Biaya Hidup di Jakarta

Jakarta menjadi kota dengan upah minimum regional tertinggi di Indonesia. Tapi apakah sebanding dengan biaya hidup di Jakarta yang katanya terbilang cukup mahal? Coba kita langsung cek saja dengan menghitung berapa total biaya yang perlukan untuk hidup di Jakarta.

Tinggal di Jakarta merupakan impian banyak orang karena ibu kota ini menawarkan banyak kemudahan fasilitas yang bisa kamu gunakan. Ditambah lagi upah minimum regional yang ditawarkan oleh Jakarta tergolong paling tinggi di antara kota-kota besar lainnya di Indonesia sehingga bisa menarik banyak calon pekerja dari luar kota atau luar daerah. Menurut Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 114 Tahun 2018, upah minimum regional yang dimiliki Jakarta adalah Rp3,9 juta. Nominal ini tentu akan sangat menggiurkan bagimu.

Tapi sebenarnya, ada hal yang perlu kamu ingat dan ketahui kalau biaya yang harus kamu keluarkan untuk dapat tinggal di kota ini sangat mahal. Penasaran semahal apa sih biaya hidup di Jakarta yang harus kamu keluarkan per bulannya? Coba langsung kita hitung saja bersama-sama yuk!

  • Biaya tempat tinggal

Melakukan Perhitungan (www.mypropertyboutique.com)

Hal yang pertama yang akan kita hitung adalah biaya tempat tinggal. Memiliki rumah di Jakarta memang sebuah hal yang mustahil, kecuali kalau kamu membeli rumah dengan cara kredit alias KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Tapi kebanyakan orang yang tinggal di Jakarta masih berstatus ngontrak alias menyewa rumah, kontrakan, atau kosan. Untuk membayar biaya sewanya, kamu harus merogoh kocek yang cukup dalam karena rata-rata harga sewanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta rupiah. Harga ini belum termasuk biaya listrik.

Jika kamu masih single mungkin bisa memilih tempat tinggal yang berada di angka Rp1 juta, tapi kalau sudah berkeluarga pastinya kamu butuh tempat tinggal yang lebih besar sehingga biaya yang dibutuhkan juga lebih tinggi.

Harga sewa tempat tinggal di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat akan lebih mahal dibanding Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Hal ini dikarenakan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat lebih banyak area perkantoran sehingga harga tanah dan bangunan akan lebih mahal.

Baca juga: Biaya Liburan Ke Maldives Berapa Ya?

  • Biaya makan

Makan Tiga Kali Sehari (worldwithinher.com)

Selanjutnya ada biaya makan yang memakan pos pengeluaran terbesar setelah sewa tempat tinggal. Tak sedikit warga Jakarta yang lebih memilih untuk membeli makanan jadi ketimbang memasaknya sendiri. Inilah yang membuat pengeluaran untuk biaya makan jadi besar. Coba saja bayangkan untuk satu porsi makanan di Jakarta, kamu harus mengeluarkan biaya paling tidak minimal Rp15 ribu hingga Rp25 ribu sekali makan.

Jika kamu makan tiga kali sehari, biaya makan yang harus dikeluarkan setidaknya Rp45 ribu hingga Rp75 ribu per hari. Dalam sebulan, kamu harus mengeluarkan dana antara Rp1,35 juta hingga Rp2,25 juta Perhitungan tersebut hanya untuk satu orang saja. Kalau kamu sudah berkeluarga bagaimana?

  • Biaya transportasi

Membeli Kendaraan (Sumber: flickr.com)

Selanjutnya ada biaya transportasi yang juga memakan biaya cukup banyak, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. Rata-rata orang yang memiliki kendaraan pribadi bisa menghabiskan uang untuk bensin rata-rata Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Belum ditambah dengan uang parkir, tol, serta servis kendaraan yang harus dikeluarkan. Jika dihitung secara keseluruhan, pengeluaran biaya transportasi dengan kendaraan pribadi mencapai Rp400 hingga Rp700 ribu.

Kalau menggunakan kendaraan umum bagaimana? Untuk busway, biaya yang dikenakan adalah Rp3.500, commuterline Rp3.500 hingga Rp4.500, bus patas AC Rp9 ribu hingga Rp12 ribu. Sedangkan jika naik ojek online yang sekarang lebih digemari dibanding kendaraan umum, kamu harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak karena untuk jarak sekitar 10-15 km, biaya yang dikeluarkan setidaknya Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. Jika bolak balik perharinya menjadi Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

  • Biaya pulsa

source: Google

Bagi masyarakat ibukota, gadget adalah segalanya karena hampir seluruh kegiatan akan dilakukan dengan gadget, seperti bekerja, berbelanja, hingga belajar. Tak heran kalau biaya pulsa yang dibutuhkan masyarakat Jakarta tergolong cukup besar. Untuk pulsa telepon, kamu bisa menghabiskan biaya mulai Rp50 ribu hingga Rp200 ribu lebih. Sementara untuk pulsa internet akan lebih mahal lagi karena ada yang menghabiskan hingga Rp300 ribu rupiah lebih per bulan.

