Psst! Ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Supaya Tak Terlilit Hutang

Bagi pasangan yang sudah menikah, baik itu pasangan muda maupun tua, mengelola keuangan rumah tangga menjadi hal yang paling memusingkan. Jika salah langkah, bisa-bisa keuangan keluargamu besar pasak dibanding tiang. Jika tak ingin terjerat hutang, simak cara mengatur keuangan rumah tangga yang ada di sini!

Ketika sudah menikah, tak jarang ada pasangan suami istri yang mengalami pertengkaran karena terjadinya masalah keuangan keluarga. Hal ini tidak hanya terjadi pada pasangan suami istri muda, tapi juga pasangan suami istri yang sudah menikah selama bertahun-tahun. Uang memang menjadi salah satu hal yang paling sensitif dalam keluarga sehingga harus mendapat perhatian lebih serta dikelola dengan baik. Oleh karena itu, bagi pasangan suami istri, kalian harus benar-benar bisa mengatur keuangan rumah tangga secara tepat. Saat baru pertengahan bulan, dana yang ada sudah menipis sementara masih ada banyak kebutuhan yang harus terpenuhi hingga akhir bulan. Kalau sudah seperti ini biasanya jalan yang ditempuh adalah mengajukan pinjaman dana tunai. Padahal masih ada cicilan yang belum terbayar lunas dan hutang menjadi terus menumpuk.

Inilah contoh kalau kamu salah mengatur keuangan rumah tangga. Akibatnya adalah keuangan keluargamu pasti akan terjadi defisit alias kekurangan dana yang bisa berakibat pada tumpukan hutang yang tidak bisa terbayar tepat waktu. Hal parah yang bisa terjadi pada keluargamu adalah kalian terpaksa harus menjual aset keluarga demi membayar hutang dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tentunya kamu tak ingin hal ini terjadi bukan?

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Baca juga: Intip Rahasia Kelola Keuangan Ala Orang Paling Kaya Di Indonesia

Supaya hal-hal seperti di atas tidak terjadi, Sobat dan pasangan harus segera sigap mengambil tindakan dengan mengatur keuangan rumah tangga dengan benar. TimiKimi punya beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa kamu terapkan, yaitu:

1. Membuat Alokasi Dana Pengeluaran

Mengatur Keuangan Rumah Tangga (orlandoaccounting.com)

Cara yang pertama adalah membuat alokasi dana pengeluaran. Ke mana saja dana dari hasil penghasilanmu ini mengalir? Kamu bisa mencoba untuk melakukan perhitungan dengan sistem 50:30:20 untuk membuat alokasi dana pengeluaran. Perhitungan alokasi pengeluaran ini dilakukan dengan cara 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk dana tabungan dan investasi, dan 20% untuk kebutuhan lifestyle seperti berbelanja pakaian hingga berlibur.

Misalkan saja penghasilan bulananmu mencapai angka Rp8 juta, maka kamu bisa menyisihkan Rp4 juta untuk kebutuhan primer, Rp2,4 juta untuk tabungan dan investasi, dan Rp1,6 juta untuk kebutuhan lifestyle. Dengan adanya alokasi pengeluaran, kamu sudah memiliki anggaran tetap yang tidak bisa diganggu gugat sehingga semua kebutuhan sudah ada alokasi dananya masing-masing.

2. Membuat Rincian Belanja bulanan

Jika sudah membuat alokasi pengeluaran, selanjutnya kamu harus membuat rincian belanja bulanan karena sebagian besar penghasilan biasanya digunakan untuk kebutuhan belanja bulanan. Jadi jangan sampai ketika kamu berbelanja tanpa adanya perencanaan yang matang, tiba-tiba budget untuk pengeluaran belanja bulanan membengkak alias over limit. Buatlah daftar kebutuhan belanja bulanan secara rinci dan detail mulai dari jumlah hingga harga. Dengan begitu, ketika berbelanja kamu akan terhindar dari lapar mata dan membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak diperlukan karena kamu harus berbelanja sesuai dengan daftar rincian belanja yang sudah kamu buat. Bandingkan harga di beberapa tempat atau supermarket atau cari supermarket yang sedang memberikan diskon atau promo yang menguntungkan.

Baca juga: Tips Mengatur Pengeluaran Bulanan Agar Tidak Bokek Pas Akhir Bulan

3. Prioritaskan Tagihan dan Cicilan Hutang

Perlu kamu ketahui kalau kebutuhan pokok tidak hanya seputar kebutuhan belanja harian saja, tapi juga tagihan dan cicilan hutang yang kerap kali terlupakan. Kenapa tagihan dan cicilan hutang dikatakan kebutuhan pokok? Karena memang keduanya ini adalah hal wajib yang harus kamu bayar. Cek terlebih dahulu tagihan dan hutang cicilan apa saja yang perlu kamu lunasi bulan ini, mulai dari tagihan listrik, PAM, telepon, kartu kredit, cicilan hutang KPR (Kredit Pemilikan Rumah), dan lain sebagainya. Jadi saat mengalokasikan dana pengeluaran, pos tagihan dan cicilan hutang ini harus masuk dalam status prioritas.

