Pinjaman Kilat Langsung Cair? Perhatikan Hal-hal Ini Terlebih Dahulu Sebelum Meminjam

pinjaman kilat langsung cair

Meskipun penawaran pinjaman kilat langsung cair memang menggiurkan. Namun, ada baiknya jika kamu memperhatikan lima hal keamanan ini terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Jangan gampang tergiur ya, Sobat!

Penawaran layanan pinjaman kilat langsung cair secara online, yang sedang marak belakangan ini memang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak? Jika dulu kamu sebagai nasabah harus mendatangi bank untuk mengajukan pinjaman, kini semuanya bisa dilakukan secara online. Kamu pun tidak perlu mendatangi satu bank dan lainnya untuk menemukan pinjaman dengan bunga terbaik, karena semua bisa dibandingkan melalui situs online.

Belum lagi saat ini banyak beredar fintech atau financial technology yang semakin memanjakan nasabah dalam melalui proses pengajuan. Hanya butuh KTP, unggah seluruh dokumen persyaratan, pinjaman bisa disetujui dalam waktu kurang dari sehari. Mudah banget kan? Namun, melihat banyaknya berita penipuan layanan pinjaman uang online seakan menyadarkan untuk tidak mudah tergiur dengan keunggulan yang mereka tawarkan.

Tidak semua penyedia layanan pinjaman kilat langsung cair secara online memiliki metode pengajuan dan sistem keamanan yang sama. Tentu semua fintech memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Bukan berarti proses pengajuan pinjaman pada fintech minim risiko. Justru, karena mengandalkan teknologi, risikonya lebih terlihat nyata dibandingkan pinjaman bank konvensional. Beberapa di antaranya adalah bunganya yang sangat tinggi karena dihitung harian, hingga perjanjian pinjaman yang kurang jelas. Kalau ini terjadi, nasabah tentunya akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Tentu Sobat tidak ingin hal itu terjadi kan?

Nah, untuk itu akan lebih baik jika kamu memperhatikan beberapa hal berikut sebelum mengajukan pinjaman online langsung cair tanpa ribet. Simak ulasannya di sini ya!

Pinjaman Kilat Langsung Cair, Hal-Hal Berikut Harus Diperhatikan Sebelum Pengajuan

Source: Google

Jika kamu yang berencana untuk mengajukan pinjaman, tidak mudah tergiur dengan layanan yang ditawarkan oleh pinjaman cepat online. Namun meskipun demikian, bukan berarti semua fintech atau pinjaman online berisiko. Kamu sebagai nasabah harus pintar-pintar dalam memilih penyedia layanan pinjaman online. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan lima aspek keamanan berikut ini:

Baca Juga : Mencari Dan Butuh Pinjaman Kilat? Ini Lho Rekomendasinya!

1. Kebijakan Privasi dan Kebijakan Keamanan Penting untuk di Cek Kembali

Sobat pernah mendapatkan telepon atau SMS yang menawarkan produk pinjaman? Besar kemungkinan data pribadi milikmu yang dimasukkan sudah tersebar ke beberapa afiliasi marketing yang bergerak di bidang pinjaman. Bisa jadi, sebelumnya kamu pernah mengajukan pinjaman, sehingga data pribadi kamu tercatat dan tersebar.

Ketika memutuskan menggunakan jasa fintech untuk mengajukan pinjaman online, kamu perlu lebih berhati-hati. Salah satu caranya yaitu dengan mengecek dan cermat dalam membaca bagian Kebijakan Privasi, Kebijakan Keamanan, dan segala informasi yang berkaitan dengan bagaimana fintech tersebut mengelola data nasabahnya. Selain menghindari risiko penyalahgunaan data, ini juga bisa mencegah masuknya telepon dan SMS mengganggu yang berisi tawaran-tawaran dari pihak yang tidak jelas.

2. Terdaftar di OJK

Source: Google

Walaupun banyaknya penyedia pinjaman uang online yang ada di Indonesia. Namun, belum tentu semua penyedia kredibel dan terpercaya. Oleh karena itu, kamu harus cermat dalam memilihnya. Untuk dapat memilih penyedia pinjaman uang online terpecaya, ada satu hal penting yang harus kamu perhatikan, yaitu harus diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan sudah terverifikasi. OJK sebagai lembaga resmi yang mengawasi berjalannya kegiatan fintech di Indonesia, memiliki daftar lembaga pemberi pinjaman yang mereka awasi.

