Sejarah Hari Sumpah Pemuda Yang Tidak Boleh Kita Lupa

Selamat Hari Sumpah Pemuda, putra-putri Indonesia! Hari Sumpah Pemuda merupakan sumpah sakral yang diucapkan para pemuda zaman perjuangan meraih kemerdekaan. Namun tahukah kamu sejarah Sumpah Pemuda? Simak ulasan mengenai sejarah Hari Sumpah Pemuda berikut ini ya!

Hari Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Sumpah Pemuda sendiri sebenarnya merupakan buah pikiran dari Kongres Pemuda II yang diprakarsai oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres dilaksanakan dua hari tersebut dihadiri oleh wakil berbagai organisasi kepemudaan dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Rapat pertama tanggal 27 Oktober 1928 diselenggarakan di gedung yang kini dikenal dengan nama Lapangan Banteng. Dalam salah satu kesempatan, Moehammad Yamin menguraikan pandangannya tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia; sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2017 yang membahas soal pendidikan. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro selaku pembicara mengungkapkan bahwa anak-anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, serta harus memiliki keseimbangan pendidikan antara di sekolah dengan di rumah.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Muhammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan pada Sugondo Djojopuspito selaku ketua PPPI, saat Sunario, tokoh pemuda yang berperan sebagai penasehat panitia dalam kongres tersebut, sedang berpidato. 

Sugondo kemudian membubuhkan parafnya di kertas tersebut sebagai tanda setuju, yang kemudian diikuti oleh yang lain. Rumusan hasil kongres itulah yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda hingga kini. Dalam momen tersebut, lagu Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman juga diperdengarkan untuk yang pertama kalinya.

Tokoh-Tokoh dalam Sumpah Pemuda

Deretan Ucapan Hari Sumpah Pemuda Beserta Gambar, Cocok Dibagikan di Sosial Media (www.tribunnews.com)

Sejarah sumpah pemuda merupakan proses yang panjang. Momentum tersebut tak akan berjalan tanpa adanya tokoh-tokoh penting. Tokoh-tokoh penting tersebut diantaranya:

1. Soegondo Djojopoespito

Beliau merupakan ketua kongres pemuda yang dilaksanakan pada tanggal 27- 28 Oktober 1928. Aktif dalam Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia membuatnya ditunjuk menjadi ketua pada saat itu.

Baca juga: Habibie & Ainun, Kisah Cinta Paling Romantis

2. Muhammad Yamin

Bukan Mister, Ini Arti ‘Mr’ Pada Nama Tokoh Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin (liputan6.com)

Muhammad Yamin berasal dari Jong Sumatranen Bond atau pemuda dari Sumatera. Beliau merupakan pencetus kongres pemuda dan menjadi sekretaris pada saat Kongres Pemuda Indonesia. Beliau lah yang merumuskan isi teks Sumpah Pemuda serta mengusulkan dijadikannnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

3. Wage Rudolf Soepratman

W.R. Supratman dan Sejarah Indonesia Raya 3 Stanza (tirto.id)

Namanya sangat tidak asing bagi kita semua. Ya siapa lagi kalau bukan W.R Supratman sang pencipta lagu Indonesia Raya. Pada saat itu beliau memperkenalkan lagu ciptaannya hingga kini menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Saat itu lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan diiringi biola.

4. Amir Syarifuddin Harahap

Amir Syarifuddin Harahap berasal dari Jong Batak atau pemuda dari Batak. Beliau merupakan salah seorang pemuda yang aktif menyumbangkan pemikirannya untuk perumusan sumpah Pemuda, pada saat itu beliau bertugas sebagai Bendahara Kongres Pemuda Indonesia.

5. Sie Kong Liong

Sie Kong Liong adalah pemuda keturunan Tionghoa, beliau mempunyai peran yang penting dalam kelancaran Kongres Pemuda pada saat itu. Hal itu dikarenakan beliau telah menyediakan rumahnya sebagai tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda. Rumah tersebut kini jadikan Museum Sumpah Pemuda, terletak di Jalan Kramat No.106, Jakarta Pusat.

