Semenjak kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang biasa disingkat dengan BPJS, banyak yang beranggapan bahwa eksistensi asuransi kesehatan swasta akan terancam karena program kesehatan pemerintah yang satu ini. Akan tetapi, hingga saat ini produk-produk asuransi kesehatan swasta masih diminati dan digunakan oleh banyak kalangan.

 

Untuk kamu yang masih bingung menentukan fasilitas kesehatan mana yang cocok untuk kamu, di artikel kali ini TimiKimi akan membahas perbandingan antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta. Apa aja sih? Simak ulasannya di bawah yuk.

 

Nominal Premi Bulanan

Jika kamu menggunakan BPJS atau asuransi kesehatan swasta, kamu akan dikenakan biaya premi yang akan ditagihkan setiap bulan. Berikut perbedaan nominal premi bulanan dari keduanya:

 

  1. BPJS Kesehatan

Nominal premi untuk BPJS Kesehatan termasuk sangat terjangkau dan murah. Untuk pekerja, sebagian besar premi akan ditanggung oleh perusahaan, sementara untuk veteran dan fakir miskin, premi BPJS Kesehatan akan dibayar secara penuh oleh pemerintah. Sementara itu, untuk pekerja non formal seperti pedagang, nelayan, pengangguran, atau freelancer, iuran BPJS juga sangat terjangkau karena minimal mereka bisa membayar Rp 25.500 rupiah per bulan untuk perawatan kelas III di rumah sakit. Tidak ada perbedaan untuk besaran nominal premi bulanan. Tua, muda, perokok, bukan perokok, laki-laki dan perempuan, semuanya akan dikenakan besaran iuran yang sama.

 

  1. Asuransi Kesehatan Swasta

Jika dibandingkan dengan BPJS, nominal premi bulanan dari asuransi kesehatan swasta bisa dikatakan lebih besar. Peserta asuransi kesehatan harus membayar premi hingga ratusan ribu rupiah setiap bulannya tergantung jenis asuransi kesehatan apa dan dari perusahaan asuransi mana. Biasanya, semakin tua peserta maka akan semakin mahal juga biaya preminya. Begitu juga dengan peserta yang aktif merokok akan dikenakan nominal premi yang lebih besar.

 

Manfaat yang Diberikan

BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta tentu saja memberikan manfaat untuk para pesertanya. Berikut manfaat yang diberikan oleh masing-masingnya:

 

  1. BPJS Kesehatan

Selain rawat inap, BPJS juga menerima rawat jalan, optik, gigi, dan kehamilan. Cukup lengkap, bukan? BPJS Kesehatan juga memberikan manfaat kepada seluruh pesertanya dalam bentuk layanan promotif dan preventif seperti penyuluhan, imunisasi, dan keluarga berencana.

 

  1. Asuransi Kesehatan Swasta

Jika dibandingkan, mungkin manfaat asuransi kesehatan tidak jauh berbeda dengan BPJS Kesehatan. Asuransi kesehatan memberikan manfaat berupa rawat inap seperti kamar, operasi, ambulan, obat, jaminan kematian, kunjungan dokter dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perawatan pasien di rumah sakit. Selain itu fasilitas asuransi kesehatan juga menawarkan rawat jalan setelah dirawat inap, dan biasanya sudah satu paket dengan rawat inap.

 

Layanan

 

Untuk layanan yang diberikan, juga terdapat kekurangan dan kelebihan di antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta. Berikut perbedaan keduanya:

 

  1. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki layanan yang mengharuskan pesertanya mengikuti tahapan yang bisa dikatakan cukup panjang. Peserta BPJS Kesehatan ke fasilitas kesehatan atau faskes I terlebih dahulu untuk mendapat rujukan. Setelah itu baru faskes I akan merujuk peserta ke rumah sakit yang menjadi mitra BPJS untuk pengobatan lebih lanjut. Birokrasi ini terkadang berbelit-belit. Belum lagi antriannya yang cukup panjang untuk memperoleh pelayanan. Selain itu rumah sakit yang menjadi mitra BPJS masih sedikit dibanding rumah sakit yang menjadi mitra asuransi kesehatan swasta.

 

  1. Asuransi Kesehatan Swasta

Layanan untuk asuransi kesehatan biasanya akan lebih cepat dan pasien bisa langsung ke rumah sakit untuk segera menerima penanganan yang tepat. Hampir semua rumah sakit menerima asuransi kesehatan sehingga prosesnya tidak sulit dan cenderung tidak berbelit-belit.

 

Nah Sobat, itu dia perbandingan dari BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Itu kenapa tidak sedikit yang memutuskan untuk menggunakan keduanya dalam waktu yang bersamaan. Jadi, kamu lebih prefer menggunakan yang mana Sobat?

 

Semoga membantu!

 

Penulis: Indah Sari

 

Source Foto: Google