Pinjam Uang Tanpa Jaminan 2019: Kenali Resiko Sebelum Mengajukan Pinjaman

pinjam uang tanpa jaminan

Pinjam uang tanpa jaminan sangat membantu di saat membutuhkan dana yang mendesak. Terkadang, saat kamu membutuhkan dana mendesak tetapi tidak ada uang tabungan yang tersisa di rekeningmu, salah satu alternatif untuk mendapatkan uang yaitu mengajukan pinjaman uang tanpa jaminan. 

Di saat ada kebutuhan dana yang begitu mendesak, pinjaman uang tanpa jaminan sering kali jadi solusi keuangan. Pinjaman uang tanpa jaminan merupakan salah satu jenis pinjaman yang sama halnya dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Kredit tanpa agunan adalah salah satu produk pinjaman yang memberikan fasilitas pinjaman tanpa jaminan apapun kamu bisa mengajukan pinjaman, namun biasanya nilainya yang diajukan tidak besar. Hanya sekitar Rp2 juta hingga Rp10 juta per orang satu kali pinjaman.

Salah satu pinjaman uang tanpa jaminan yang bisa kamu pilih yaitu pinjaman online. Pinjaman online sering diburu oleh mereka yang butuh dana cepat dalam beberapa jam karena memang proses pencairannya hanya hitungan menit dan jam. Di Indonesia ada banyak pinjaman online yang tersedia. Sebagian besar disediakan oleh aplikasi dan website pinjaman online dengan iming-iming proses cepat namun dengan bunga yang dihitung per hari. Penyedia pinjaman tersebut beralasan mereka memiliki proses cepat guna membantu calon nasabah yang membutuhkan dana.

Proses pengajuannya sangat mudah, kamu cukup mengunduh aplikasi pinjaman online yang kamu pilih, kemudian mengisi data diri, dan langkah terakhir mengajukan pinjaman sesuai dengan syarat yang diberikan masing-masing pinjaman online. Biasanya penyedia pinjaman online akan melakukan verifikasi hanya dengan menanyakan bukti data diri. Sebagian besar penyedia pinjaman tidak melakukan survei, hanya dengan mengecheck melalui telepon. Namun, sebelum kamu mengajukan pinjaman ada beberapa resiko yang bisa kamu alami pada saat mengajukan pinjaman online.

Pinjam Uang Tanpa Jaminan: Resiko yang Akan Kamu Alami

1. Bunga Harian

Source: Google

Tidak seperti KTA yang ada pada bank konvensional yang menerapkan bunga cicilan disetiap buannya. Pinjaman online cukup mahal karena mematok bunga secara harian yang besarannya bisa mencapai 0,5% – 3%. Misalnya ketika kamu meminjam Rp1 juta, maka dengan bunga harian sebesar 1% per hari, kamu harus membayar bunga sebesar Rp10 ribu per hari. Dalam sebulan, kamu terbebani bunga sebesar Rp300 ribu. Jika kamu meminjam selama tiga bulan, maka kamu akan mengembalikan dana hingga Rp1,9 juta atau terkena bunga sebesar 90% selama tiga bulan.

Karena itu sebelum meminjam sebaiknya hitung dulu kesanggupan kamu membayar pokok dan bunga. Sebaiknya kamu mencari pinjaman tanpa agunan dengan memilih pinjaman dengan bunga paling murah. Saat ini masih tersedia pinjaman tanpa agunan bunga rendah dari bank di kisaran 0,95% per bulan.

Baca juga: Ingin Ajukan Pinjaman Dana Jaminan KTP? Ini Pilihan Penyedianya!

2. Plafon Kecil

Source: Google

Kalau rata-rata dana yang bisa kamu pinjam melalui KTA Bank mencapai Rp200 juta, lain halnya dengan pinjaman online yang hanya bisa memberikan hingga jutaan hingga puluhan juta saja. Tenornya pun pendek, yakni sekitar 30 hari. Itulah mengapa pemberi pinjaman online berani memberikan pinjaman tanpa jaminan yang besar. Kecilnya plafon ini pun hanya bisa menutupi kebutuhan-kebutuhan kecil yang biasanya terkait kebutuhan sekunder.

Seperti membeli gadget baru, sebaiknya kamu perlu berfikir ulang jika hanya untuk memenuhi kebutuhan sekunder seperti itu. Sebab, bunga pinjaman berjalan setiap hari, tanpa disadari sangat menguras isi dompet kamu ke depan. Penggunaan kartu kredit dengan cicilan 0% mungkin lebih aman. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit, meminjam dengan jumlah kecil masih bisa dilakukan kepada kerabat atau teman.

