Ketika seorang debitur tidak mampu membayar angsuran tepat pada waktunya, maka bisa dikatakan debitur ini memiliki kredit macet. Kredit macet merupakan kredit bermasalah dimana pengguna kartu kredit tidak mampu membayar minimum pembayaran yang telah jatuh tempo lebih dari 3 bulan.

 

Non-Performing Loan atau yang biasa disingkat dengan NPL merupakan istilah lain dari kredit macet. Sangat penting sekali untuk bank menjaga NPL mereka karena ini menjadi indikator dalam menilai kinerja suatu bank. Jika NPL rendah, maka bank tersebut bisa dikategorikan sehat. Sebaliknya, jika NPL tinggi maka resiko yang dipikul oleh bank tersebut tinggi. Jika NPL mereka di atas batas yang sudah diramalkan sebelumnya maka bank tersebut bisa dikategorikan bermasalah.

 

Kredit macet tidak akan menjadi masalah jika hanya ada satu atau dua debitur yang tidak disiplin dalam membayar cicilan pinjaman kartu kredit. Akan tetapi jika jumlah pengguna kartu kredit yang banyak dalam waktu yang hampir bersamaan tidak membayar cicilan mereka maka NPL dari bank tersebut akan naik. Bank berusaha untuk mengontrol NPL mereka dengan lebih berhati-hati dalam meng-issue kartu kredit kepada pelanggan baru dan dengan menggenjot transaksi yang bersifat kebutuhan sehari – hari.

 

Fenomena kredit macet ini biasanya terjadi karena masih banyak debitur yang belum terlalu memahami cara kerja bunga kartu kredit. Nah Sobat, di artikel kali ini TimiKimi akan membahas tentang cara kerja bunga kartu kredit. Untuk kamu yang belum tahu, yuk simak ulasan berikut.

 

Cara Kerja Bunga Kartu Kredit

Sebenarnya bagaimana cara kerja bunga pada kartu kredit sudah dijelaskan dan juga dikirim bersamaan dengan kartu fisik kepada debitur oleh pihak bank. Hal yang sering terjadi, nasabah atau debitur enggan untuk membaca dan memahami hal ini.

Hal pertama yang harus kamu pahami adalah kondisi-kondisi apa saja yang menyebabkan bank mengenakan bunga kepada debitur. Setidaknya terdapat 5 kondisi yaitu:

  1. Debitur melakukan pembayaran melewati tanggal jatuh tempo
  2. Debitur melakukan pembayaran dengan nominal minimum
  3. Debitur melakukan pembayaran dengan nominal kurang dari minimum
  4. Debitur tidak melakukan pembayaran
  5. Debitur melakukan transaksi penarikan uang tunai

 

Sebenarnya sebagai peminjam atau debitur, kamu bisa terhindar dari tagihan yang melonjak dengan menghindari kelima kondisi di atas. Biasakan untuk membayar tagihan tepat waktu dan sebisa mungkin tidak membayar tagihan dengan nominal minimum. Apalagi jika kamu sering menarik uang tunai dari kartu kreditmu. Ini akan mempengaruhi jumlah tagihanmu. Semakin sering kamu melakukan hal-hal di atas, semakin tinggi pula tagihan kartu kreditmu.

 

Selain itu, yang harus diperhatikan juga ketika kamu memiliki lebih dari satu kredit. Saat kartu kredit yang satu sudah mencapai limitnya, kamu bisa jadi tergiur untuk menggunakan kartu kredit yang lain untuk mengambil uang tunai. Padahal jika kami memahami dan engerti fungsi yang sebenarnya, manfaat kartu kredit bisa lebih dari itu.

 

Tidak Hanya Membahayakan Diri Sendiri, Kredit Macet Juga Bisa Membahayakan Perekonomian Negara

Korea Selatan menjadi bukti nyata bahwa kredit macet bisa memberikan dampak buruk pada perekonomian suatu negara. Hal ini terjadi pada 2003 silam. Korea Selatan mengalami krisis ekonomi karena hutang kartu kredit yang sangat besar jumlahnya dimana jumlah total balance kartu kredit mencapai $100 billion, jumlah kartu kredit yang diterbitkan adalah 105 juta kartu yang artinya rata rata setiap orang dewasa di Korea Selatan memiliki 4.6 Kartu. Tentu saja hal ini menyebabkan Korea Selatan harus berhadapan dengan situasi NPL yang pelik. Rasio antara hutang dan disposable income untuk setiap rumah tangga mencapai 130%. Artinya, secara rata rata untuk setiap keluarga hutang sudah 30% lebih besar dari pendapatan yang disposable. Jumlah kredit macet kartu kredit mereka mencapai 13.5%, bahkan 30% menurut sumber yang lain, dibandingkan 4.09% di Amerika Serikat di waktu yang sama.

 

Jika kita tidak mulai disiplin dalam membayar tagihan, maka tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia akan bernasib sama. Oleh karena itu, mulai dari sekarang hindari kredit macet dan biasakan diri untuk menciptakan kredit yang sehat. Utamanya ini akan menguntungkanmu, nilai tambahnya kamu ikut menyelamatkan perekonomian negara.

 

Semoga membantu!

 

Penulis: Indah Sari