Perbedaan Asuransi dan Investasi? Mana yang Harus Didahulukan?

Banyak orang salah kaprah mengira bahwa asuransi itu sama dengan investasi. Hal ini dikarenakan adanya produk asuransi yang memang mengandung produk investasi, atau unit link. Namun sebetulnya, perbedaan asuransi dan investasi sangat jelas terlihat pada tujuan kedua produk keuangan tersebut. Lalu, mana yang harus didahulukan? Asuransi atau investasi? Supaya nggak bingung, simak ulasan TunaiKita berikut ini ya. 

Asuransi dan Investasi sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Secara umum asuransi adalah proteksi dan bukan investasi. Ketika kamu membeli produk asuransi maka salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan sebuah perlindungan dari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang dipilih ini adalah jenis unit link tapi salah satu tujuannya adalah untuk sebagai proteksi bukan investasi.

Sedangkan investasi bertujuan untuk menumbuhkan uang yang dimiliki untuk tujuan finansial yang ingin dicapai di masa yang akan datang, seperti tujuan dana menikah, tujuan dana pensiun, dana pendidikan anak, tujuan membeli rumah dan tujuan keuangan lainnya. 

Nah, kali ini TunaiKita akan membahas tentang perbedaan asuransi dan investasi dan produk mana yang harus didahulukan? Berikut ulasannya.

Perbedaan Asuransi dan Investasi

Asuransi VS Investasi, manakah yang lebih penting? (www.qmfinancial.com)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, asuransi dan investasi merupakan dua hal yang  berbeda. Banyak yang berpikir bahwa kedua hal tersebut memiliki banyak kesamaan dan tidak perlu memiliki keduanya secara bersamaan. Ini merupakan pemikiran yang salah. Membeli asuransi tidak bisa melipatgandakan uang yang kamu miliki, Sobat. Namun, sayangnya masih banyak orang yang berpikir demikian.

Berbeda dengan investasi, asuransi tidak memiliki konsep pengembangan uang seperti dalam berinvestasi. Konsep dari asuransi adalah lebih bertujuan untuk mengantisipasi resiko dari munculnya hal-hal di luar dugaan seperti sakit atau kecelakaan.

Dengan terjadinya hal-hal seperti itu, barulah kamu bisa mendapatkan sejumlah uang sebagai bentuk pertanggungan yang kamu dapatkan. Uang tanggungan tersebut didapatkan karena kamu telah membayar premi asuransi dengan teratur sebelumnya.

Tapi apabila tidak terjadi hal-hal di luar dugaan seperti yang telah disebutkan, maka premi yang telah kamu bayarkan tersebut akan hangus atau menjadi milik perusahaan asuransi. Secara umum asuransi untuk perorangan dapat dibagi menjadi asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi penyakit kritis dan asuransi kesehatan. Masing-masing produk asuransi tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis Asuransi

Inilah Pilihan Perusahaan Asuransi Terbaik di Indonesia (www.belajarkeuangan.com)

Secara umum asuransi untuk perorangan dapat dibagi menjadi empat, diantaranya:

1. Asuransi Kesehatan

Dengan memiliki jenis asuransi ini, kamu tidak perlu khawatir lagi dengan biaya-biaya rumah sakit yang sangat mahal itu. Sebab asuransi kesehatan akan menanggung biaya-biaya tersebut, termasuk biaya obat.

Selain besaran premi dan tanggungan, kamu juga perlu mengetahui cara klaimnya. Ada dua cara yang bisa kamu gunakan buat klaim asuransi kesehatan, yaitu sistem kartu dan reimbursement. Kalau sistem kartu, kamu bisa langsung berobat dengan tunjukkan kartu peserta asuransi. Dengan begitu, klaim biaya rumah sakit sudah dilakukan. Jika menggunakan sistem reimbursement, kamu harus membayar biaya rumah sakit terlebih dulu baru minta penggantian ke pihak asuransi.

Baca juga: Ketahui 7 Risiko Berikut Sebelum Mulai Berinvestasi

2. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ini bisa dibilang bentuk perlindungan finansial berupa uang pertanggungan yang didapatkan ahli waris seandainya pemegang polis meninggal dunia. Jenis asuransi ini terbagi menjadi dua: asuransi term life dan asuransi whole life.

Perbedaan kedua asuransi terletak pada premi dan jangka waktunya. Asuransi term life  atau jiwa berjangka mematok premi yang terjangkau dengan jangka waktu 5 hingga 20 tahun. Sementara asuransi whole life mematok premi yang mahal dengan jangka waktu seumur hidup.

3. Asuransi Penyakit Kritis

Seseorang yang didiagnosa menderita penyakit kritis, pasti membutuhkan biaya besar dalam pengobatan. Untuk melindungi diri dari beban finansial yang besar akibat terkena penyakit kritis, sebagian orang melindungi dirinya dengan membeli asuransi penyakit kritis. 

