Pinjaman KTA

Saat sedang butuh dana mendadak, mengajukan pinjaman menjadi hal yang wajar dilakukan. Ada dua jenis pinjaman dana tunai yang sering menjadi pilihan yakni pinjaman KTA dan pinjaman online. Apa perbedaan dari keduanya? Simak penjelasannya di sini!

Siapapun pasti pernah mengajukan pinjaman. Melakukan pinjaman uang sebenarnya bukan hanya dikarenakan kita yang tidak pandai mengelola keuangan pribadi atau memiliki gaya hidup boros, tapi bisa disebabkan karena kita sedang menghadapi keadaan yang tidak terduga alias berada dalam kondisi darurat di mana sedang butuh dana dengan segera dalam jumlah yang cukup besar sehingga tidak bisa hanya mengandalkan isi tabungan saja. Kondisi darurat seperti ini bisa saja terjadi karena kamu mengalami sakit atau kecelakaan, terkena bencana alam, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, ada dua jenis pinjaman yang sangat populer di kalangan masyarakat yaitu pinjaman KTA dan pinjaman online. Keberadaan keduanya seolah menjamur dan sangat mudah ditemukan. Baik itu pinjaman KTA maupun pinjaman online, keduanya bisa sama-sama populer karena tidak membutuhkan agunan atau jaminan untuk mengajukan pinjaman. Terlepas dari persamaannya, keduanya ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Kira-kira mana yang lebih baik dan layak untuk mendapatkan pengajuan? Coba kita sama-sama bandingkan!

Bank vs Fintech

Bank vs Fintech (Sumber: detik.net.id)

Perbedaan yang paling besar bisa kita lihat dari penyedia pinjaman KTA dan pinjaman online. Penyedia pinjaman KTA adalah bank, baik itu bank swasta maupun milik pemerintah (BUMN). Sedangkan penyedia pinjaman online adalah perusahaan fintech yang menerapkan sistem peer to peer lending (P2P lending) yang memberikan layanan jasa keuangan berupa pinjaman yang diberikan kepada masyarakat menggunakan jaringan internet.

Baca Juga : Tips Dan Trik Agar Pinjaman Dana Tanpa Jaminan Langsung Cair

Cara Pengajuan

Pinjaman KTA saat ini bisa diajukan dengan dua cara yakni dengan cara offline dan juga online. Untuk cara offline yang klasik, kamu harus mendatangi kantor cabang bank terdekat untuk memberikan pengajuan pinjaman KTA tanpa kartu kredit. Sementara untuk cara pengajuan pinjaman KTA online, kamu bisa mengajukan melalui website resmi bank penyedia KTA online. Kalau pinjaman KTA bisa diajukan dengan dua cara, pinjaman online hanya bisa diajukan secara online melalui situs atau aplikasi yang harus didownload terlebih dahulu. Berhubung diajukan secara online, maka sudah pasti kamu bisa menghemat waktu, tenaga, dan uang karena tidak perlu repot-repot keluar rumah.

Limit Pinjaman

Limit Pinjaman (Sumber: mediaindonesia.com)

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan oleh banyak orang. Sebenarnya berapa limit pinjaman KTA dan pinjaman online? Dari segi limit pinjaman, keduanya memang sangat berbeda. Untuk limit pinjaman KTA, kamu bisa mengajukan plafon pinjaman dana hingga Rp 500.000.000 sedangkan untuk pinjaman online biasanya hanya berkisar di angka puluhan juta, antara Rp 20.000.000 hingga Rp 30.000.000. Tapi sayangnya pinjaman KTA selalu mematok nominal pinjaman minimal Rp 5.000.000 sehingga mau tak mau kalau kamu membutuhkan dana di bawah Rp 5.000.000, kamu harus mengurungkan niatmu tersebut. Berbeda dengan pinjaman online yang rata-rata memberikan pinjaman dengan limit minimum Rp 1.000.000 saja.

Jangka Waktu Pinjaman

Jangka waktu pinjaman KTA dan pinjaman online memang dipengaruhi dari nominal limit pinjaman yang diberikan. Untuk pinjaman KTA, dikarenakan limit pinjaman yang diberikan sangat besar, maka rata-rata bank akan memberikan minimal jangka waktu pinjaman 12 bulan hingga maksimum 60 bulan. Sedangkan untuk jangka waktu pinjaman online yang memiliki limit pinjaman lebih kecil, biasanya hanya diberikan waktu mulai dari 7 hari hingga 180 hari.

Bunga yang Dikenakan

Bunga yang Dikenakan (Sumber: www.nofusshomeloans.com.au)

Lalu bagaimana dengan bunga yang dikenakan? Perlu kamu ketahui kalau sebenarnya kita tidak bisa mengatakan kalau bunga pinjaman KTA lebih kecil atau bunga pinjaman online lebih kecil karena sistem perhitungan bunga yang digunakan berbeda. Untuk pinjaman KTA, rata-rata bank menerapkan sistem perhitungan bunga tetap untuk jangka waktu 1-2 tahun pertama, sedangkan sisanya dihitung berdasarkan bunga floating yang besarannya disesuaikan dengan pergerakan bunga di pasaran. Lain halnya dengan bunga pinjaman online yang kebanyakan menerapkan sistem perhitungan sistem bunga fix yang kisaran bunganya tetap sama hingga masa akhir cicilan.

