Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Pisahkan Tabungan Pribadi dan Bisnis

Sobat, saat ini sedang merencanakan untuk memulai sebuah usaha? Dan merasa mungkin tidak akan ada perbedaan yang signifikan dengan menggabungkan tabungan pribadi dan usaha. Perlukah memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis? Jawabannya tentu saja perlu! Apa alasannya? Simak di sini ya!

Saat kamu memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis, pengaturan keuangan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Selain itu, harus rapih dan transparan, pengelolaan keuangan bisnis juga harus profesional. Mungkin Sobat saat ini sedang gundah gulana memikirkan, apakah perlu untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha yang akan dimulai nantinya dan apa keuntungan dalam memisahkan tabungan pribadi dan bisnis, bukan?

Untuk itu, kamu  jangan mencampuradukan keuangan pribadi dan bisnis yang dikelola menjadi satu. Selain akan membingungkan, ini juga akan merugikan diri kamu dan usaha yang dijalankan, Sobat.

Mengapa? Karena, ini tentu akan menimbulkan kebingungan karena sulit untuk membedakan antara aset pribadi yang kamu miliki dengan milik usaha. Bahkan lebih parahnya bisa berdampak pada kebangkrutan, karena penggunaan yang sulit dikontrol dan dibedakan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memisahkan antara pengelolan tabungan pribadi dengan usaha dengan melakukan pemisahan rekening. Apa keuntungannya? Simak ulasan TimiKimi berikut ini yuk!

Tabungan Pribadi dan Bisnis Harus Dipisah, Mengapa?

1. Membuat Pajak Usaha yang Kamu Bayarkan Sesuai Nilainya

Cara Mengelola Keuangan Bisnis (kinibisa.com)

Ketika kamu menggabungkan pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis, kamu akan kesulitan untuk memisahkan mana transaksi yang dilakukan untuk bisnis kamu dan mana yang bukan. Misalnya, bisa saja kamu tidak sengaja memasukkan bonus dari kantor Rp 5 juta ke dalam penghasilan lain-lain di bisnis kamu. Berdasarkan konsep pajak penghasilan, kalau laba bersih kamu semakin besar, otomatis jumlah pajak yang kamu bayarkan akan lebih tinggi. Apabila keuangan kamu pribadi dan bisnis kamu tercampur, jumlah pajak usaha yang kamu bayarkan bisa kebesaran. Sayang kan?

Baca juga: Susah Untuk Hidup Hemat? Ubah Pola Pikir Hemat Dengan Cara Ini Yuk!

2. Mengamankan Dana Bisnis

Ini merupakan salah satu penyebab paling penting yang dapat membuat keuangan pribadi maupun bisnis kamu berantakan. Saat omset bisnis kamu masuk ke rekening pribadi, kamu merasa memiliki banyak uang dan tidak sengaja membelanjakan sebagian untuk keperluan pribadi.

Apa yang terjadi? Kemungkinan kamu bisa tekor untuk bisnis kamu karena jumlah dana yang tersedia di rekening kamu tidak cukup untuk pengeluaran bisnis kamu. Memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis memiliki alasan yang sama dengan memisahkan rekening transaksi harian dan rekening tabungan yaitu mencegah agar kamu secara tidak sengaja menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

3. Analisa Sumber Keuagan dan Kinerja Bisnis

9 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol (www.duniakaryawan.com)

Apakah kamu ingin bisnismu tetap berjalan stagnan tanpa adanya peningkatan? Dalam dunia bisnis, salah satu langkah awal untuk memulai pengembangan bisnis adalah dengan menganalisa transaksi dan kinerja bisnis kamu.

Jika kamu mencampurkan pencatatan keuangan pribadi dan bisnis kamu, membuat perencanaan untuk mengembangkan bisnis kamu akan lebih sulit dilakukan. Bisa saja kamu memisahkan transaksi yang tercatat di bank satu per satu, tapi hal ini akan memakan waktu yang lama dan masih ada potensi kamu tidak sengaja menyertakan transaksi pribadi ke dalam transaksi bisnis kamu.

4. Mengambil Keputusan yang Lebih Tepat

Sejalan dengan alasan-alasan sebelumnya, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih tepat kalau kamu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis kamu. Dari sisi keuangan pribadi, kamu bisa mengukur berapa sebenarnya jumlah kas yang tersedia untuk pengeluaran rutin, berapa jumlah yang bisa kamu tabung, dan sebagainya.

