Mengenal Pinjaman Online Cepat P2P Lending yang Aman dan Terpercaya, Hati-hati Penipuan!

Ingin pinjam uang melalui P2P lending? Sebaiknya kamu kenali terlebih dahulu seluk beluknya, mulai dari kelebihan, kekurangan, sistem, dan cara mengajukannya di sini!

Mengajukan pinjaman online cepat memang sudah bukan hal yang asing lagi dilakukan karena saat ini pinjaman online cepat sedang populer di kalangan masyarakat. Pinjaman online cepat digemari karena mudah dilakukan dari mana saja dan kapan saja tanpa harus keluar rumah dan mengantri untuk dapat mengajukan pinjaman dana di bank atau lembaga keuangan tertentu.

Selain itu, pinjaman online cepat memiliki syarat dan dokumen yang sangat mudah untuk dipenuhi. Biasanya syarat dokumen yang diperlukan hanyalah berusia 21 tahun, memiliki pekerjaan tetap, memiliki rekening tabungan pribadi, fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk), fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji asli atau surat keterangan penghasilan, dan rekening koran atau fotokopi buku tabungan. Dalam pinjaman online cepat tidak ada persyaratan kepemilikan kartu kredit seperti yang kebanyakan diberikan oleh pinjaman kredit tanpa agunan. Inilah yang juga menyebabkan pinjaman online cepat jadi lebih diminati.

Pinjaman Online Cepat Melalui Fintech

Fintech (googleapis.com)

Tidak seperti pinjaman kredit tanpa agunan yang hanya diberikan oleh bank, pinjaman online cepat ini diberikan oleh perusahaan fintech. Fintech merupakan perusahaan penyedia dana pinjaman uang online yang bisa memberikan pinjaman kepadamu cukup dengan mengajukannya secara online saja melalui website atau aplikasi. Secara umum, fintech yang ada di Indonesia ini terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Fintech Payment, Clearing, and Settlement

Pertama ada fintech payment, clearing, and settlement yang memberikan layanan sistem pembayaran saja alias kamu hanya bisa menggunakan layanan fintech ini untuk membeli barang tertentu, misalkan saja gadget, elektronik, dan lain sebagainya. Sistem dari fintech payment adalah mereka akan membayarkan terlebih dahulu barang yang ingin kamu beli dan nantinya kamu tinggal membayar cicilan per bulan beserta bunganya kepada perushaaan fintech tersebut selama jangka waktu yang telah disepakati.

2. Fintech Risk and Investment

Kemudian ada fintech risk and investment yang hanya dikhususkan untuk jasa layanan investasi dan asuransi. Ibaratnya, mereka adalah financial planner yang bertugas untuk membantumu untuk bisa menentukan mana investasi dan asuransi yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi keuanganmu saat ini. Perusahaan fintech dengan jenis risk and investment yang paling terkenal di Indonesia adalah CekPremi.

3. Fintech Market Aggregator

Untuk jenis fintech market aggregator merupakan fintech yang konsepnya mengumpulkan dan mengolah data produk-produk keuangan yang ada di berbagai macam bank, seperti deposito, pinjaman kredit tanpa agunan, kredit multiguna, kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, kredit pemilikan rumah, dan lain sebagainya. Tujuan dari adanya fintech market aggregator adalah supaya kamu bisa memilih dan mendapatkan penawaran terbaik dari berbagai macam bank tanpa perlu datang ke kantor cabang langsung.

4. Fintech P2P Lending

Sedangkan untuk fintech P2P lending ini menjadi jenis fintech yang paling banyak digemari karena sistemnya memberikan pinjaman online cepat kepada orang yang sedang butuh dana segera. Dinamakan pinjaman online cepat karena memang proses pencairannya hanya memakan waktu yang cukup singkat, rata-rata fintech P2P lending bisa mencairkan dana pinjaman antara 1-7 hari saja. Salah satu perusahaan fintech dengan sistem P2P lending adalah TunaiKita yang bisa memberikan pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp20 juta dengan masa tenor maksimum mencapai 180 hari.