4. Menargetkan Pengeluaran Harian

Mengatur Keuangan Rumah Tangga (lelakisihat.com)

Cara mengatur keuangan rumah tangga yang satu ini tergolong cukup ampuh untuk dilakukan supaya tidak terjadi pengeluaran yang melebihi budget. Coba saja kamu targetkan berapa pengeluaran harianmu. Misalkan saja per harinya kamu bisa menghabiskan dana Rp50 ribu untuk keperluan dana transportasi ke kantor dan makan siang. Maka bawalah uang Rp50 ribu setiap hari. Jika ingin membawa dana darurat atau dana jaga-jaga, maka siapkan setengah dari target pengeluaran harian yakni Rp25 ribu saja. Kalau ternyata anggaran pengeluaran harian berlebih alias masih ada sisa, maka langsung masukkan ke dalam celengan kecil yang bisa kamu buka ketika akhir bulan. Nantinya kamu pasti akan terkejut menemukan berapa dana yang bisa kamu kumpulkan dari sisa pengeluaran harian ini.

5. Menyisihkan Penghasilan untuk Tabungan dan Investasi

Menyisihkan dana penghasilan bulanan untuk tabungan dan investasi sangat penting dilakukan. Tujuannya adalah kelak di kemudian hari, kita bisa mencapai kemerdekaan finansial. Kemerdekaan finansial ini adalah masa di mana kita yang sudah berada dalam usia yang tidak produktif lagi. Pilih jenis investasi yang cocok untukmu. Jika kamu tergolong orang yang suka mengambil resiko, kamu bisa ambil investasi jenis saham, obligasi, hingga reksadana. Tapi jika kamu tidak suka mengambil resiko, maka ambillah investasi deposito dan emas yang lebih mudah dilakukan. Ingat, jangan menaruh seluruh dana ke dalam satu jenis investasi yang sama. Ambil setidaknya 2-3 jenis investasi. Cara mengatur keuangan rumah tangga ini dilakukan untuk membagi resiko sehingga ketika terjadi resiko yang tidak diinginkan, maka kamu tidak akan merugi karena masih ada jenis investasi lainnya.

Baca juga: Menghitung Berapa Sebenarnya Biaya Hidup Di Jakarta Tahun 2019

6. Ikuti Program Asuransi

Asuransi Keluarga (www.1sthealthnow.com)

Masyarakat Indonesia memang tidak terlalu aware dengan asuransi. Padahal asuransi sangat penting untuk keluarga, terutama bagi pencari nafkah. Setidaknya kamu memiliki asuransi kesehatan untuk keluarga sehingga jika terjadi resiko sakit yang mengakibarkan salah satu anggota keluarga harus dirawat inap di rumah sakit, maka keuangan keluarga tidak akan terpengaruhi karena semua biaya akan dicover oleh asuransi. Tapi khusus untuk pencari nafkah, sebaiknya tambahkan juga asuransi jiwa sehingga ketika pencari nafkah meninggal dunia, keluarga bisa mendapatkan uang santunan untuk dapat menyambung hidup. Jadi, masukkan biaya untuk premi asuransi saat mengalokasikan dana pengeluaran ya!

7. Rasio Hutang Tak Boleh Lebih dari 30%

Sebenarnya cara mengatur keuangan rumah tangga supaya tidak terlilit hutang adalah rasio hutang tak boleh lebih dari 30% dari penghasilan bulanan. Misalkan saja penghasilan bulananmu Rp15 juta, maka jangan sampai total cicilan hutang melebihi angka Rp4,5 juta. Jika melebihi angka tersebut, maka keuanganmu tidak bisa terkontrol akibat terlalu banyak menanggung hutang. Jadi kalau sekarang kamu ingin mengajukan pinjaman online, hitung dulu semua cicilan hutang per bulan yang kamu miliki. Jika rasionya melebihi 30%, maka lunasi terlebih dahulu hutang-hutang tersebut dan ketika sudah lunas, barulah kamu bisa mengajukan pinjaman online. 

Diskusikan Selalu Kondisi Keuangan dengan Pasangan

Mengatur Keuangan Rumah Tangga (themoneycouple.com)

Dalam cara mengatur keuangan rumah tangga, selalu diskusikan kondisi keuangan dengan pasangan. Jangan sampai kamu mengambil langkah dan memutuskan sendiri, baik itu dalam mengalokasikan dana, membuat rincian belanjaan, hingga mengajukan pinjaman hutang. Dengan mendiskusikan kondisi keuangan dengan pasangan, maka kamu bisa mendapatkan masukan dan dapat berdiskusi mana pilihan terbaik yang bisa diambil untuk keluarga tercintamu. Semoga dengan adanya cara mengatur keuangan rumah tangga di atas, kamu dan pasangan bisa terhindar dari jeratan hutang.