Selamat Hari Bank Indonesia! Sudahkah Kamu Mengenal Seluk Beluk Bank Indonesia? Cari Tahu Yuk!

Tahukah kamu? Setiap tanggal 5 Juli diperingati sebagai Hari Bank Indonesia. Lalu, sudahkah kamu mengenal Bank Indonesia itu sendiri? Bagaimana peran Bank Indonesia di Indonesia? Nah, untuk memperingati Hari Bank Indonesia yang jatuh pada hari ini, TunaiKita akan membahas mengenai sejarah, fungsi, serta tugas Bank Indonesia. Simak yuk!

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bank merupakan tempat menyimpan uang dan memberi pinjaman. Ada banyak jenis-jenis bank yang ada di Indonesia mulai dari bank sentral, bank umum, bank perkreditan rakyat, dan bank syariah. Lalu, bagaimana dengan Bank Indonesia? Banyak orang yang sudah tidak asing dengan Bank Indonesia. Namun, masih banyak yang belum tahu juga mengenai peran dan fungsi dari Bank Indonesia itu sendiri. 

5 Juli merupakan Hari Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan bank sentral Republik Indonesia sesuai Pasal 23D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Untuk lebih lanjutnya, berikut ini ulasan mengenai sejarah, peran, dan fungsi Bank Indonesia. 

Hari Bank Indonesia: Sejarah Singkat, Fungsi, dan Tugas

Sejarah Singkat Bank Indonesia

Source: Google

Sebelum dinasionalisasi sesuai Undang-Undang Pokok Bank Indonesia pada 1 Juli 1953, di era pemerintahan Hindia-Belanda bank ini bernama De Javasche Bank (DJB). De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828, saat itu DJB bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Pada 1953, Bank Indonesia dibentuk untuk menggantikan fungsi dan peran De Javasche Bank. Pada saat itu, Bank Indonesia memiliki tiga fungsi utama yaitu di bidang perbankan, moneter, dan sistem pembayaran. Selain itu, Bank Indonesia juga diberi wewenang untuk melakukan fungsi bank komersial sebagaimana pendahulunya.

Lima belas tahun kemudian pemerintah menerbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang isinya  mengatur tentang tugas serta kedudukan Bank Indonesia. Undang-Undang ini tentunya juga sebagai pembeda atas bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Setelah diterbitkan Undang-Undang tersebut, Bank Indonesia juga memiliki tugas tambahan yaitu membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pada tahun 1999, Bank Indonesia memasuki era baru dalam sejarah sebagai Bank Sentral independen yang memiliki tugas dan wewenang untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tugas tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999. Setelah itu, beberapa amandemen Undang-Undang Bank Indonesia dilakukan. Pertama pada tahun 2004, UU Bank Indonesia diamandemen dengan konsentrasi pada aspek penting yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia. 

Amandemen selanjutnya yaitu pada tahun 2008 ketika pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 1999. Dalam perubahan tersebut ditegaskan bahwa Bank Indonesia juga berperan sebagai bagian dari upaya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Perubahan Undang-Undang tersebut ditujukan untuk mewujudkan ketahanan perbankan secara nasional untuk menanggulangi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap layanan pembiayaan jangka pendek dari BI.

Baca juga: Syarat Pinjaman Bank BRI Berdasarkan Jenis Pinjamannya

Peran Bank Indonesia 

  • Mediasi perbankan merupakan proses penyelesaian sengketa antara nasabah dengan pihak bank yang difasilitasi Bank Indonesia dalam rangka untuk mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela.
  • Mediasi melalui jalur ini memiliki keunggulan dalam menyelesaikan sengketa dengan murah, cepat, dan sederhana. Karena tidak dipungut biaya jangka waktu proses mediasi paling lama 60 hari kerja, dan proses mediasi dilakukan secara informal atau fleksibel.
  • Adapun sengketa yang dapat diselesaikan melalui mediasi perbankan adalah sengketa antara nasabah dengan pihak bank menyangkut aspek transaksi keuangan dengan ketentuan nilai sengketa setinggi-tingginya 500 juta.
  • Sebelum melakukan proses mediasi, nasabah dan bank harus menandatangani perjanjian mediasi yang memuat kesepakatan untuk memilih mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa dan persetujuan untuk patuh serta tunduk pada aturan mediasi.
  • Dalam pertemuan mediasi tersebut, Bank Indonesia hanya bertindak sebagai mediator yang akan bersikap netral, memotivasi para pihak untuk menyelesaikan sengketa, dan tidak memberikan rekomendasi atau keputusan. Karena hasil penyelesaian antara pihak yang bersengketa merupakan murni kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank.
  • Setelah tercapai kesepakatan, maka nasabah dan pihak bank akan menandatangani akta kesepakatan. Namun apabila tidak dicapai kesepakatan maka nasabah dapat mengupayakan penyelesaian lanjutan melalui jalur arbitrase atau pengadilan.

