MRT Jakarta Sudah Beroperasi, Yuk Ikuti Peraturannya Agar Bisa Jaga Aset Negara!

MRT Jakarta sudah diresmikan dan sudah bisa digunakan sebagai alat transportasi yang nyaman. Setelah menunggu selama kurang lebih 36 tahun, MRT akhirnya resmi beroperasi sejak 25 Maret 2019 lalu. Supaya bisa terus menjaga aset negara ini, perhatikan dulu yuk peraturan yang berlaku di MRT Jakarta!

Proyek MRT Jakarta sendiri memakan biaya sekitar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat dan baru terbentuk pada tanggal 17 Juni 2008 dengan mayoritas  saham dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski begitu, keterlambatan itu sama sekali tidak menyurutkan antusiasme masyarakat dalam menyambut kehadiran MRT. 

MRT Jakarta sangat ditunggu-tunggu masyarakat banyak, terbukti dari tiket yang selalu terjual habis pada saat uji coba MRT pada tanggal 12-24 Maret 2019. Antusiasme warga Jakarta yang ingin mencoba transportasi terbaru ini sangat luar biasa. Namun, sayangnya semangat warga Jakarta mencoba MRT tidak dibarengi dengan menjaga MRT untuk tetap bersih dan rapi. Nah, TimiKimi punya ulasan mengenai aturan yang wajib kamu patuhi saat naik MRT. Simak yuk!

Aturan yang Harus Dipatuhi Ketika Naik MRT Jakarta

Source: Google

Budaya tertib masyarakat Indonesia nyatanya belum berubah saat menggunakan fasilitas umum. Terbukti dengan ramai di media sosial beredarnya foto-foto penumpang Moda Raya Terpadu atau MRT tidak tertib. Untuk itu jangan biarkan perilaku tersebut menjadi kebiasaan yang melekat. Jaga infrastruktur canggih yang sudah diperjuangkan oleh pemerintah ya, Sobat! Bagaimana kah caranya? Berikut cara-cara mematuhi aturan untuk naik MRT.

1. Memiliki Kartu MRT

Source: Google

Layaknya transportasi pada umumnya yang terintegrasi, jika kamu ingin mencoba MRT wajib memiliki kartu khusus. Pembayaran MRT menggunakan tiket yang diberi nama ‘Jelajah’. Dalam postingan di akun Instagram resmi MRT Jakarta @mrtjkt, kartu Jelajah ini dikeluarkan dalam dua jenis, yaitu single trip dan multi trip. Lalu, apa bedanya? Kalau Kartu single trip sendiri hanya untuk sekali jalan. Sedangkan multi trip kamu bisa menggunakannya lebih dari satu kali perjalanan.

Baca juga: Yuk Coba, Uji Coba Perdana MRT Gratis Untuk Umum Lho!

2. Dahulukan yang Keluar

Source: Google

Peraturan ini sebenarnya diberlakukan di setiap aturan transportasi lainnya seperti Commuter Line dan Trans Jakarta. Tetapi masih banyak saja yang kurang bisa mematuhi aturan tersebut. Pada aturan keselamatan, penumpang yang keluar harus didahulukan. Sementara penumpang yang ingin masuk harus mengantri terlebih dahulu, dengan membuat barisan di samping kanan dan kiri pintu masuk. Di Indonesia sendiri, ‘garis aman’ itu diberi warna kuning yang terletak di pinggir peron.

3. Tidak Makan dan Minum di Dalam MRT

Source: Google

Jika kamu sering berpergian menggunakan kereta atau pun Trans Jakarta, peraturan yang satu ini tentu tidak asing lagi untuk kamu lakukan. Ya betul! Dilarang makan dan minum di dalam MRT ya, Sobat. Jika kamu makan dan minum di dalam MRT tersebut makananmu bisa tercecer dan bahkan bisa mengotori penumpang lain. Selain itu, bau makanan yang menyengat bisa membuat penumpang lain tidak nyaman.

Yang terpenting jangan membuang sampah sisa makanan atau apapun ke dalam MRT, ya! Jika kamu membawa makan dan minum sebaiknya kamu simpan di dalam tas atau kantung pembungkusnya.

4. Prioritaskan Penumpang Khusus

Source: Google

Tidak semua penumpang itu sama. Banyak dari mereka yang memiliki keterbatasan secara fisik, sehingga membutuhkan perhatian khusus. Yang menjadi perhatian khusus di sini yaitu, penumpang ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, dan juga lansia. Jangan pernah duduk di bangku prioritas saat menemui penumpang dengan kondisi tersebut, ya! Ini berlaku juga saat hendk menggunakan lift yang tersedia di stasiun, sebaiknya kamu dahulukan mereka.