Di sisi lain, kamu juga bisa mengambil keputusan yang tepat saat menjalankan bisnis. Misalnya, kamu jadi mengetahui dengan pasti berapa saldo uang di bisnis kamu saat ini untuk menentukan jenis pengeluaran yang akan kamu lakukan dengan bisnis kamu untuk minggu depan.

5. Memberi Kesan Profesional bagi Pembeli

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Bisa Liburan Seru (blog.traveloka.com)

Alasan berikut ini merupakan alasan tambahan yang berguna untuk meningkatkan kesan profesional bagi calon pembeli atau pelangganmu. Jika kamu membuka rekening atas nama bisnis kamu, pembeli akan merasa melakukan transaksi dengan bisnis yang “nyata” dibandingkan dengan jika kamu menggunakan nama rekening pribadi.

Rekening dengan nama bisnis juga menciptakan kredibilitas bagi calon pembeli, apalagi jika tipe bisnis kamu adalah bisnis online. Calon pembeli akan lebih percaya rekening dengan nama bisnis dibandingkan nama pribadi untuk melakukan transaksi jual-beli.

Baca juga: Cari Tahu Perbedaan Rekening Tabungan Dan Simpanan Yuk!

Keuntungan Memisahkan Tabungan Pribadi dan Bisnis

  •  Performa Bisnis

Dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis, performa bisnis dapat dilihat lebih baik karena rekening tidak tercampur dengan tabungan maupun pemasukan atau harta lain di luar bisnis. Pemisahan laporan keuangan membuat kamu dapat mengendalikan aktivitas finansial perusahaan dengan mudah.

Arus kas perusahaan yang masuk dan keluar tidak lagi tercampur dengan keuangan pribadi. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui posisi atau kondisi perusahaan dari data-data yang tersedia. Tentunya dari data tersebut kamu juga bisa menetapkan target bisnis kedepan, dan membandingkannya dengan kompetitor agar usaha kamu makin kompetitif dan berkembang ke arah yang positif.

  • Pertumbuhan Bisnis

Performa bisnis yang baik membuat bisnis semakin tumbuh dan sangat penting untuk melakukan suatu perencanaan khususnya finansial secara jangka pendek dan menengah. Tidak dicampurkannya keuangan bisnis dan pribadi bisa membantu untuk memonitor kemana uang mengalir. Lalu bisa diketahui pula pola transaksi pengeluaran dan pemasukan yang akhirnya mempermudah pengambilan keputusan bisnis. Yang tak kalah penting adalah mengetahui posisi keuangan usaha terkini.

Contoh, perlunya mencatat nilai rupiah pembelian barang. Di saat bersamaan, catat juga uang yang masuk dari penjualan. Kalau perlu pencatatan ini khusus untuk pembelian dan penjualan saja. Kemudian dalam periode waktu tertentu dipindahkan ke buku kas besar. Dari situ bakal ketahuan berapa besar pembelian dan penjualan. Selisihnya adalah laba kotor.

  • Pentingnya Pinjaman Bisnis

Mengajukan pinjaman usaha untuk mengembangkan bisnis kerap kali diperlukan. Performa bisnis akan semakin baik jika mendapatkan injeksi modal dan membuat reputasi bisnis semakin baik karena dianggap mampu mengelola keuangan bisnis.

Pinjaman bisnis juga akan mampu membuat usaha kamu berinovasi dan ekspansi sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi. Namun yang terpenting, dengan pinjaman usaha kamu dapat menjalankan operasional perusahaan tanpa harus khawatir terkendala operasional, atau pengadaan aset.

Terpenting, dalam mengajukan pinjaman bisnis kamu harus memperhatikan bunganya dan cari yang kompetitif. Kalau ada jaminan lebih bagus, Jangan pernah menggunakan kredit tanpa agunan dan konsumtif karena bunganya tinggi sekali.

Baca juga: 6 Pengeluaran Rumah Tangga Yang Bisa Bikin Dompet Kering!

Nah, Sobat memisahkan rekening pribadi dan usaha harus dilakukan saat kita mantap memulai usaha. Dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, arus kas bisnis dalam mengatur keuangan usaha pun jadi lebih mudah terkontrol.