Pentingnya Ajari Kelola Uang pada Anak Sejak Dini

Mencari uang memang tidak mudah, namun menghabiskannya sangat mudah. Karena itulah uang yang didapat perlu dikelola dengan teliti agar tak mudah habis. Untuk itu, kemampuan mengelola keuangan perlu diajarkan sejak usia dini. Orang tua diimbau mengajari anak-anaknya untuk mengatur uang. Idealnya, pada usia berapa anak perlu diajari mengelola keuangan? Simak ulasannya berikut ini yuk!

Banyak orang tua berpikir bahwa membicarakan uang dengan anak merupakan hal yang terlalu dini dan mungkin tabu. Sehingga pada akhirnya percaya bahwa anak akan ngerti sendiri cara mengelola uang jajan. Benarkah?

Membicarakan masalah keuangan dengan anak malah mungkin bisa memperkuat bonding antara orang tua dan anak. Membangun kebiasaan dalam mengatur keuangan pada dasarnya sama dengan membangun kebiasaan lainnya yang harus dimulai sejak dini. Anak akan paham pentingnya mengelola keuangan ketika anak terbiasa melihat orang tuanya di rumah dalam mengalokasikan uang.

Pengelolaan keuangan belum masuk di dalam pendidikan formal, padahal sangatlah penting. Sejak kecil anak-anak perlu diajarkan untuk mengelola uang dengan baik. Apalagi sekarang ini hidup konsumtif sudah seperti hal yang sudah biasa.

Seperti membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk digunakan. Kemudian menghabiskan uang hanya untuk makanan dan bersenang-senang yang dilakukan secara berlebihan. Sehingga anak perlu diajarkan untuk mengelola uang sejak dini. Selain alasan tersebut ada lagi hal lain yang membuat mengajarkan pengelolaan uang kepada anak sejak dini itu penting. Lalu, apa sajakah pentingnya mengajarkan kelola uang pada anak? Simak ulasan TunaiKita berikut ini ya!

Pentingnya Kelola Uang Sejak Dini pada Anak

1. Ajarkan Anak untuk Tidak Boros

Kiat Ajarkan Anak Agar Tidak Boros (kumparan.com)

Salah satu alasan untuk mengajarkan kelola uang sejak dini pada anak adalah agar anak tidak boros. Uang saku bulanan yang telah diberikan kepada anak bisa digunakan dengan bijak, yaitu dengan mengajarkan pengelolaan uang. Uang di berikan memang untuk keperluan si anak, seperti membeli makanan yang diinginkan, membeli mainan, untuk menabung, atau untuk biaya transportasi ke sekolah.

Agar anak tidak menghabiskan seluruh uang sakunya untuk hal-hal yang kurang penting, kita sebagai orang tua wajib mengarahkan dan memberitahu anak kita untuk mengelola uangnya sesuai dengan prioritas kebutuhan.

Seperti jumlah uang untuk membeli makanan atau adalah sekian dari jumlah uang sakunya, biaya transport sekian dan untuk membeli mainan sekian, sehingga anak akan terbiasa mengelola uang yang ia punya dan tidak boros. Jika ia menginginkan untuk membeli sesuatu namun uang yang dimiliki kurang ia bisa menabung sedikit dari uang sakunya.

Baca juga: Tips Atur Pengeluaran Keuangan Rumah Tangga Agar Gak Kebobolan

2. Ajarkan Anak untuk Hidup Sederhana

Ajari Anak Menabung Sejak Usia Dini (intisari.grid.id)

Sebagai orang tua, kita juga perlu mengajarkan anak untuk hidup secara sederhana. Tidak perlu menunjukkan berapa banyak uang yang dimiliki. Dengan hidup sederhana anak juga akan menghabiskan uangnya secara bijak, tidak menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang yang kurang berguna.

Dengan mengajarkan untuk hidup sederhana juga kita juga mengajarkan anak untuk bersyukur dengan kehidupannya. Bersyukur dengan semua yang sudah mereka miliki dan akan menggunakannya sebaik-baiknya. Begitupun dengan kita sebagai orang tua juga tidak perlu menuruti semua keinginan anak-anak kita. Biarkanlah mereka berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan, karena sesuatu yang didapatkan dengan mudah maka juga akan hilang dengan mudah dan tidak berkesan pada mereka. Hidup sederhana juga akan berdampak pada pembentukan psikis anak, anak akan menjadi lebih bijak dan memilik kepribadian yang baik dan peduli terhadap orang lain.