Baca Juga : Pinjaman Dana Tanpa Jaminan Bisa Dimanfaatkan Untuk 7 Hal Ini

Ada satu lagi perbedaan perhitungan bunga yang perlu kamu ketahui kalau ternyata bunga pinjaman online ini dihitung berdasarkan hari karena jumlah plafon pinjaman tidaklah banyak dan masa tenor juga lebih singkat. Berbeda dengan bunga pinjaman KTA yang dihitung per bulan karena jumlah pinjaman lebih besar dan masa tenor tergolong lebih lama.

Syarat dokumen yang diperlukan

Semua produk pinjaman selalu memberikan syarat dokumen yang harus kamu penuhi, tapi tentu saja syarat dokumen yang diperlukan berbeda-beda. Untuk pinjaman KTA, syarat dokumen yang diperlukan biasanya adalah KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji (surat keterangan penghasilan), rekening koran, kepemilikan kartu kredit (tidak semua bank mewajibkan ini). Sedangkan untuk pinjaman online, syarat dokumen yang diperlukan lebih sedikit sehingga lebih mudah untuk dipenuhi. Rata-rata pinjaman online hanya membutuhkan syarat dokumen KTP dan NPWP saja.

Proses yang berlaku

Proses Pinjaman KTA (Sumber: aol.com)

Proses yang dibutuhkan untuk pinjaman KTA dan pinjaman online juga sangat berbeda jauh. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, terutama nominal pinjaman dan syarat dokumen. Untuk pinjaman KTA, proses yang dibutuhkan berkisar antara 3-14 hari kerja karena pihak bank harus mengecek kelengkapan beberapa dokumen yang kamu berikan terlebih dahulu. Ditambah lagi jika nominal pinjaman berada di atas angka Rp 100.000.000, maka sudah pasti dibutuhkan waktu sampai dana bisa dicairkan ke rekeningmu. Berbeda dengan pinjaman KTA, untuk pinjaman online tidak diperlukan waktu yang lama untuk memproses pengajuan pinjaman karena jumlah nominal pinjaman tidak terlalu banyak dan syarat dokumen juga tidak ribet sehingga bisa dengan cepat diproses. Rata-rata pinjaman online bisa dicairkan dalam jangka waktu 1-3 hari kerja saja.

Kemungkinan disetujui

Kita pasti sudah sering mendengar pengajuan pinjaman KTA yang ditolak oleh bank terkait. Ada banyak alasan kenapa pinjaman KTA tidak disetujui, mulai dari ketidaklengkapan dokumen yang diberikan hingga tidak lolos BI Checking. Berhubung pinjaman KTA dikeluarkan oleh bank, maka sudah pasti akan ada BI Checking terlebih dahulu yang akan dilakukan dengan mengecek apakah kamu memiliki catatan kredit yang buruk atau tidak. Lain halnya dengan pinjaman online yang tidak memerlukan BI Checking sehingga kemungkinan untuk disetujui lebih besar.

Baca Juga : Alasan Kenapa KTA DBS Cocok Digunakan Untuk Dana Pendidikan

Kredibilitas dan keamanan

Otoritas Jasa Keuangan (Sumber: muslimobsession.com)

Terakhir adalah kredibilitas dan keamanan yang dimiliki oleh pinjaman KTA dan pinjaman online. Untuk pinjaman KTA karena dikeluarkan oleh bank, maka sudah pasti kredibilitas dan keamanannya sudah terjamin. Sedangkan untuk pinjaman online, kamu harus ekstra teliti dalam memilih perusahan fintech yang menyediakannya karena tidak semua perusahaan fintech terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Salah satu perusahaan fintech ternama yang sudah terdaftar di OJK adalah TunaikIta sehingga sudah pasti terjamin aman. Jadi kalau kamu ingin mengajukan pinjaman online, TunaiKita bisa menjadi pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Pertimbangkan dan Perhitungkan dengan Matang Sebelum Mengajukan Pinjaman

Pinjaman KTA (Sumber: www.hdbfs.com)

Baik itu pinjaman KTA maupun pinjaman online, sebelum kamu mengajukan salah satunya, alangkah baiknya jika kamu mempertimbangkan dan melakukan perhitungan yang matang terlebih dahulu. Lihat syarat dan ketentuan yang berlaku, mulai dari sistem pembayaran, biaya tambahan yang dikenakan, hingga denda atau biaya penalti yang dikenakan apabila terlambat melakukan pembayaran cicilan. Dengan mempelajarinya secara teliti, maka proses pengajuan serta pembayaran bisa dilakukan dengan aman terkendali tanpa ada masalah.

Selamat memilih pinjaman yang sesuai denganmu Sobat!