Pinjaman Uang Bayar Bulanan dengan Cicilan Ringan, Bagaimana Caranya?

Ketika sedang butuh dana mendesak, pinjaman uang bayar bulanan jadi solusi tepat. Tapi kamu harus mengambil cicilan ringan yang sesuai dengan kemampuan. Simak cara yang bisa kamu terapkan di bawah ini!

Mengajukan pinjaman uang bayar bulanan memang kerap kali dilakukan jika kita sedang dihadapkan pada situasi yang sifatnya darurat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi seperti pada saat akan membayar biaya rumah sakit, ganti rugi kecelakaan, membayar uang sekolah, dan lain sebagainya. Kebutuhan yang mendesak ini sebenarnya bisa ditanggulangi jika kita memiliki dana darurat yang ada pada tabungan. Tapi bagaimana jika dana tabungan jumlahnya tidak mencukupi? Sudah pasti kita akan mengajukan pinjaman uang bayar bulanan.

Ketika mengambil pinjaman uang bayar bulanan, resiko terbesar yang akan dihadapi adalah ketidaksanggupan kamu untuk membayar cicilan di kemudian hari yang akan berakibat tunggakan hutang. Untuk mengatasi hal ini, kamu harus mengambil cicilan yang ringan supaya nantinya hutang bisa dibayarkan tepat waktu tanpa adanya tunggakan. Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa mengambil pinjaman uang bayar bulanan dengan cicilan ringan? Kamu bisa terapkan cara-cara ini!

1. Pilih Penyedia Pinjaman yang Terpercaya

Memilih Tempat Pinjaman yang Tepat (Sumber: blog.energytrust.org)

Cara yang pertama adalah dengan memilih penyedia pinjaman yang terpercaya. Kamu bisa mengetahuinya dari kredibilitas penyedia pinjaman, apakah penyedia pinjaman sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak, hingga apakah penyedia pinjaman memiliki kantor resmi atau tidak. Dengan memilih penyedia pinjaman yang terpercaya, kamu bisa terhindar dari tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak penyedia pinjaman seperti menaikkan bunga seenaknya, menambahkan biaya-biaya tambahan, dan lain sebagainya.

2. Ambil Masa Tenor yang Tepat

Masa Tenor (Sumber: www.dexteracademy.in)

Cara selanjutnya adalah dengan memilih masa tenor yang tepat. Pinjaman uang bayar bulanan biasanya memberikan jangka waktu pembayaran mulai dari hitungan hari hingga bulan yakni antara 10 hari hingga 36 bulan atau 60 bulan, tergantung dari ketentuan penyedia pinjaman. Dalam memilih masa tenor ini, kamu harus berhati-hati karena jika salah memilih masa tenor, bisa-bisa kamu tidak sanggup membayar cicilan.

Di sini ada dua cara yang bisa dilakukan, jika kamu ingin pinjaman uang bayar bulanan memiliki cicilan ringan, maka kamu bisa mengambil masa tenor maksimal. Tapi imbasnya adalah jumlah total keseluruhan hutang jadi bertambah karena adanya bunga yang harus dibayarkan. Tapi jika kamu mengambil masa tenor singkat, maka jumlah nominal cicilan per bulan jadi lebih berat. Jika kamu tidak yakin bisa melunasi hutang dengan cepat, maka pilihlah masa tenor maksimal agar nantinya cicilan per bulan jadi lebih ringan dan bisa dibayarkan tepat waktu.

3. Pilih yang Bunganya Rendah

Bunga yang Dikenakan (Sumber: theunaustraliandotnet.wordpress.com)

Besaran suku bunga berperan sangat penting dalam menentukan cicilan pinjaman uang bayar bulanan yang ringan. Beda penyedia pinjaman uang bayar bulanan, beda pula bunga yang ditawarkan. Oleh karena itu, kamu tidak bisa asal langsung memilih penyedia pinjaman. Bandingkan lebih dari dua penyedia pinjaman uang bayar bulanan agar bisa mendapatkan penawaran bunga terendah.

Ketika kamu diberitahu berapa bunga yang akan dikenakan, jangan lupa untuk mencaritahu bagaimana sistem perhitungan bungannya. Apakah mereka menggunakan sistem bunga fix atau floating. Sistem perhitungan bunga fix memiliki bunga tetap yang sama setiap bulannya hingga masa akhir cicilan. Dengan menggunakan suku bunga fix, kamu bisa memastikan berapa nominal cicilan per bulan karena jumlahnya tidak akan berubah sehingga kamu bisa melakukan perhitungan berapa dana yang perlu disisihkan untuk membayar cicilan pinjaman uang bayar bulanan. Tapi kekurangannya adalah ketika suku bunga di pasaran turun, maka bunga yang dikenakan kepadamu tidak akan turun.