Baca juga: Cek Biaya-Biaya Yang Dikenakan Pada Pinjaman KTA, Banyak Tidak Ya?

Perlu kamu ketahui juga kalau hampir sebagian besar masyarakat Jakarta lebih memilih menggunakan pulsa pasca bayar sehingga pengeluaran untuk biaya pulsa jadi tidak terkontrol.

  • Biaya lifestyle

Belanja (Sumber: nexstardigitalmedia.com)

Biaya terakhir yang harus dikeluarkan adalah biaya untuk kebutuhan lifestyle seperti membeli baju atau sepatu baru, nonton di bioskop, makan di restoran, nongkrong di kafe, karaoke, hingga jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri. Kenapa ada biaya lifestyle yang dimasukkan? Alasannya adalah masyarakat Jakarta sangat rentan terkena stres dikarenakan pekerjaan hingga kemacetan arus lalu lintas yang semakin ruwet.

Untuk melepas stres ini, masyarakat Jakarta cenderung memiliki lifestyle yang tinggi. Per bulannya mereka bisa menghabiskan dana mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih untuk keperluan biaya lifestyle ini.

Jadi berapa total biaya hidup di Jakarta? 

Menghitung Hutang (www.franklins-sols.co.uk)

Setelah mengetahui rinciannya, sekarang kita bisa mengetahui total biaya hidup di Jakarta dengan menambahkan semuanya. Perhitungan yang ada di bawah ini adalah perhitungan rata-rata saja, jumlah sebenarnya mungkin bisa lebih atau kurang dari total tersebut. Meskipun berbeda, tapi selisihnya tidak akan jauh. Yuk, langsung kita hitung bersama!

Biaya tempat tinggal Rp1 juta + biaya makan Rp1,35 juta + biaya transport kendaraan pribadi Rp700 ribu + biaya pulsa Rp300 ribu + biaya lifetsyle Rp500 ribu = Rp3,85 juta.

Jika penghasilan bulananmu sesuai dengan upah minimum regional Jakarta yakni Rp3,9 juta, maka dana yang tersisa hanya Rp50 ribu.

Jumlah biaya hidup di Jakarta ini belum termasuk kalau kamu memiliki angsuran bulanan seperti cicilan kendaraan bermotor, cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), cicilan kartu kredit, dan lain sebagainya.

Sekarang sudah tahu bukan berapa biaya hidup di Jakarta yang harus kamu keluarkan per bulannya. Dengan penghasilan upah minimum regional Jakarta, kamu hanya bisa mencukupi kebutuhan bulanan saja, tapi tidak bisa berinvestasi untuk menambah aset yang dimiliki.

Hidup di Jakarta juga bisa berhemat kok!

Membayar Cicilan (medcom.id)

Sebenarnya ada dua cara yang bisa kamu lakukan supaya masih bisa berinvestasi dengan penghasilan upah minimum regional. Cara yang pertama adalah dengan mencari penghasilan tambahan seperti membuka bisnis online, les privat, hingga menjadi freelancer.

Baca Juga : Cek Biaya Balik Nama Motor 2019 Dan Cara Mengurusnya

Tapi jika kamu tidak ada waktu untuk mengerjakan pekerjaan sambilan, makan mau tak mau kamu harus menghemat pengeluaran bulananmu. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat biaya hidup di Jakarta, yaitu:

– Tinggal berdua dengan teman sehingga biaya tempat tinggal bisa dibagi rata berdua.

– Memasak makanan, bukan membelinya. Setidaknya kamu memasak sendiri nasinya, sedangkan lauk bisa dibeli dalam porsi agak banyak untuk makan tiga kali sehari.

– Naik transportasi umum. Jika takut telat masuk kantor, maka di pagi hari kamu bisa naik ojek online dan pada saat pulangnya baru naik transportasi umum. Dengan begitu biaya dikeluarkan jadi lebih ringan.

– Gunakan wifi publik seperti wifi kantor untuk menghemat biaya pulsa milikmu. Jika kamu menggunakan wifi publik, biaya pulsa yang dikeluarkan bisa berkurang hingga 50%.

– Beli DVD film patungan dengan teman dan tonton beramai-ramai.

– Kurangi agenda makan di restoran atau nongkrong di kafe. Setidaknya kamu hanya bisa melakukan satu hal tersebut satu kali dalam sebulan.

Dengan berhemat, kamu bisa bertahan hidup di Jakarta dengan baik. Nantinya kalau penghasilan sudah bertambah alias naik gaji, barulah kamu mulai bisa melonggarkan ikat pinggang. Tapi ingat, jangan terlalu longgar (boros) ya Sobat karena sisa dana yang kamu dapat bisa dimanfaatkan untuk investasi.

Semoga penjelasan dan tips di atas bisa menjadi gambaran untukmu.