Tips Atur Pengeluaran Keuangan Rumah Tangga Agar Gak Kebobolan

Manusia tidak lepas dari kebutuhan sehari-hari yang membutuhkan anggaran bulanan cukup besar. Apalagi jika sudah menikah dan punya anak, kebutuhan rumah tangga semakin banyak. Dana yang diperlukan pun bisa bikin pusing kepala. Agar seluruh kebutuhan terpenuhi, maka kamu harus pintar atur keuangan rumah tangga dengan baik. Bagaimana caranya? Simak ulasannya di sini ya!

Atur keuangan rumah tangga memang tidak mudah. Dibutuhkan kemampuan khusus agar penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Jika tidak, gaji bulanan yang ada cuma numpang lewat saja. Hal ini kerap terjadi pada pasangan yang baru menikah. Karena masih terbawa gaya hidup sewaktu masih sendiri.

Nah, besar kecilnya gaji seringkali berpengaruh terhadap cara mengelola yang tepat sehingga kamu bisa terhindar dari kondisi defisit keuangan. Apalagi jika gaji kamu termasuk fixed income alias gaji bulanan tetap dengan kebutuhan hidup yang seringkali naik turun. Bagi yang bergaji kecil, mereka akan kesulitan menyimpan uang untuk beberapa hal seperti, dana darurat, biaya kuliah, dana pensiun, membeli mobl, dan sebagainya.

Bahkan tidak jarang ada yang kehabisan uang pada pertengahan bulan. Hal tersebut mungkin saja terjadi akibat mereka tidak dapat mengelola gaji bulanan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keuangan rumah tangga. Untuk itu, TimiKimi akan memberikan tips atur keuangan rumah tangga agar tidak cepat habis dan kebobolan sebelum akhir bulan tiba. Simak yuk!

Tips Atur Keuangan Rumah Tangga

1. Buat Rencana Belanja Bulanan dengan Matang

Agar Keuangan Masa Depan Terkendali, Berikut Rencana Keuangan yang Tepat untuk Anak Millennial (koinworks.com)

Pemborosan keuangan cenderung terjadi ketika menggunakan uang untuk mengikuti keinginan, padahal keinginan belum tentu menjadi kebutuhan. Cara terbaik untuk menggunakan pendapatan yang kecil adalah membuat rencana belanja bulanan dengan menggunakan anggaran yang tertulis. Belanjakan uang sesuai dengan rencana yang telah disusun tersebut. Ketika sudah waktunya membeli apa yang dibutuhkan, Anda sudah memiliki anggaran untuk berbelanja. Namun jangan menggunakan uang melebihi anggaran yang telah disusun, karena uang yang tersisa sudah dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Menggunakan anggaran tertulis untuk merencanakan pengeluaran dapat meminimalisir Anda dari resiko menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu.

Rencanakan anggaran bulanan secara tertulis, dengan membagi daftar pengeluaran menjadi dua, yaitu: kebutuhan primer dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer antara lain: makan, biaya transportasi, tagihan listrik, air serta telepon, cicilan rumah, motor serta mobil dan lainnya. Sedangkan kebutuhan tersier antara lain: anggaran untuk shopping baju, traveling, hingga anggaran hangout dengan teman atau rekan kerja. Selain membiasakan diri membuat anggaran rencana belanja bulanan, Anda juga harus membiasakan diri untuk mematuhi anggaran keuangan yang sudah dibuat.

Baca juga: 6 Pengeluaran Rumah Tangga Yang Bisa Bikin Dompet Kering!

2. Evaluasi Biaya Rumah Tangga

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Bisa Liburan Seru (blog.traveloka.com)

Ternyata tidak sedikit orang yang kerap mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan rumah tangga karena cicilan rumahnya, baik itu cicilan untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) maupun tagihan sewa, seperti kontrakan. Maka dari itu, cara mengatur pengeluaran rumah tangga untuk tagihan bulanan yang paling utama adalah dengan mengatur cicilan atau biaya sewa rumah sesuai dengan kemampuan finansialmu.