Fungsi Bank Indonesia

1. Menjaga Stabilitas Moneter

Source: Google

Masing-masing negara pasti mempunyai bank sentral. Nah, Bank Indonesia sendiri berperan sebagai bank sentral. Dengan statusnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki fungsi menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

Dengan berperan menjaga stabilitas moneter ini Bank Indonesia disebut sebagai otoritas moneter. Untuk kamu yang masing asing dengan istilah otoritas moneter. Otoritas moneter ini mempunyai tanggung jawab untuk mengontrol banyaknya uang yang beredar di suatu negara. Inilah mengapa saat inflasi naik, Bank Indonesia yang mengambil tindakan agar kenaikan inflasi bisa ditahan. Fungsi Bank Indonesia inilah yang amat penting agar harga-harga di pasar tidak terlalu tinggi kenaikannya. 

Baca juga: Ajukan Pinjaman Tanpa BI Checking? Cek 6 Hal Ini Dulu Yuk!

2. Mengawasi dan Membuat Regulasi untuk Bank

Fungsi Bank Indonesia yang berikutnya yaitu menciptakan perbankan yang sehat. Bagaimana caranya? Apa yang dilakukan Bank Indonesia?

Bank Indonesia melakukan pengawasan dan membuat regulasi agar tidak ada kecurangan dalam kegiatan perbankan yang hanya akan bikin rugi banyak orang. Agar fungsi ini berjalan dengan efektif, Bank Indonesia menerapkan disiplin pasar dan penegakan hukum. Bank Indonesia sendiri sudah mengeluarkan banyak peraturan mengenai kegiatan perbankan. Mulai dari peraturan bank umum hingga bank syariah.

3. Menjaga Sistem Pembayaran

Source: Google

Sistem pembayaran yang dijalankan bisa saja menimbulkan risiko tak terduga. Nah, di sinilah fungsi Bank Indonesia yaitu untuk mencegah hal ini tak boleh sampai terjadi. Untuk Bank Indonesia, sistem pembayaran itu harus aman, efisien, kesamarataan akses, dan perlindungan konsumen. Informasi buat kamu Sobat, gagal bayar dalam sistem pembayaran bisa berakibat sistemik, lho. Ini artinya bank-bank lain bisa merasakan dampak dari gagal bayar dalam sistem pembayaran.

Risiko-risiko inilah yang kemudian mendasari munculnya sistem pembayaran Real Time Gross Settlement atau RTGS. Dengan menerapkan sistem RTGS ini, keamanan dan kecepatan sistem pembayaran semakin meningkat. Selain itu, fungsi Bank Indonesia juga mencetak Rupiah dan mengedarkannya. Bank Indonesia perlu perencanaan yang matang sebelum mengeluarkan Rupiah dan mengedarkannya. Hal-hal yang dipertimbankan Bank Indonesia dalam mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah yaitu, mulai dari tingkat pemalsuan, nilai intrinsik, dan masa edar uang. Bank Indonesia juga merencanakan jumlah dan komposisi pecahan uang yang akan dicetak selama satu tahun ke depan serta berwenang mencabut Rupiah yang beredar.

4. Tempat menyimpan Kas Negara

Sobat tahu nggak? Kas negara yang nilainya ribuan triliun rupanya berada di bawah tanggung jawab Bank Indonesia, lho. Jadi, Bank Indonesia berperan sebagai bank yang menyimpan kas negara. Dalam menjalankan fungsinya ini, Bank Indonesia melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan. Koordinasi yang dilakukan mulai dari pembuatan laporan, penyimpanan dana, mengeluarkan dana, hingga ambil pinjaman dari luar negeri.

5. Melakukan Riset dan Pemantauan

Source: Google

Fungsi dari Bank Indonesia yang terakhir yaitu melakukan riset dan pemantauan. Karena Bank Indonesia bertanggung jawab untuk melindungi stabilitas keuangan dari ancaman, Bank Indonesia harus tahu lebih dulu informasi-informasi mengenai hal-hal yang membahayakan stabilitas keuangan. Inilah kenapa Bank Indonesia perlu melakukan pemantauan buat mencari tahu adakah kerentanan di sektor keuangan atau enggak. Atau mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang efeknya gak baik buat sistem keuangan.

Baca juga: Pinjaman BRI Yang Tepat Untuk Kamu Saat Butuh Uang, Lihat Disini Yuk!

Maju Terus Perbankan Indonesia!

Dengan mengetahui lebih jauh tentang Bank Indonesia, setidaknya kita ikut membantu mewujudkan fungsi dan tugas dari Bank Indonesia. Kamu juga bisa mengetahui lebih jauh tentang sejarah BI dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta. Selain bisa berwisata, pengetahuanmu akan sejarah jadi bertambah. Selamat Hari Bank Indonesia!