Asuransi penyakit kritis adalah salah satu produk asuransi yang memberikan perlindungan berupa uang tunai sekaligus, alias lump sum, untuk para penderita sakit kritis.

4. Asuransi Kecelakaan

Asuransi kecelakaan adalah asuransi yang memberikan perlindungan atau proteksi kepada pemegang polis dari musibah kecelakaan. Pihak asuransi akan menanggung seluruh biaya serta santunan apabila pemegang polis meninggal dunia.

Seperti asuransi lainnya, premi tentu perlu dibayarkan pada saat kamu memutuskan untuk membeli asuransi. Premi tersebut akan ditetapkan jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang disetujui. Besar premi ini disesuaikan dengan jenis, waktu, dan besar perjanjian uang pertanggungan yang akan diberikan nantinya.

Baca juga: Deposito Atau Saham? Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Cara memilih Asuransi Terbaik

Merek Jasa Asuransi & Jenis-Jenis Perusahaan Asuransi Terbaik di Indonesia (www.ditinsurance.com)

1. Pastikan Penjual Produk Asuransi Berlisensi AAJI

Cara yang pertama ini, menjadi tips penting untuk mengkonfirmasi apakah penjual asuransi adalah agen resmi yang telah terdaftar atau hanya sekedar broker saja. Apa yang membuat hal seperti ini menjadi penting ? jika seseorang menjadi agen resmi maka ia akan memiliki tanggung jawab besar terhadap produk asuransi yang dijualnya.

Terlebih lagi bertanggung jawab terhadap klien atau peserta yang menjadi tanggungannya. Apabila orang tersebut bukan agen resmi dan tidak memiliki sertifikasi, maka motivasi dalam menjual produk asuransi akan dipertanyakan. Hal yang paling penting ialah jika dia adalah seorang yang tidak mempunyai pengalaman di bidangnya alias broker kemungkinan besar kamu sebagai kliennya akan kesulitan bila terjadi klaim karena dia tidak dapat membantumu secara langsung, dan jelas ini sangat merugikanmu yang telah terlanjur memilih produk asuransi tersebut.

Untuk memastikan agen asuransi tersebut resmi atau tidaknya kamu bisa mengetahuinya dengan cara menanyakan keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Setiap agen resmi pasti telah terdaftar dan memiliki kartu AAJI baik itu yang bersifat sementara maupun yang telah berlisensi penuh.

2. Kenali Kebutuhan dan Kemampuan Kamu

Seringkali kamu tidak mengetahui kebutuhan secara tepat dalam membeli sesuatu. Membeli produk asuransi tidaklah sama dengan membeli produk-produk yang konkret seperti mobil, rumah dan lainnya. Karena pada dasarnya produk asuransi merupakan produk efeknya bisa dirasakan nantinya seumur hidup.

Oleh karena itu pertimbangan awal yang dilakukan secara matang sangat menentukan, karena jika tidak tepat dalam memilih maka kerugiannya akan dirasakan oleh dirimu sendiri seumur hidup. Meskipun begitu kamu bisa berhenti kapan saja untuk menutup polis asuransi tersebut. Namun jika terjadi demikian maka kerugian akan menantimu.

Pada dasarnya asuransi mempunyai biaya yang harus dibayarkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi kamu harus mengetahui kebutuhan dan kemampuanmu terlebih dahulu agar tidak salah nantinya.

3. Bandingkan Produk dengan Asuransi Lain

Cara yang terakhir yang bisa kamu lakukan untuk memilih asuransi terbaik yaitu kamu bisa membandingkan produk asuransi yang akan kamu beli dengan asuransi lainnya. Karena membandingkan produk itu adalah hak dari konsumen, jadi memang lebih baik untuk mendapatkan produk asuransi yang terbaik dari yang sudah ada. Tidak usah terburu-buru, mintalah beberapa perusahaan asuransi membuatkan ilustrasi dan mulailah mempelajari produk asuransi tersebut. Tentu perbandingan yang dilakukan tidak terlepas dari pengetahuan tips sebelumnya, sehingga ketika mendapatkan produk asuransi yang paling tepat itu adalah hasil pertimbangan yang matang.

Baca juga: Harus Tahu Pentingnya Asuransi Untuk Millennials

Pertimbangkan Dengan Baik

Nah, kamu sudah mengetahui tentang perbedaan asuransi dan investasi bukan? Nah, sebelum memutuskan mana yang akan kamu pilih dan dahulukan, ada baiknya kamu pertimbangkan dengan baik terlebih dahulu agar tidak melakukan kesalahan dan menyesal nantinya.