Sedangkan sistem bunga floating jumlahnya tidak menentu karena mengikuti suku bunga pasaran. Jika suku bunga pasaran sedang turun, maka kamu akan diuntungkan karena bunga yang diberikan menjadi lebih rendah. Tapi jika suku bunga pasaran sedang naik, maka bunga cicilan juga akan naik. Jadi kalau penyedia menggunakan sistem bunga floating, kamu harus terus melakukan perhitungan supaya nantinya tidak kaget kalau nominal cicilan tiba-tiba bertambah atau berkurang.

4. Cek Kembali Biaya Lain-lain yang Diberlakukan

Tambahan Biaya (Sumber: www.tripsavvy.com)

Siapa di antara kamu yang sering tidak memperhatikan dan membaca kembali ketentuan-ketentuan yang berlaku pada saat mengajukan pinjaman? Biasanya kita kurang teliti dan tidak mengecek kembali apakah ada biaya-biaya lain yang diberlakukan pada saat mengajukan pinjaman uang bayar bulanan. Memangnya ada biaya apa saja yang sering ada? Untuk biaya lain-lain ini mencakup biaya administrasi, biaya provisi, biaya materai, dan lain sebagainya.

Untuk biaya administrasi, pastikan kalau biaya yang dikenakan hanya dibayarkan satu kali pada saat bulan pertama peminjaman atau harus dibayarkan setiap bulannya hingga masa cicilan lunas. Jika ada biaya administrasi per bulan, tanyakan dengan jelas berapa nominal yang harus kamu bayarkan. Jika biaya lain-lain yang dikenakan cukup banyak, maka kamu bisa beralih pada penyedia pinjaman uang bayar bulanan lainnya yang menawarkan biaya lebih murah.

5. Lakukan Simulasi Perhitungan Cicilan

Lakukan Perhitungan (Sumber: www.franklins-sols.co.uk)

Cara yang terakhir adalah dengan melakukan simulasi cicilan hutang terlebih dahulu. Buat kamu belum pernah melakukannnya, TunaiKita akan memberitahukanmu caranya. Tentukan terlebih dahulu contoh kasus. Misalkan saja kamu ingin mengajukan pinjaman sebesar Rp10 juta dengan masa cicilan yang diambil adalah 6 bulan. Bunga yang dikenakan adalah 0,5% per bulannya. Coba kamu ikuti langkah-langkah menghitungnya!

  • Cicilan Pokok

Rp10 juta (plafon pinjaman) : 6 bulan (masa tenor) = Rp1.666.666

  • Bunga per Bulan

Rp10 juta (plafon pinjaman) x 0,5% (bunga pinjaman per bulan) = Rp50 ribu

  • Cicilan yang Harus Dibayarkan Setiap Bulannya

Rp1.666.666 (cicilan pokok) + Rp50 ribu (bunga per bulan) = Rp1.716.666

Jika kamu merasa keberatan dengan nominal cicilan Rp1.716.666, maka kamu bisa memperpanjang masa tenor sehingga cicilan jadi lebih ringan. Bagaimana jika kita hitung jika masa tenor yang diambil bertambah menjadi satu tahun (12 bulan).

  • Cicilan Pokok

Rp10 juta (plafon pinjaman) : 12 bulan (masa tenor) = Rp833.333

  • Bunga per Bulan

Rp10 juta (plafon pinjaman) x 0,5% (bunga pinjaman per bulan) = Rp50 ribu

  • Cicilan yang Harus Dibayarkan Setiap Bulannya

Rp833.333 (cicilan pokok) + Rp50 ribu (bunga per bulan) = Rp883.333

Nominal cicilan jadi lebih ringan bukan? Tapi jika kamu hitung secara keseluruhan, maka totalnya akan jauh berbeda. Coba saja kita hitung untuk masa tenor 6 bulan, maka total pinjaman menjadi Rp1.716.666 x 6 bulan = Rp10.300.000. Sedangkan untuk masa tenor 12 bulan, maka total cicilannya menjadi Rp8333.333 x 12 = Rp10.599.996. Terdapat selisih angka Rp299.996 dari masa tenor 6 bulan dengan 12 bulan.

Jadi sesuai dengan penjelasan di atas sebelumnya, maka akan terlihat kalau semakin lama masa tenor yang diambil, maka total pinjaman jadi lebih besar karena bunga yang ditambahkan setiap bulannya.

Pikirkan dengan Matang Sebelum Mengambil Pinjaman Uang Bayar Bulanan

Pikirkan dengan Matang (Sumber: pinimg.com)

Mengajukan pinjaman sah-sah saja, tapi kamu harus memikirkan dengan matang sebelum mengambil pinjaman dan melakukan perhitungan terlebih dahulu agar kelak di kemudian hari, kamu tidak akan menyesal mengambil pinjaman tersebut. Selain itu, dengan memikirkan secara matang, tandanya kamu sudah siap untuk menyisihkan sejumlah dana  per bulannya untuk membayar cicilan hingga akhir masa tenor selesai. Selamat mengajukan pinjaman uang bayar bulanan ya Sobat!