Sebaiknya biaya sewa atau cicilan rumah tidak melebihi 25 persen dari pemasukan atau gaji bulanan. Jadi, untuk kamu yang mengambil KPR, lebih baik tidak mengambil cicilan bulanan di atas 25 persen dan bagi kamu yang sewa rumah, carilah kontrakan dengan harga sewa yang ramah di kantong ya.

3. Rajin Membayar Hutang Setiap Bulannya

Cara mengatur pengeluaran rumah tangga yang satu ini mungkin sering diabaikan oleh sebagian orang. Mungkin terlihat sepele dan tidak darurat untuk saat ini. Tapi nyatanya hutang yang kamu timbun setiap bulannya tersebut bisa menjadi bumerang yang suatu saat bisa menguras habis keuanganmu. Jadi, untuk kamu yang masih memiliki kredit atau cicilan, seperti rumah, kendaraan, perlengkapan rumah tangga, dan lainnya, sebaiknya untuk rajin menyisihkan dana untuk membayar hutang tersebut agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Baca juga: Quality Time Juga Butuh Modal, Yuk Pelajari Cara Kelola Dana Untuk Akhir Pekan!

4. Terapkan 4 Pos Keuangan dengan Prinsip 50-30-10-10

Belajarlah Jauhi Kredit Jika Ingin Memulai Rumah Tangga
(www.ruangmuslimah.co)

Dalam mengelola keuangan rumah tangga, ada beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan untuk mengatur pengeluaran rumah tangga untuk tagihan bulanan. Prinsip yang paling aman digunakan yaitu prinsip 50-30-10-10. Adapun pembagian pos dari prinsip tersebut antara lain:

  • 50 persen untuk Pos Biaya Hidup

Setengah dari gaji bulanan kamu, sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, transportasi, pulsa, belanja bulanan, listrik, air, dan lain-lain.

  • 30 persen dari Gaji Untuk Pos Tagihan

Alokasikan 30 persen pendapatanmu sebagai tagihan wajib, seperti cicilan atau sewa rumah, kredit, pajak, dan lainnya.

  • 10 persen untuk Pos Tabungan atau Dana Investasi

Meski tidak urgent untuk hari ini, tapi sebaiknya kamu tetap menyisihkan 10 persen gajimu untuk dana masa depan, seperti liburan keluarga, dana pendidikan anak, tabungan, dan lainnya.

  • 10 persen untuk Dana Darurat atau Dana Sosial

Nah, sisanya bisa kamu alokasikan sebagai dana darurat atau dana sosial seperti kondangan, menjenguk tetangga dan keperluan lainnya.

5. Kontrol Kartu Kredit

Jangan Tertukar! Inilah Perbedaan Kartu Cicilan dengan Kartu Kredit (jojonomic.com)

Belanja menggunakan kartu kredit memang mudah dan semua dapat dibeli. Kartu kredit dapat membantu mengelola keuangan, jika menggunakannya dengan cerdas, seperti menggunakan promo yang diberikan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Namun, kartu kredit juga dapat membuat kamu terjebak dalam hutang jangka panjang bila menggunakannya secara sembarangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kartu kredit merupakan cara yang paling mudah menghabiskan uang, karena selain sejumlah uang yang dibelanjakan juga ada bunga dan biaya administrasi kartu kredit.

Jika kamu tidak bisa mengontrol kartu kredit, sebaiknya lupakan kartu kredit, jika ingin berhemat dan menyimpan uang. Kebiasaan menggunakan kartu kredit sembarangan akan membuat boros dan memberikan konsekuensi keuangan yang serius, jangan sampai rumah tangga ribut karena hutang kartu kredit.

Baca juga: 6 Hal Boros Yang Selalu Dilakukan Millennials Setelah Gajian

Pengeluaran Tidak Lagi Kebobolan

Selain melakukan beberapa cara mengatur pengeluaran rumah tangga di atas, jangan lupa untuk selalu memantau pengeluaran setiap bulannya. Buatlah daftar pengeluaran setiap harinya agar bisa untuk mengukur apakah bulan ini lebih hemat atau boros, dan sekaligus untuk evaluasi bulanan. Nah, agar pengeluaran rumah tangga untuk tagihan bulanan agar tidak boros dan membengkak, kamu perlu tambahan penghasilan.