3. Menabung untuk Masa Depan

Agar Tidak Boros, Ajari Nilai Uang Pada Anak dengan 3 Cara Ini (parenting.orami.co.id)

Mengajarkan anak untuk kelola uang sejak dini salah satunya adalah dengan menabung. Ajarilah anak untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung. Bisa dengan menggunakan tantangan atau hadiah seperti, jika mereka mau menyisihkan uangnya maka saat akhir tahun uang tersebut akan digunakan untuk pergi berlibur atau bisa dengan membelikan mereka mainan jika mereka bisa menyisihkan dalam rentang waktu tertentu.

Ajarkan juga, jika menabung juga bermanfat di saat-saat darurat seperti saat tiba-tiba saja pensil mereka hilang atau buku mereka habis dan harus membelinya saat itu juga atau saat mereka pergi kesekolah dengan menaiki sepeda namun tiba-tiba ban sepeda mereka bocor, dengan menyisakan uang atau mengalokasikan uang untuk keadaan darurat anak sudah belajar untuk mengelola keuangannya. Anak pun akan terbiasa menyisihkan sebagian uangnya karena sudah terbiasa sedari kecil mereka di didik untuk menyisihkan sebagian uangnya.

Baca juga: 6 Pengeluaran Rumah Tangga Yang Bisa Bikin Dompet Kering!

4. Ajari Bertanggung Jawab

Kapan Anak Harus Diajarkan Tanggung Jawab? (www.liputan6.com)

Seain mengajari anak kelola uang sejak dini, kita juga harus mengajarkan hal penting lainnya yaitu belajar tanggung jawab. Mereka belajar untuk mengelola keuangannya sendiri, mengatur kebutuhan mereka dari yang terpenting hingga yang kurang penting. Hal tersebut dapat membuat anak berpikir kritis, karena mereka biasa merencanakan dan me-manage kebutuhan-kebutuhan mereka dengan banyaknya uang yang mereka punya.

Sebagai orang tua juga sekali perlu bertindak tegas dengan anak, semisal kita sudah memberikan uang saku kepada anak kita dalam sebulan dan sudah menjelaskan uang tersebut adalah uang sakunya selama sebulan maka jika uang saku yang mereka terima habis sebelum satu bulan maka kita juga jangan langsung memberinya uang tambahan.

Kita bisa tanyakan terlebih dahulu mereka gunakan untuk apa saja uang saku mereka, jika memang untuk sesuatu yang bersifat darurat bisa di maklumi namun jika habis hanya sekedar untuk jajan atau membeli makanan, kita juga harus bertindak tegas. Jangan beri mereka uang tambahan sebanyak uang saku mereka, hal itu untuk memuat mereka jera dan untuk mengajarkan tanggung jawab kepada mereka.

5. Atur Strategi Memberi Uang

Cara Hadapi Anak yang Terus Menerus Minta Uang (kumparan.com )

Orang tua memberi uang saku perlu dengan strategi tergantung usia dan kebutuhan anak. Dengan melihat kebutuhan harian, mingguan atau bulanan akan mengajarkan hal yang berbeda pada anak. Jika anak masih belajar di TK/SD sebaiknya berikan uang saku harian. Hal ini dilakukan agar kita dapat memantau setiap harinya pengeluaran si anak. Anak berusia SMP/SMA sebaiknya berikan uang saku mingguan.

Pemberian uang saku mingguan akan memiliki dampak tanggung jawab dan cara mengelola keuangan yang lebih dewasa. Bagaimana cara membagi pengeluaran selama seminggu agar jatah uang saku dapat mencukupi kebutuhannya.

Baca juga: 7 Kebutuhan Utama Yang Harus Diutamakan Setelah Gajian

Ajari Anak Sejak Dini

Dari hal-hal di atas bisa dilihat bahwa kita memang perlu mengajarkan kepada anak-anak untuk mengelola keuangan mereka. Dengan mereka bisa mengelola keuangan mereka maka akan berdampak juga untuk terbentuknya kepribadian mereka. Maka mulai dari sekarang marilah kita ajari anak-anak untuk mengelola keuangan mereka dengan baik. Untuk membentuk kepribadian anak bisa dimulai dari hal-hal kecil ya.

Semoga informasi yang TimiKimi berikan mengenai ajari anak kelola uang sejak dini dapat membantu dan menginspirasi. Selamat mencoba!