3. Tenor Singkat

Source: Google

Karena jumlah plafon yang bisa dipinjam relatif kecil maka tenor yang diberikan pun pendek, hanya sekitar 30 hari. Beda dengan KTA Bank kovensional yang memberikan tenor dari 1-3 tahun. Tenor yang dipatok penyedia pinjaman uang online ini mungkin sangat membebani bagi kamu yang tidak bisa mengumpulkan dana secara cepat. Bukannya menjadi jalan keluar pinjaman online justru malah menambah masalah baru. Karena itu, jika kamu tidak yakin bisa melunasi jumlah hutang dalam satu bulan sebaiknya pilih jenis pinjaman lain saja.

4. Adanya Penalti Keterlambatan

Source: Google

Sama seperti pinjaman KTA, pinjaman online langsung cair juga memberlakukan penalti bagi debitur yang menunggak. Namun, jumlah penalti dari pinjaman online cepat cair lebih besari dari Bank konvensional. Pasalnya, penalti ini bersamaan dengan bunga harian sehingga nilainya terakumulasi.

Seringkali besaran penalti ini tidak kita ketahui dari awal. Sebaliknya jika sudah meyakinkan diri memilih pinjaman ini sudah berhitung soal kemampuan membayar plus penalti yang bisa saja menghampiri. Namun, berbeda dengan Bank konvensional yang memberlakukan penalti kepada debitur yang ingin melunasi pinjaman lebih cepat, pinjaman online tidak membebankan penalti pelunasan dipercepat. Sehingga kapanpun memiliki uang sebaiknya kamu segera melunasi tagihan utangmu.

Baca juga: Pinjaman Pribadi Bank Vs Pinjaman Pribadi Non Bank, Lebih Menguntungkan Mana?

5. Resiko Legalitas

Source: Google

Sebuah survey yang dilakukan Kaspersky Lab memperlihatkan, setidaknya 26 persen konsumen yang menggunakan metode online untuk transaksi di Indonesia menjadi korban penipuan. Termasuk dalam kegiatan belanja dan pengajuan pinjaman uang online. Begitu banyak perusahaan jasa keuangan yang menawarkan pinjaman uang online langsung cair, bukan berarti semuanya baik-baik saja. Periksa dulu apakah mereka sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.

Akibatnya, ada sejumlah debitur yang terjebak oleh kreditur abal-abal yang memberikan bunga sangat besar, padahal ini tidak diberitahukan sejak awal. Sebelum memilih akan meminjam kemana, kamu bisa cek legalitas perusahaan tersebut. Atau langkah mudahnya adalah dengan melihat kantor fisiknya, apakah benar-benar ada di Indonesia.

6. Rentan Penyalahgunaan Data

Source: Google

Karena semua proses pinjaman online dilakukan secara online, kamu juga harus siap jika data-data pribadimu dimiliki para kreditur. Tidak seperti bank yang menjamin kerahasiaan data para nasabahnya, regulasi pinjaman online langsung cair masih dalam tahap awal sehingga keamanan data nasabah masih dalam tahap uji coba. Kemungkinan, penggunaan data diri debitur untuk kepentingan lain itu selalu ada.

Karena itu, sebaiknya meminjam hanya kepada perusahaan yang sudah dikenal luas. Jangan mencoba mengajukan di website yang berani mengajukan pinjaman besar namun ternyata perusahaannya tidak memiliki kantor di Jakarta atau daerah lainnya di Indonesia.

Baca juga: Ajukan Pinjaman Tanpa BI Checking? Cek 6 Hal Ini Dulu Yuk!

7. Resiko Penagihan

Source: Google

Dibanding di Bank yang melakukan penagihan melalui telepon dan hanya pada waktu-waktu tertentu, pinjaman online langsung cair lebih membebani dan membuat debitur tertekan. Karena para kreditur sudah mengantongi seluruh data diri bahkan yang terpenting dalam hidup kamu mereka dapat dengan bebas melakukan penagihan lewat berbagai media, mulai dari telepon hingga email. Jadi, jangan heran jika nanti mengajukan pinjaman online dan menerima panggilan tagihan cukup sering ketika menunggak.

Pilih Penyedia Pinjaman Terpercaya

Setelah mengetahui resiko yang akan kamu alami ketika mengajukan pinjaman. Kamu harus memilih penyedia pinjaman uang online terpercaya dan pastinya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan sampai kamu malah terperangkap oleh pinjaman online yang ilegal. Semoga ulasan yang TimiKimi berikat dapat membantumu dalam mengajukan pinjaman.