang SIM Online Tanpa Antri Dan Gak Pakai Ribet, Ini Lho Caranya!

E-Paspor Mudah Didapat, Liburan Aman dan Nyaman

Kamu yang hobi travelling sudah saatnya beralih ke E-Paspor untuk menunjang aktivitasmu. Pahami semua syarat dan proses pengajuannya sehingga kamu bisa dengan mudah mendapatkannya. Aktivitas travellingmu pun jadi menyenangkan dengan segala fasilitas dan kemudahan yang ada dalam E-Paspor.