5. Selalu Perhatikan Rambu-Rambu

Source: Google

Menggunakan transportasi MRT, itu artinya setiap penumpang dituntut bersikap lebih mandiri. Kamu harus membiasakan untuk selalu memperhatikan rambu-rambu yang ada di sekitar stasiun dan MRT. Rambu-rambu tersebut dibuat dalam bentuk visual maupun suara gunanya untuk mempermudah penumpang menggunakan MRT.

Bagi penumpang disabilitas, MRT juga menyediakan rambu visual, suara, maupun fisik. Kamu juga perhatikan dan dengar baik-baik setiap pengumuman stasiun pemberhentian berikutnya.

Baca juga: Seluk Beluk Bea Cukai: Pengertian, Fungsi Dan Kebijakan Yang Harus Dipahami

6. Jangan Mengobrol dengan Suara Keras

Source: Google

Sama seperti transportasi di Jakarta lainnya. Jika kamu sedang berada di transportasi umum, hendaknya memikirkan kenyamanan orang lain yang berada di sekitarmu juga. Jika kamu sedang mengobrol dengan temanmu baik itu secara langsung atau pun melalui handphone-mu, sebaiknya kecilkan volume suaramu ketika sedang berbicara di dalam transportasi umum. Karena berbicara dengan suara kencang tentu akan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Selain itu, ketika kamu mendengarkan musik saat berada dalam MRT ini justru akan membantu mengusir rasa bosan selama perjalanan. Akan tetapi, kamu juga harus tetap memperhatikan kenyamanan penumpang lain. Nah, kamu bisa menggunakan earphone untuk mendengarkan musik favoritmu selama perjalanan.

7. Tertib Gunakan Eskalator

Source: Google

Ternyata belum semua orang yang menyadari pentingnya aturan menggunakan eskalator. Sebab, jika kamu pergi ke mall masih banyak saja yang berdiri sembarangan saat menggunakan eskalator. Padahal ya, Sobat, pengguna eskalator diwajibkan berdiri pada sisi tangga sebelah kiri. Sementara jika ingin terus berjalan karena terburu-buru, kamu gunakan jalur eskalator bagian kanan.

8. Ingat Waktu Kedatangan Kereta

Source: Google

MRT sendiri beroperasi sebanyak 8 rangkaian, mulai dari pukul 05.30 sampai dengan 22.30. Setelah April nanti, rencananya akan ditambah lagi menjadi 16 rangkaian. Kamu harus bersabar menunggu kedatangan kereta, karena rangkaian kereta ini tiba dalam waktu 5-10 menit sekali, lho! Tidak ada kata ‘ngaret’ untuk moda transportasi yang satu ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan kereta, ya!

Tarif MRT Jakarta

MRT sendiri sudah resmi beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Usulan tarifnya sempat menjadi perdebatan yang cukup panjang. Dari Rp18 ribu, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta menyarankan pemerintah untuk mensubsidi sebesar Rp8 ribu. Sehingga tarif MRT adalah Rp10 ribu. Setelah diputuskan akhirnya tarif MRT ditentukan menjadi Rp 8.500/10 kilometer.

Tarif ini terdiri atas dua komponen, yakni boarding fee yang dipatok sebesar Rp 1.500 ditambah unit price per kilometer yang dikalikan jarak. Sunsidi akan disalurkan ke penumpang MRT yang diproyeksi sebanyak 65.000 orang/hari sepanjang tahun 2019. Dengan bertambahnya jumlah penumpang, maka subsidi nantinya bisa ditekan lagi.

Selain itu, proyek infrastruktur canggih ini tidak berhenti sampai di situ saja. Sesuai rencana, pemerintah akan kembali mengejar pembangunan MRT tahap 2. Rutenya sendiri akan banyak menggunakan jalur bawah tanah. Hal ini menyebabkan dana yang ditbutuhkan lebih besar, meski jalur MRT Jakarta fase 2 jauh lebih pendek dibandng fase 1, yakni sepanjang 7,8 km.

Baca juga: Mudahnya Cara Perpanjang SIM Online, Tak Perlu Antri Lagi

Yuk, Jaga Aset Milik Negara Bersama

Sobat, yuk kita sama-sama menjaga moda transportasi yang baru ini. Tidak hanya MRT saja ini juga berlaku untuk transportasi lainnya yang kamu gunakan. Menjaga dan merawat moda transportasi di Indonesia demi kenyamanan bersama kan. Semoga informasi yang TimiKimi berikan dapat bermanfaat untuk Sobat semua.