Millennials Nggak Boleh Lupa! Sejarah Singkat Dari Hari Kebangkitan Nasional

Sebagai generasi muda penerus bangsa yang berbakti pada negeri tercinta yaitu Indonesia, kita harus mengetahui sejarah-sejarah yang dimiliki oleh negeri tercinta kita ini. Bagaimanapun juga, yang membentuk kita menjadi bangsa yang menjunjung tinggi rasa cinta nasionalisme kita untuk Republik Indonesia. Bicara soal sejarah, hari ini merupakan hari yang bersejarah untuk Indonesia, dimana kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional!

Diperingati setiap tanggal 20 Mei setiap tahunnya, Sobat TimiKimi ada yang tahu sejarah mengenai Hari Kebangkitan Nasional? Hari Kebangkitan Nasional tentu dibuat bukan tanpa tujuan. Ada sejarah panjang, fakta dan makna yang mendasari Hari Kebangkitan Nasional. Hari itu merupakan sebuah titik tolak bagi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan nasib kemerdekaan pada masa itu. Tentang upaya memupuk semangat nasionalisme generasi muda dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas diperingati bertepatan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Tentu Sobat tidak asing dengan organisasi ini kan? Ya, Boedi Oetomo merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan. Organisasi ini dianggap masyarakat Indonesia sebagai cikal bakal gerakan yang mempunyai tujuan besar, yakni mewujudkan kemerdekaan Indonesia pada kala itu.

Organisasi Boedi Oetomo memang bukanlah satu-satunya organisasi yang memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa Boedi Oetomo-lah yang menjadikan negara Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Nah, cari tahu sejarah singkat dan beberapa fakta menarik tentang Harkitnas, yuk! Berikut ulasannya untuk kamu.

Baca juga: Ibu Kita Kartini, Putri Sejati! Yuk Kita Kenang Sosok R.A Kartini

Hari Kebangkitan Nasional: Sejarah Singkat dan Fakta-Fakta Harkitnas

Source: Google

Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai kebangkitan nasionalisme bangsa Indonesia di masa lalu dalam melawan agresi Belanda yang telah memporak-porandakan bangsa Indonesia. Bagian dari luapan semangat rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada masa itu rakyat Indonesia berada pada puncak kegeramannya terhadap aksi-aksi kekerasan, penindasan dan pembodohan oleh sistem kolonialisme Belanda. Bagaimana tidak, selama 350 tahun lebih Indonesia dijajah dan diperbudak oleh bangsa lain. Semua hak-hak asasi terenggut, kesejahteraan rakyat semakin terpuruk dan perbudakan ada di mana-mana.

Kondisi bangsa Indonesia yang sengsara pada masa itu, membuat beberapa orang terpelajar ikut berpartisipasi membuat gebrakan baru dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah kalangan “priyayi” atau para bangsawan yang berada di lingkungan keraton. Kepedulian terhadap nasib rakyat Indonesia, memicu semangat mereka untuk melakukan perlawanan terhadap segala tindak kolonialisme. Sehingga pada Minggu 20 Mei 1908 bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya.

Beliau menyatakan bahwa masa depan bangsa Indonesia ada di tangan mereka. Gelora semangat hari itu melahirkan sebuah organisasi yang bernama Boedi Oetomo sebagai organisasi pendobrak pada masa itu. Perintis organisasi ini, menurut sejarawan M.C. Ricklefs (1994), adalah Dr. Wahidin Soedirohoesodo (1857-1917). Ia adalah seorang lulusan Sekolah Dokter Jawa di Weltevreden (yang sesudah tahun 1900 dinamakan Stovia). Ia bekerja sebagai dokter pemerintah di Yogyakarta sampai tahun 1899.

Harkitnas lahir dari semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Masa itu ditandai dengan dua peristiwa, yakni berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 dan terucapnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Asal usul kebangkitan nasional dimulai pada tahun 1912, saat berdirinya partai politik pertama, Indische Partij. “Tiga serangkai” Dr. Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dan dr. Douwes Dekker sebagai penggagasnya.

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional: Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara Dan Makna Hardiknas

Fakta-Fakta Harkitnas

Arti Nama Boedi Oetomo

Source: Google

Pada saat itu, hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 kira-kira pukul 09.00 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya, yaitu M. Soeradji, M. Muhammad Saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, RM Goembrek, dan R. Angka memutuskan untuk berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Budi Utomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.

“Budi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Utomo” memiliki arti baik atau luhur. Budi Utomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.

Sosok yang Pertama Kali Mencetuskan Harkitnas Jatuh Tanggal 20 Mei

Source: Google

Penetapan tanggal Harkitnas tidak sembarangan dipilih dan ditetapkan. Soewardi Soerjaningrat, merupakan sosok yang pertama kali mengatakan tanpa rasa ragu bahwasanya hari kelahiran Boedi Oetomo adalah Hari Kebangkitan Nasional bagi Indonesia. Kala itu, beliau sedang menjalani masa pembuangan di Belanda. Lalu, dirinya menulis artikel di Nederlandsch-Indie Oud & Nieuw terbitan tahun ketiga, 1918-1919. Di awal artikelnya ia menulis: “Tanpa ragu kini saya berani menyatakan bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Indisch-nationaal (Indisch-nationale dag).”

Mengunjungi Museum Cara Merayakan Harkitnas

Source: Google

Sobat mungkin bingung untuk merayakan Harkitnas harus bagaimana? Istilah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya adalah mutlak benar adanya. Untuk itu, kamu bisa mengunjungi museum bersejarah, lho. Sebagai salah satu cara kamu untuk merayakan Harkitnas dan menghargai jasa para pahlawan nasional kita. Kamu bisa mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional yang berada di Jakarta dan mempelajari lebih dalam sejarah tentang negeri yang kita cintai ini.

Baca juga: 7 Wanita Hebat Asal Indonesia Ini Benar-Benar Membanggakan Bangsa!

Belajar Lebih Giat, Teruskan Perjuangan Para Pahlawan

Sobat, untuk meneruskan perjuangan para pahlawan negeri kita tercinta Indonesia, jangan pernah berhenti belajar dan belajarlah dengan giat. Harumkan nama Indonesia di kancah internasional, karena itu merupakan salah satu kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa.