Seluk Beluk Take Over KPR, Kenali dan Pahami Sebelum Mengajukan!

Takeover KPR menjadi cara bagi kamu yang ingin mencicil rumah. Apa bedanya dengan KPR biasa? Pelajari jenis, kelebihan, kekurangan, dan cara melakukan simulasinya. 

Ketika orang ingin membeli rumah dengan cara mencicil, maka mereka harus mengajukan Kredit Pemilikan Rumah atau yang lebih kita kenal dengan nama KPR. KPR biasanya diberikan oleh bank dengam sistem, bank akan membeli rumah tersebut dari developer bangunan. Baru nantinya, kamu akan membeli dari bank tersebut dengan cara mencicilnya per bulan hingga lunas. Dalam dunia KPR ada yang namanya takeover KPR. Takeover KPR ini merupakan pengambilalihan KPR dari satu pihak ke pihak lain. Supaya kamu jadi lebih paham tentang takeover KPR, ada baiknya kenali dulu tiga jenisnya di bawah ini!

1. Take Over KPR Bank ke Bank

Take Over KPR (www.shriramproperties.com)

Sesuai dengan namanya, takeover ini terjadi antar bank ke bank. Jadi misalkan saja kamu sudah memiliki rumah KPR, tapi selama masa cicilan bunga yang terlampau tinggi sehingga kamu memutuskan untuk memindahkan KPRmu ke bank lain. Umumnya proses takeover KPR bank ke bank baru bisa dilakukan setelah 1 tahun masa cicilan KPR berlangsung karena sertifikat rumah baru terbit satu tahun setelah proses KPR disetujui.

Baca juga: Ingin Beli Rumah? Pelajari Dulu Cara Simulasi KPR BTN Yang Mudah Ini

2. Take over KPR jual

Selanjutnya ada takeover KPR jual yang merupakan pengalihan rumah KPR dari satu pemilik ke pemilik yang baru. Jadi sebelum KPR tersebut belum lunas, KPR akan dipindahtangankan kepada orang lain. Jika kamu akan take over KPR, maka akan ada dana yang harus kamu keluarkan terlebih dahulu untuk dibayarkan kepada pemilik KPR lama untuk menggantikan dana yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Takeover KPR jual akan melibatkan empat pihak yakni dirimu sendiri, pemilik KPR yang akan ditake over, bank takeover KPR, dan notaris untuk mengurus semua dokumen pengalihan KPR seperti balik nama sertifikat dan lain sebagainya.

3. Take Over Bawah Tangan

Sedangkan untuk takeover KPR bawah tangan, prosesnya memang tidak serumit dua jenis takeover KPR lainnya karena kamu tidak melibatkan pihak bank melainkan hanya melibatkan dirimu, pemilik KPR dan notaris yang tidak hanya akan mengurus takeover KPR tapi juga akan menjadi saksi serah terima KPR dari pemilik lama kepada pemilik baru. Berhubung resiko dari takeover KPR bawah tangan ini sangat besar, kamu disarankan untuk mengambil takeover bawah tangan dari orang yang sudah kamu kenal seperti keluarga, teman, atau rekan kerja.

Baca juga: Alasan Kenapa Take Over KPR Bisa Jadi Pilihan Tepat Untuk Kredit Rumah

Kelebihan dan kekurangan take over KPR

Cicilan KPR (Sumber: www.texaslending.com)

Selayaknya produk bank lainnya, takeover KPR juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui sehingga kamu bisa mempertimbangkan apakah kamu akan diuntungkan jika mengajukan takeover KPR. Mari kita lihat bersama kelebihan dan kekurangannya:

  • Harga Cicilan Murah

Keuntungan dari takeover KPR adalah kamu bisa mendapatkan harga cicilan per bulan yang lebih murah. Kenapa bisa lebih murah? Plafon pinjaman yang kamu ajukan ke bank nominalnya jadi lebih sedikit karena kamu sudah mengeluarkan dana untuk uang muka dan pembayaran cicilan sebelumnya.

  • Bisa Mencari Bunga yang Lebih Ringan

Bunga yang Dikenakan (Sumber: theunaustraliandotnet.wordpress.com)

Selain cicilan yang jadi lebih murah, kamu juga bisa mencari bank yang menawarkan bunga lebih ringan dibanding bank sebelumnya. Biasanya bank hanya memberikan bunga fix mulai dari 1-3 tahun pertama saja, sedangkan sisanya bunga mengikuti suku bunga pasar. Dengan takeover KPR, kamu bisa memindahkan KPRmu ke bank yang menawarkan bunga lebih rendah.