Baca juga: Tips Aman Pinjam Uang Online Cepat Di Fintech

Kelebihan Fintech P2P Lending

Fintech P2P Lending (medium.com)

Sebelum kamu mengajukan pinjaman online cepat melalui fintech P2P lending, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pinjaman online cepat ini, yaitu:

  • Dana Pinjaman Bisa Cepat Cair

Kelebihan yang paling terlihat adalah pinjaman online cepat ini dananya bisa dengan mudah cair dalam jangka waktu harian. Beberapa perusahaan P2P lending ini juga ada yang bisa mencairkan dana dalam jangka waktu hitungan jam saja. Biasanya jika dokumen persyaratan yang diberikan sudah lengkap dan berhasil diverifikasi, pinjamanmu akan cepat cair dananya.

  • Dokumen Persyaratan yang Dibutuhkan Lebih Sedikit

Untuk dokumen persyaratan yang dibutuhkan oleh pinjaman online cepat ini memang lebih sedikit dibanding jenis fintech lainnya. Contohnya saja seperti dokumen yang disyaratkan oleh TunaiKita. Kamu cukup memiliki KTP, NPWP, dan nomor rekening bank lokal seperti BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, Bank Mega, dan Bank Permata.

  • Sistem Pengajuan Tidak Ribet dan Mudah Dipahami

Meski namanya pinjaman online cepat, tapi sistem pengajuan yang diterapkan pada fintech P2P lending tidaklah ribet. Rata-rata jenis pinjaman fintech P2P lending menggunakan sistem aplikasi yang bisa kamu download melalui PlayStore atau AppStore. Setelah mendownload aplikasi fintech P2P lending, kamu tinggal melakukan registrasi dan login. Jika sudah, kamu harus mengupload syarat dokumen yang sudah diberikan dan tinggal memilih jumlah pinjaman dan jangka waktu cicilan.

  • Tidak Ada BI Checking

BI Checking (thefinancegenie.com)

Salah satu alasan kenapa pinjamanmu ditolak oleh bank adalah karena tidak lolos BI Checking. BI Checking selalu dilakukan oleh bank untuk mencaritahu apakah kamu sedang menunggak cicilan atau memiliki credit score yang buruk. Jika ada tunggakan cicilan atau pernah telat membayar cicilan, maka sudah pasti pihak bank tidak akan meloloskan pengajuanmu. Pada pinjaman online cepat melalui fintech P2P lending, tidak ada BI Checking sehingga peluang lolosnya pengajuan bisa lebih besar.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Cara Aman Mendapatkan Pinjaman Uang  Online Terpercaya

Tips Aman Mengajukan Pinjaman Online Cepat P2P Lending

Memilih Fintech (www.networkerstechnology.com)

Sekarang kamu sudah paham belum seluk beluk pinjaman online cepat P2P lending. Berhubung pinjaman cepat ini dilakukan secara online, maka kamu harus ekstra hati-hati saat melakukan pengajuan karena rentan penipuan online. Bagaimana cara mengetahui kalau pinjaman online cepat yang kita lakukan ini aman? Cara utama yang harus kamu lakukan adalah memastikan terlebih dahulu apakah pinjaman online cepat P2P lending yang kamu pilih tersebut sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dengan terdaftarnya perusahaan P2P lending di OJK, maka semua kegiatan dan aktivitas di dalamnya akan diawasi sehingga ketika terjadi hal-hal diinginkan, maka kamu bisa langsung mengajukan laporan.

Berikut list: Penyelenggara Fintech Terdaftar di OJK per 1 Februari 2019

Selain terdaftar di OJK, kamu juga harus memperhatikan suku bunga yang ditetapkan dan sistem perhitungan bunganya. Apakah menggunakan sistem perhitungan bunga flat atau floating. Jangan lupa juga untuk selalu membaca syarat dan ketentuan yang berlaku secara detail, mulai dari biaya administrasi, denda pelunasan di awal, dan lain sebagainya. Jika ada hal-hal yang kurang dipahami, maka langsung tanyakan kepada customer service. Ingat, jika kamu sudah memutuskan akan mengajukan pinjaman online cepat melalui P2P lending, maka pastikan kalau kamu punya dana yang bisa disisihkan setiap bulannya untuk membayar cicilan.

Semoga pinjaman online cepat yang kamu ajukan cepat disetujui ya Sobat!