6. Sarmidi Mangoensarkoro

Ki Mangunsarkoro, menteri sederhana yang setia pakai sarung (www.merdeka.com)

Beliau adalah sosok cerdas yang mempunyai pemikiran tentang pendidikan anak. Beliau berpendapat bahwasanya anak harus mendapat pendidikan kebangsaan serta memperoleh keseimbagan pendidikan dirumah dan sekolah serta anak juga harus dididik secara demokratis. Oleh karena itu beliau ditunjuk menjadi pembicara pada kongres pemuda.

7. Soenario Sastrowardoyo

Soenario Sastrowardoyo merupakan pengacara yang aktif membela para aktivis pergerakan yang berurusan dengan polisi Hindia Belanda. Pada saat kongres pemuda berlangsung beliau berkesempatan melakukan pidato dengan tema pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.

8. Djoko Marsaid

Djoko Marsaid merupakan perwakilan dari Jong Java, Beliau merupakan wakil ketua Kongres Pemuda mendampingi Soegondo Djojopuspito.

Baca juga: Mengenal Sosok BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsa

Makna Sumpah Pemuda

1. Mencintai Tanah Air

Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk selalu mempunyai rasa cinta kepada tanah air kita Indonesia, beberapa caranya adalah dengan berusaha untuk berkarya untuk bangsa sendiri, selalu menggunakan produk-produk negeri sendiri dan lain sebagainya.

Mengingat perjuangan para pemuda kita di masa lalu yang telah berjuang sekuat tenaga dengan tujuan untuk meraih kemerdekaan. Jerih payah mereka harus kita teladani dan kita teruskan.

2. Menjaga Persatuan

Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak sejarah yang membuat seluruh rakyat Indonesia bersatu. Para pemuda dari ujung Barat hingga Timur Indonesia semua berkumpul untuk bersatu mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghilangkan perselisihan satu sama lain.

3. Bangga Terhadap Bahasa Indonesia

Di tengah gencarnya masuknya budaya asing di Indonesia sangat banyak mempengaruhi kita untuk mengikuti budaya tersebut, salah satunya adalah masalah bahasa.

Oleh karena itu, bahasa Indonesia haruslah tetap menjadi bahasa yang kita gunakan sehari-hari dimanapun dan kapanpun, sesuai dengan isi Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan para pemuda. Ini juga menjadi salah satu cara untuk tetap mencintai negeri kita sendiri.

Isi Teks Sumpah Pemuda

Pemuda Dibalik Sejarah Sumpah Pemuda l(ampungbananafoster.com)

Kongres sumpah pemuda menghasilkan rumusan yang menjadi pemersatu pemuda-pemudi di seluruh Indonesia. Hingga detik ini rumusan tersebut masih sering dikumandangkan ketika peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Istilah “Sumpah Pemuda” ternyata tidak muncuI dalam putusan kongres tersebut melainkan disematkan setelahnya. Berikut isi keputusan kongres sebagaimana yang tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda yang ditulis dalam ejaan Van Ophuysen :

Soempah Pemoeda

Pertama:Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang  satoe, tanah Indonesia

Kedoea:Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Ketiga:Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Teks Sumpah Pemuda dengan ejaan baru Bahasa Indonesia saat ini:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Baca juga: Atlet Indonesia Ini Berhasil Harumkan Nama Bangsa Hingga Tingkat Internasional

Lanjutkan Perjuangannya dan Teruslah Berprestasi Pemuda Pemudi Indonesia!

Sebagai pemuda yang harus kita lakukan adalah belajar untuk meningkatkan fungsi diri terhadap bangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang dicintai pemudanya. Sejarah sumpah pemuda merupakan pengingat kita sebagai pemuda agar terus berjuang melakukan terbaik untuk bangsa. Mengangkat derajat bangsa menuju ke arah yang lebih baik.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!