  • Bisa Memperpanjang Masa Tenor

Baik itu jenis takeover KPR bank ke bank maupun takeover KPR jual, kamu bisa mendapat keuntungan bisa memperpanjang masa tenor karena kamu pasti akan mendapatkan masa tenor baru. Ketika terjadi takeover KPR, maka masa tenor cicilan akan dihitung dari awal lagi.

  • Proses Pengajuan Lebih Lama

Proses untuk mengajukan takeover KPR memang lebih lama karena kamu harus melalui beberapa tahapan dulu seperti analisa kredit oleh pihak bank, proses balik nama sertifikat rumah, serta membuat surat perjanjian yang resmi dan sah dari dua belah pihak. Kemungkinan untuk pengajuan ditolak juga lebih besar dibanding pengajuan KPR biasa.

  • Dana Awal yang Dibutuhkan Lebih Mahal

Cicilan per bulan takeover KPR memang lebih murah, tapi dana awal yang harus dibayarkan di awal jadi lebih besar. Bukan hanya harus mengeluarkan uang muka dan membayar total cicilan yang sudah dibayarkan, tapi kamu juga harus mengeluarkan dana untuk biaya balik nama sertifikat rumah dan notaris.

Baca juga: Ingin Cicil Rumah Tanpa Bunga? Coba Ajukan KPR Mandiri Syariah!

Bank Penyedia Take Over KPR

Take Over KPR (semperhomeloans.com)

Buat kamu yang ingin mengajukan takeover KPR, ada beberapa bank yang bisa kamu pilih, yaitu:

 1. Bank Mandiri

Bank yang paling terkenal dengan produk takeover KPR adalah Bank Mandiri. Takeover KPR Bank Mandiri ini akan memberikan pembiayaan untuk pengambil alihan kredit dari KPR bank lain dengan maksimum limit kredit sebesar sisa pinjaman (outstanding) terakhir di bank asal atau maksimal 70% dari harga rumah. Takeover Bank Mandiri memberikan masa tenor pinjaman hingga 15 tahun dengan suku bunga kompetitif. Nantinya biaya asuransi dan notaris untuk take over KPR akan dipotong dari limit kredit.

2. BNI

BNI (Sumber: bni.co.id)

Selanjutnya ada takeover KPR dari BNI yang bernama BNI Griya. Produk BNI Griya ini ditujukan untuk pembiayaan konsumtif yang digunakan untuk tujuan pembelian, pembangunan, renovasi, refinancing, dan takeover rumah. Keunggulan dari takeover KPR BNI adalah maksimum kredit yang diberikan bisa mencapai Rp 5 miliar, jangka waktu kredit mencapai 20 tahun, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, dan adanya fitur angsuran yang bisa disesuaikan dengan kemampuan keuanganmu.

3. BTN

Selanjutnya ada bank BTN yang memiliki produk takeover KPR dengan nama KPR BTN Platinum. KPR BTN Platinum ini dikhususkan untuk keperluan pembelian rumah dari developer dan non developer, baik itu pembelian rumah baru atau second, siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), juga take over dari sesama bank atau bank lain. Kelebihan dari takeover KPR BTN ini adalah plafon kredit yang diberikan bebas, jangka waktu cicilan hingga 25 tahun, suku bunga kompetitif, dicover oleh asuransi jiwa kredit,  kebakaran, dan banyak rekanan developer.

4. BRI

Bank BRI (Sumber: www.suaramerdeka.com)

Seperti yang kamu ketahui, BRI memang sangat terkenal akan produk KPRnya. KPR BRI ini ternyata juga bisa digunakan untuk takeover KPR dari bank lain. Untuk takeover KPR BRI ini, kamu akan diberikan pinjaman hingga Rp 500 juta dengan uang muka mulai dari 10% dan jangka waktu cicilan mencapai 20 tahun lamanya. Suku bunga yang diberikan adalah suku bunga kompetitif yang pada tahun pertama masa cicilan dikenakan bunga fix.

5. Maybank

Takeover KPR yang dimiliki oleh Maybank ini akan memberikan kamu pinjaman dana dengan jumlah sisa KPR di bank sebelumnya atau 70% dari harga jual rumah. Masa tenor pinjaman yang diberikan oleh takeover KPR Maybank adalah 20 tahun. Kelebihan dari take over KPR Maybank adalah pencairan bisa cari dalam waktu 7 hari kerja, tidak ada biaya provisi dan biaya admnistrasi, dan bunganya yang ringan karena menggunakan bunga fix 6,75% pada tiga tahun pertama, 7% fix pada 5 tahun selanjutnya, dan SBI/SBIS pada bulan-bulan selanjutnya.

Sudah mantap ingin mengambil takeover KPR dari bank yang mana? Setelah mengambil, jangan lupa untuk membayar cicilannya tepat waktu!