Tips Mengatur Pengeluaran Bulanan

Menghadapi masa krisis keuangan ketika akhir bulan kerap kali dihadapi banyak orang. Penyebabnya adalah karena tidak adanya pengaturan pengeluaran bulanan sehingga penghasilan bulanan sudah habis sebelum waktunya. Untuk menyikapinya, TunaiKita punya beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

Siapa di antara kamu yang sering bokek ketika akhir bulan? Tak sedikit orang yang kesulitan mengatur pengeluaran bulanan sehingga berujung pada defisit keuangan sebelum waktunya. Mengatur keuangan memang sulit untuk dilakukan karena pada kenyataannya ketika menerima penghasilan bulanan, kita cenderung ingin memuaskan diri atau memberikan penghargaan pada diri sendiri yang telah bekerja keras selama satu bulan dengan berbelanja, maka di restoran mewah, hingga traveling bersama teman-teman.

Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja dilakukan, tapi kalau kamu tidak melakukan perhitungan yang matang, maka bukan hal yang aneh lagi jika pada akhirnya penghasilan bulananmu bisa habis di minggu pertama hingga ketiga. Agar kejadian yang sama tidak terulang lagi, ada baiknya kamu menerapkan tips mengatur keuangan bulanan yang ada di bawah ini!

1. Buat Daftar Alokasi Pengeluaran

Membuat Daftar Belanja Bulanan (Sumber: pappashop.net)

Tips yang pertama adalah membuat daftar alokasi pengeluaran. Pernah mendengar cara mengatur pengeluaran dengan sistem 50-30-20? Cobalah menggunakan perhitungan dengan sistem ini untuk membuat daftar alokasi pengeluaran. Perhitungan alokasi pengeluaran ini dilakukan dengan cara 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk dana tabungan dan investasi, dan 20% untuk kebutuhan lifestyle seperti berbelanja pakaian hingga berlibur.

Misalkan saja penghasilan bulananmu mencapai angka Rp8 juta, maka kamu bisa menyisihkan Rp4 juta untuk kebutuhan primer, Rp2,4 juta untuk tabungan dan investasi, dan Rp1,6 juta untuk kebutuhan lifestyle. Dengan adanya daftar alokasi pengeluaran, kamu sudah memiliki anggaran tetap yang tidak bisa diganggu gugat

Baca Juga : Lembaga Keuangan Bukan Bank Yang Meminjamkan Uang Dengan Cepat Dan Mudah

2. Buat Rincian Kebutuhan Belanja bulanan

Membuat Daftar Pengeluaran (Sumber: www.thenational.ae)

Jika sudah membuat daftar alokasi pengeluaran, kamu bisa membuat rincian kebutuhan belanja bulanan karena sebagian besar penghasilan biasanya digunakan untuk kebutuhan belanja bulanan. Jadi jangan sampai ketika kamu berbelanja tanpa adanya perencanaan yang matang, tiba-tiba budget untuk pengeluaran belanja bulanan membengkak alias over limit. Buatlah daftar kebutuhan belanja bulanan secara rinci dan detail mulai dari jumlah hingga harga. Dengan begitu, ketika berbelanja kamu akan terhindar dari lapar mata dan membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak diperlukan karena kamu harus berbelanja sesuai dengan daftar rincian belanja yang sudah kamu buat.

3. Manfaatkan promo dan diskon untuk pengeluaran bulanan

Memanfaatkan Diskon (Sumber: www.fastgorillaflyers.com)

Agar lebih mengirit pengeluaran untuk berbelanja bulanan, kamu harus jeli mencari promo dan diskon dari berbagai tempat. Biasanya beberapa toko akan memberikan diskon tertentu jika berbelanja dengan menggunakan kartu debit atau kredit dari bank tertentu. Belakangan ini, berbelanja kebutuhan bulanan di toko online jauh lebih murah harganya karena memberikan lebih banyak diskon dan promo, terutama pada saat hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, tahun baru, Imlek, hari kemerdekaan, dan lain sebagainya. Bandingkan harga dari tempat-tempat yang berbeda, mulai dari offline hingga online agar bisa mendapatkan penawaran harga termurah.

4. Bayar Tagihan Terlebih Dahulu

Membayar Hutang (Sumber: americhoice.org)

Kebutuhan pokok yang satu ini kerap kali dilupakan. Padahal membayar tagihan merupakan sebuah kewajian yang harus dipenuhi. Cek terlebih dahulu tagihan apa saja yang perlu kamu lunasi bulan ini, mulai dari tagihan listrik, PAM, telepon, kartu kredit, hingga cicilan hutang lainnya. Jangan sampai tagihan-tagihan ini melampaui 30% dari penghasilan bulanan. Misalkan saja penghasilan bulananmu Rp10 juta, maka jangan sampai total cicilan hutang melebihi angka Rp3 juta. Jika melebihi angka tersebut, maka keuanganmu tidak bisa terkontrol akibat terlalu banyak menanggung hutang. Jadi kalau saat ini kamu memiliki tunggakan hutang, lebih kamu cepat melunasinya agar dana 30% dari penghasilan bulanan bisa kamu alokasikan untuk investasi dan tabungan.