Berdasarkan data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), terdapat 50 pengaduan konsumen tentang penipuan kredit online, dan kebanyakan perusahaan yang diadukan tidak terdaftar di OJK. Untuk itu, supaya tak menjadi korban selanjutnya, cek kembali daftar tersebut pada website resmi OJK untuk meminimalisir kerugian di kemudian hari.

3. Cek Kembali Perjanjian Pinjaman

Perjanjian pinjaman merupakan salah satu hal paling penting dalam proses pengajuan pinjaman, baik online maupun konvensional seperti di perbankan. Dalam perjanjian, umumnya akan tertera jumlah pinjaman, besaran suku bunga, masa tenor yang disepakati, hingga poin-poin penting lainnya terkait kondisi nasabah dan pemberi pinjaman. Karena ingin segera menyelesaikan proses pengajuan, tak jarang nasabah tidak membaca dan memverifikasi kembali isi perjanjian tersebut. Padahal di tahap inilah kamu tahu hak dan kewajiban sebagai peminjam.

Baca juga: Pinjaman Uang Yang Bisa Dicicil, Emang Bisa? Ini Syarat Dan Ketentuannya!

Bukan hanya lembaga pinjaman konvensional, perjanjian pinjaman pada pinjaman online yang mengandalkan teknologi juga sifatnya penting dan harus tetap diberikan pada nasabah, misalnya dalam bentuk dokumen digital yang dikirim via email. Perjanjian pinjaman bisa menjadi bukti yang valid bagi kedua belah pihak, baik peminjam ataupun fintech, untuk memenuhi kewajiban dan memberi hak sesuai yang telah disepakati. Jika sewaktu-waktu terjadi penyimpangan, misalnya, angsuran yang tertera pada aplikasi tidak sesuai dengan yang ada di perjanjian, maka kamu memiliki bukti kuat untuk mengajukan komplain hingga tuntutan.

4. Hitung Kemampuan Pinjaman dan Lihat Tujuan Pemakaian Dana

Source: Google

Penting untuk kamu tanyakan lagi pada diri sendiri, jika kelak dana pinjaman cair, apa rencanamu dalam pemakaian dana tersebut? Apabila dana tersebut hanya untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif, ada baiknya kamu berpikir ulang kembali. Mengapa begitu? Karena pinjaman online cepat cair mematok bunga yang cukup mahal. Sebaliknya, bila tujuan pemakaian dana adalah untuk menambah modal usaha atau untuk keperluan produktif, hal itu masih bisa dipertimbangkan setelah melalui perhitungan yang cermat.

Lalu, jangan lupa juga menghitung kemampuanmu untuk membayar kembali pinjaman online tersebut. Jangan pernah mengajukan pinjaman tanpa terlebih dulu mengukur dengan cermat kemampuan keuangan kamu untuk mengembalikan utang tersebut. Sebaiknya kamu mengacu pada prinsip keuangan yang sehat. Beban cicilan yang boleh ditanggung oleh seseorang nilainya maksimal 30% dari total penghasilan bulananmu ya.

5. Layanan Pinjaman Menggunakan Jaminan Enkripsi

Hal terakhir yang penting untuk diperhatikan yaitu adanya jaminan enkripsi pada situs penyedia layanan pinjaman online. Apa sih Enkripsi itu? Enkripsi adalah sebuah sistem yang diterapkan dengan tujuan mengamankan data atau informasi yang ada di dalam situs, agar tidak dapat terbaca oleh pihak lain yang tidak mendapat izin. Bentuknya adalah sertifikat SSL dan juga protokol HTTPS. Biasanya metode enkripsi maupun protokol HTTPS umumnya dipakai untuk situs atau aplikasi yang digunakan untuk bertransaksi secara online.

Baca juga: 5 Tempat Pinjaman Mudah Yang Bisa Jadi Andalan Saat Terdesak Butuh Dana

Semua situs lembaga pinjaman idealnya perlu menggunakan sistem keamanan ini. Sebab, semua data yang ada pada situs, apa pun bentuknya, bersifat penting dan bisa jadi celah bagi para peretas untuk melakukan kejahatan. Utamakan menggunakan jasa fintech yang situsnya berprotokol HTTPS, bukan HTTP, serta memiliki jaminan enkripsi data yang tertera jelas dalam kebijakan privasi dan kebijakan keamanan di situsnya.

Pilih Penyedia Pinjaman Uang Online yang Terpercaya

Sebelum mengajukan pinjaman akan lebih baik jika kamu melakukan riset kembali mengenai penyedia pinjaman online yang akan kamu ajukan. Pilihlah penyedia pinjaman online yang kredibel dan terpercaya. Dengan begitu , mengajukan pinjaman akan jauh lebih aman dan nyaman.