Baca Juga : Tips Hemat Ketat Buat Kamu Yang Boros Banget Dalam Hal Keuangan

5. Sisihkan Penghasilan untuk Tabungan dan Investasi

Tabungan dan Investasi (Sumber: afrozaar.com)

Seperti yang sudah dikatakan di atas, kita harus menyisihkan dana penghasilan bulanan untuk tabungan dan investasi. Tujuannya adalah kelak di kemudian hari, kita bisa mencapai kemerdekaan finansial di masa yang sudah tidak produktif lagi. Pilih jenis investasi yang cocok untukmu. Jika kamu tergolong orang yang suka mengambil resiko, kamu bisa ambil investasi jenis saham, obligasi, hingga reksadana. Tapi jika kamu tidak suka mengambil resiko, maka ambillah investasi deposito dan emas yang lebih mudah dilakukan. Ingat, jangan menaruh seluruh dana ke dalam satu jenis investasi yang sama. Ambil setidaknya 2-3 jenis investasi. Hal ini dilakukan untuk membagi resiko sehingga ketika terjadi resiko yang tidak diinginkan, maka kamu tidak akan merugi karena masih ada jenis investasi lainnya.

6. Targetkan Pengeluaran Harian

Mengatur Pengeluaran Harian (Sumber: www.idntimes.com)

Tips yang satu tergolong sangat ampuh dilakukan karena bisa mengerem dan mengatur keuangan secara tidak langsung. Coba saja kamu targetkan berapa pengeluaran harianmu. Misalkan saja per harinya kamu bisa menghabiskan dana Rp50 ribu untuk keperluan dana transportasi ke kantor dan makan siang. Maka bawalah uang Rp50 ribu setiap hari. Jika ingin membawa dana darurat atau dana jaga-jaga, maka siapkan setengah dari target pengeluaran harian yakni Rp25 ribu saja.

Jika ternyata anggaran pengeluaran harian berlebih alias masih ada sisa, maka langsung masukkan ke dalam celengan kecil yang bisa kamu buka ketika akhir bulan. Nantinya kamu pasti akan terkejut menemukan berapa dana yang bisa kamu kumpulkan dari sisa pengeluaran harian ini.

7. Selalu Buat Laporan Keuangan Pribadi

Membuat Laporan (Sumber: slsfinancial.com)

Kita seringkali malas melakukan hal ini karena dirasa tidak terlalu penting dan merepotkan. Padahal dengan membuat laporan keuangan pribadi, kamu bisa mengontrol pengeluaran di bulan selanjutnya. Untuk membuat laporan keuangan pribadi ini, kamu diharuskan untuk tidak membuang semua struk yang kamu dapat selama satu bulan, mulai dari struk belanja, struk tagihan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kamu bisa melihat apa saja pengeluaranmu di bulan ini.

Baca Juga : Tips Dan Trik Agar Pinjaman Dana Tanpa Jaminan Langsung Cair

Bisa jadi kamu akan menemukan adanya pengeluaran yang tidak penting atau pengeluaran tak terduga yang bisa dijadikan sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi di bulan yang akan datang. Jadi jangan malas membuat laporan keuangan pribadi!

Hilangkan Pikiran Kalau Kamu Akan Kaya Ketika Gajian

Pemikiran Kata Saat Gajian (Sumber: www.sofi.co.id)

Ada satu pemikiran yang kerap kali tidak kita sadari selama ini yakni pemikiran pada saat menerima gaji atau penghasilan bulanan. Kebanyakan orang cenderung akan khilaf ketika gajian dan membelanjakan sebagian besar penghasilan mereka untuk hal-hal yang tidak perlu karena mengikuti teman-teman. Selalu ingat pada saat kamu menerima gaji bulanan, akan ada kebutuhan-kebutuhan yang harus kamu penuhi dan hutang-hutang yang harus dilunasi terlebih dahulu sebelum kamu bersenang-senang.

Jika kebutuhan dan hutang tersebut tidak bisa kamu lunasi hanya karena penghasilan bulanan sudah terpakai sebagian, maka sudah pasti kamu bisa terkena besar pasak dibanding tiang. Jadi rem terlebih dahulu keinginanmu terlebih dahulu, baru setelah kebutuhan dan hutang sudah kamu bayarkan tepat waktum kamu baru bisa bersenang-senang.

Semoga penjelasan di atas bisa membantumu untuk bisa mengatur pengeluaran bulanan dengan lebih baik ya Sobat!